RADARBANYUWANGI.ID – Cabang olahraga binaraga Banyuwangi memasuki babak baru. Guntur Priambodo resmi terpilih sebagai Ketua Persatuan Binaraga Fitness Indonesia (PBFI) Banyuwangi periode 2026–2031 dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) yang digelar di Hotel New Surya, Jajag, Kecamatan Gambiran, Sabtu sore (27/6). Ia dipercaya memimpin organisasi secara aklamasi setelah mendapat dukungan penuh dari 11 gym yang memiliki hak suara.
Muskab yang dihadiri Ketua PBFI Jawa Timur Raja Siahaan, jajaran pengurus provinsi, pengurus daerah, serta insan olahraga binaraga Banyuwangi itu berlangsung kondusif. Dukungan bulat dari seluruh peserta menjadi penanda kuat adanya komitmen bersama untuk membangkitkan prestasi binaraga Banyuwangi melalui sistem pembinaan yang lebih terarah dan berkesinambungan.
Bagi dunia binaraga Banyuwangi, Guntur bukan nama baru. Mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Banyuwangi tersebut telah lama berkecimpung dalam pembinaan olahraga kekuatan. Sebelum PBFI berdiri sebagai organisasi tersendiri, ia pernah memimpin cabang olahraga binaraga saat masih berada dalam satu naungan bersama angkat berat dan angkat besi.
Usai ditetapkan sebagai ketua, Guntur menegaskan bahwa prioritas utama kepengurusannya adalah membangun pola pembinaan atlet yang sistematis dan berjenjang. Menurutnya, prestasi tidak dapat dicapai hanya melalui persiapan menjelang kompetisi, tetapi harus dibangun melalui program yang berkesinambungan sejak tingkat daerah.
"Kami ingin pembinaan atlet dilakukan secara sistematis. Atlet harus memiliki jenjang pembinaan yang jelas mulai dari kejurkab, kejurprov, hingga kejurnas. Program itu harus disiapkan secara matang sehingga pembinaan tidak berhenti hanya pada satu event saja," ujarnya.
Ia menambahkan, setiap cabang olahraga harus memiliki target jangka pendek, menengah, hingga panjang agar atlet terus berkembang. Dengan sistem tersebut, atlet yang telah meraih prestasi tidak kehilangan motivasi untuk meningkatkan kemampuan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
"Pembinaan tidak boleh sporadis. Atlet jangan berhenti ketika sudah juara di satu event. Harus ada program yang terukur sehingga mereka tetap memiliki target berikutnya dan terus berkembang," tegas Guntur.
Terpilihnya Guntur mendapat sambutan positif dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi. Sekretaris KONI Banyuwangi, Supriyanto, menilai proses musyawarah berlangsung demokratis dan menghasilkan keputusan yang mencerminkan soliditas seluruh anggota PBFI Banyuwangi.
"Sebanyak 11 gym yang hadir seluruhnya memberikan dukungan kepada Pak Guntur sehingga beliau terpilih secara aklamasi. Ini menunjukkan adanya kebersamaan dan semangat yang sama untuk memajukan binaraga Banyuwangi," katanya.
Menurut Supriyanto, Banyuwangi memiliki banyak atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. Namun, potensi tersebut memerlukan pembinaan yang konsisten agar mampu melahirkan prestasi secara berkelanjutan.
"Kami berharap cabang olahraga binaraga di Banyuwangi kembali menggeliat. Pembinaan atlet bisa berjalan lebih baik sehingga prestasi Banyuwangi di tingkat Jawa Timur maupun nasional semakin meningkat," tandasnya.
Dengan kepengurusan baru, PBFI Banyuwangi diharapkan tidak hanya fokus pada pembinaan atlet elite, tetapi juga memperkuat regenerasi melalui kompetisi berjenjang, pembinaan di gym-gym lokal, serta peningkatan kualitas pelatih dan wasit. Langkah tersebut menjadi fondasi penting untuk mengembalikan kejayaan binaraga Banyuwangi di kancah Jawa Timur hingga nasional. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin