Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

BMX Supercross 2026 Resmi Digelar di Banyuwangi, 331 Rider Berebut Poin UCI di 25 Kategori

Ali Sodiqin • Minggu, 28 Juni 2026 | 04:08 WIB
Event BMX Supercross 2026 di sirkuit Muncar mempertandingkan 25 kategori. Mulai Boys 5-6, Women Junior, Men Elite, dan Women Elite. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Event BMX Supercross 2026 di sirkuit Muncar mempertandingkan 25 kategori. Mulai Boys 5-6, Women Junior, Men Elite, dan Women Elite. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat olahraga balap sepeda internasional di Indonesia. BMX Supercross 2026 resmi digelar di Sirkuit Internasional BMX Muncar, Sabtu (27/6), dengan menghadirkan 331 pembalap dari Indonesia, Thailand, Singapura, dan Filipina yang bersaing memperebutkan poin bergengsi Union Cycliste Internationale (UCI).

Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Juni 2026, tersebut menjadi bagian dari kalender resmi UCI kategori C1, sehingga memiliki nilai poin tinggi bagi para atlet menuju kompetisi internasional berikutnya.

Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melalui rangkaian gowes bersama masyarakat dari RTH Blambangan menuju Sirkuit BMX Muncar. Agenda kemudian dilanjutkan dengan penanaman pohon ketapang di kawasan utara tribun sirkuit sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Sejak balapan dimulai, ratusan rider langsung memacu adrenalin di lintasan yang dikenal sebagai salah satu sirkuit BMX terbaik di Asia. Para pembalap tampil di berbagai nomor pertandingan, mulai kelompok usia anak hingga kategori elite.

Pertandingkan 25 Kategori

BMX Supercross 2026 mempertandingkan 25 kategori, mulai dari kelompok Boys dan Girls berbagai usia, hingga kelas Junior, Under 23, Elite, dan kelompok master.

Kategori tersebut meliputi Boys 5–6 tahun, Boys 7–8, Boys 9–10, Boys 11–12, Boys 13–14, Boys 15–16, Girls 5–6, Girls 7–8, Girls 9–10, Girls 11–12, Girls 13–14, Girls 15–16, Men 17–29, Men 30–35, Men 36–40, Men 41 Up, Men Under 23, Women Under 23, Men Junior, Women Junior, Men Elite, hingga Women Elite.

Seluruh peserta memperebutkan poin penting UCI yang berpengaruh terhadap peringkat internasional mereka.

Konsistensi Banyuwangi Diapresiasi Federasi

Sekretaris Jenderal Indonesia Cycling Federation (ICF), Jadi Rajagukguk, mengapresiasi konsistensi Banyuwangi yang tetap menggelar ajang internasional meski berada di tengah keterbatasan anggaran.

Menurutnya, BMX Supercross Banyuwangi merupakan salah satu kompetisi yang memiliki posisi strategis karena telah masuk kalender resmi UCI kategori C1.

"Terima kasih Banyuwangi telah konsisten menggelar kejuaraan internasional. BMX Supercross ini merupakan agenda resmi UCI sehingga banyak peserta dari dalam maupun luar negeri ikut berkompetisi," ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan Banyuwangi rutin menggelar event internasional menjadi materi promosi Indonesia dalam berbagai forum federasi balap sepeda tingkat ASEAN hingga dunia.

Selain BMX Supercross, Banyuwangi juga dikenal sukses menyelenggarakan Tour de Banyuwangi Ijen, Banyuwangi International Downhill, hingga beberapa kali dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional.

Menurut Jadi, Sirkuit BMX Muncar bahkan diakui banyak atlet sebagai salah satu lintasan terbaik di kawasan Asia.

Bupati Ipuk Fiestiandani gowes bareng warga dari RTH Blambangan menuju Sirkuit Internasional BMX Muncar, Sabtu (27/6). (Aufa for Radar Banyuwangi)
Bupati Ipuk Fiestiandani gowes bareng warga dari RTH Blambangan menuju Sirkuit Internasional BMX Muncar, Sabtu (27/6). (Aufa for Radar Banyuwangi)

Tak Sekadar Olahraga, Tapi Penggerak Ekonomi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, penyelenggaraan BMX Supercross bukan hanya bertujuan menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor sport tourism.

Meski pemerintah sedang melakukan efisiensi anggaran, Banyuwangi tetap mempertahankan agenda internasional tersebut berkat kolaborasi berbagai pihak.

"Event ini bukan hanya olahraga. Kami juga ingin menggerakkan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM, pelaku seni, dan budaya," kata Ipuk.

Menurutnya, kejuaraan internasional yang rutin digelar menjadi bukti bahwa Banyuwangi merupakan daerah yang ramah bagi atlet sekaligus pencinta olahraga balap sepeda.

Banyuwangi Ingin Jadi Rumah Atlet Dunia

Ipuk berharap keberadaan berbagai kejuaraan internasional mampu melahirkan lebih banyak atlet muda berbakat dari Banyuwangi.

"Kami ingin memberi pesan kepada dunia bahwa Banyuwangi adalah rumah bagi para atlet dan pencinta balap sepeda. Kami yakin potensi anak-anak Banyuwangi di cabang olahraga ini sangat besar," ujarnya.

Dengan keikutsertaan 331 rider dari empat negara serta statusnya sebagai bagian dari kalender resmi UCI, BMX Supercross 2026 kembali memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi unggulan sport tourism nasional sekaligus panggung balap sepeda internasional di Asia. (why/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#BMX Supercross #UCI C1 #sirkuit muncar #Ipuk Fiestiandani #banyuwangi