RADARBANYUWANGI.ID – Tim sepak bola Polresta Banyuwangi memastikan tiket ke babak delapan besar Kapolda Cup IV Jawa Timur setelah melewati laga penuh drama melawan Polres Nganjuk. Bertanding di Stadion Diponegoro, Senin (29/6) sore, Banyuwangi menang lewat adu penalti dengan skor 4-3 setelah bermain imbang 1-1 pada waktu normal.
Kemenangan tersebut bukan sekadar mengantarkan Banyuwangi ke fase gugur. Hasil itu juga menyamai pencapaian terbaik tim sepanjang tampil di Kapolda Cup. Kini, skuad asuhan AKP Lita Kurniawan bertekad memecahkan rekor tersebut dengan melangkah hingga semifinal, bahkan memburu gelar juara.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak menit awal. Meski menyandang status juara Grup G, Polresta Banyuwangi mendapat perlawanan sengit dari Polres Nganjuk yang tampil disiplin dan efektif.
Tim tamu bahkan sukses membuka keunggulan lebih dulu pada babak pertama. Gol tersebut membuat tuan rumah harus bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan.
Memasuki babak kedua, Banyuwangi meningkatkan intensitas serangan. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil ketika pemain sayap Moneta dijatuhkan di dalam kotak penalti.
Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih. Moneta yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan tenang. Tendangan kerasnya gagal diantisipasi penjaga gawang Nganjuk sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Gol penyama kedudukan membuat pertandingan semakin terbuka. Kedua tim silih berganti melancarkan serangan untuk mencari gol kemenangan. Namun hingga dua babak masing-masing 35 menit berakhir, skor tetap bertahan imbang.
Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti.
Pada babak tos-tosan, mental pemain Banyuwangi menjadi pembeda. Empat eksekutor sukses menjalankan tugas dengan sempurna, sementara satu penendang Polres Nganjuk gagal menaklukkan tekanan. Banyuwangi pun menang 4-3 dan memastikan langkah ke babak delapan besar.
Pelatih Polresta Banyuwangi AKP Lita Kurniawan mengakui laga berlangsung jauh lebih berat dari perkiraan. Menurutnya, tim sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan yang memilih bermain lebih bertahan setelah unggul lebih dulu.
"Kami memang sempat kewalahan karena setelah unggul, lawan langsung bermain lebih rapat dan menutup ruang. Anak-anak harus bekerja keras untuk bisa menyamakan kedudukan," ujarnya.
Lita memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemain yang mampu menjaga semangat hingga peluit akhir. Baginya, kemenangan melalui adu penalti menunjukkan mental bertanding yang semakin matang.
Keberhasilan lolos ke delapan besar, lanjutnya, menjadi modal penting untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Namun, ia menegaskan target tim tidak berhenti hanya sampai babak perempat final.
"Kami siap menghadapi babak delapan besar. Target kami tentu tidak berhenti sampai di sini. Selama mengikuti Kapolda Cup, prestasi terbaik Banyuwangi baru sampai delapan besar. Mudah-mudahan tahun ini kami bisa melangkah lebih jauh," pungkas Kapolsek Tegalsari tersebut.
Dengan kemenangan dramatis ini, Polresta Banyuwangi membuka peluang mencatat sejarah baru di Kapolda Cup IV Jawa Timur. Jika mampu menjaga konsistensi permainan dan mental bertanding, tim berjuluk juara Grup G itu berpeluang melampaui pencapaian terbaik yang selama ini menjadi batas perjalanan mereka di turnamen sepak bola antarkepolisian tersebut. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin