RADARBANYUWANGI.ID – Kesuksesan penyelenggaraan Banyuwangi BMX Supercross 2026 tak hanya tercermin dari ketatnya persaingan para rider, tetapi juga dari apresiasi yang datang dari komunitas balap sepeda internasional. Juri Union Cycliste Internationale (UCI) asal Australia hingga pelatih tim nasional Thailand kompak memuji kualitas lintasan, profesionalisme penyelenggara, serta atmosfer yang ditawarkan Banyuwangi.
Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Juni 2026, di Sirkuit BMX Banyuwangi, Muncar, kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu ajang balap sepeda paling bergengsi di Asia. Sebagai satu-satunya event BMX Indonesia yang masuk kalender resmi UCI, kompetisi ini dinilai mampu memenuhi standar internasional, baik dari sisi teknis maupun pelayanan kepada peserta.
Juri UCI: Perkembangan Banyuwangi Luar Biasa
Juri UCI asal Australia, Kevin Braybon, mengaku terkesan dengan perkembangan Banyuwangi sejak pertama kali bertugas di kota tersebut pada 2017.
Menurutnya, penyelenggaraan Banyuwangi BMX Supercross kini jauh lebih profesional dan semakin layak menjadi tuan rumah kompetisi internasional berskala besar.
"Saya sangat menikmati Banyuwangi. Ini kedua kalinya saya datang ke sini sejak 2017 dan perkembangannya luar biasa. Penyelenggaraannya sangat profesional dan semuanya berjalan dengan sangat baik," ujar Kevin, Minggu (28/6/2026).
Kevin menilai kualitas lintasan BMX Banyuwangi kini sejajar dengan trek-trek terbaik di dunia. Desain sirkuit yang mengacu pada standar Olimpiade menjadi daya tarik utama bagi pembalap internasional untuk datang dan berkompetisi.
Trek Berkelas Dunia Jadi Andalan Banyuwangi
Sirkuit BMX Banyuwangi memiliki panjang 465 meter, menjadikannya salah satu lintasan BMX terpanjang di dunia.
Lintasan tersebut dilengkapi empat obstacle high jump, dua start gate setinggi 5 meter dan 8 meter, serta berbagai karakter trek yang dirancang untuk memenuhi standar kompetisi internasional.
Menurut Kevin, keberadaan fasilitas tersebut tidak hanya meningkatkan kualitas perlombaan, tetapi juga membantu perkembangan kemampuan para atlet.
"Menurut saya, ini salah satu trek terbaik di dunia. Banyuwangi memiliki trek berkelas dunia yang mampu membantu meningkatkan kualitas para pembalap," katanya.
Keramahan Warga Jadi Nilai Tambah
Tidak hanya lintasan yang mendapat apresiasi. Kevin juga mengaku terkesan dengan keramahan masyarakat Banyuwangi selama berada di kota berjuluk Sunrise of Java tersebut.
Suasana yang nyaman serta pelayanan yang baik membuat pengalaman bertugas di Banyuwangi meninggalkan kesan positif.
"Saya menyukai Banyuwangi. Orang-orangnya ramah, suasananya menyenangkan, dan saya menikmati pengalaman berada di sini. Makanannya memang sedikit pedas, tetapi semuanya sangat baik," ungkapnya.
Tim Thailand Jadikan Banyuwangi Ajang Pemanasan Menuju Olimpiade
Apresiasi serupa datang dari Pelatih Thailand Cycling Association, Herve Krebs.
Ia mengungkapkan keikutsertaan tim Thailand di Banyuwangi bukan sekadar mengejar prestasi, tetapi juga menjadi bagian penting dari program persiapan menuju Kejuaraan Asia sekaligus tahapan kualifikasi Olimpiade.
Menurut Herve, bertanding di lintasan luar negeri memberikan pengalaman yang sangat dibutuhkan atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus melakukan evaluasi sebelum menghadapi agenda internasional berikutnya.
"Itulah alasan kami datang ke sini. Kami sangat senang dengan hasil dan pengalaman selama mengikuti balapan di Banyuwangi. Kompetisi ini membantu kami mengevaluasi kondisi fisik maupun kemampuan teknis atlet kami sebelum menghadapi kejuaraan berikutnya," ujarnya.
Pengalaman Berharga di Trek Muncar
Herve menilai karakter lintasan BMX Banyuwangi memberikan tantangan berbeda dibanding sirkuit yang biasa digunakan atlet Thailand.
Perbedaan karakter trek justru menjadi bekal penting untuk meningkatkan kualitas pembalap menghadapi persaingan tingkat Asia maupun dunia.
"Trek Banyuwangi sangat bagus dan memberikan pengalaman yang kami butuhkan untuk meningkatkan performa atlet," katanya.
Perkuat Posisi Banyuwangi sebagai Destinasi Sport Tourism
Pujian dari juri UCI maupun pelatih tim nasional Thailand memperkuat reputasi Banyuwangi sebagai salah satu pusat sport tourism di Indonesia.
Selain menghadirkan kejuaraan bertaraf internasional, Banyuwangi juga dinilai berhasil memadukan infrastruktur olahraga modern, profesionalisme penyelenggaraan, serta keramahan masyarakat lokal. Kombinasi tersebut menjadi modal penting untuk menarik lebih banyak event internasional sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai destinasi olahraga kelas dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin