RADARBANYUWANGI.ID – Atmosfer Banyuwangi BMX Supercross 2026 mulai terasa. Sejumlah rider dari berbagai daerah bahkan telah tiba lebih awal di Banyuwangi untuk mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan internasional yang akan digelar pada 27–28 Juni 2026 di BMX Supercross International Circuit Muncar. Kedatangan lebih cepat dilakukan agar para atlet memiliki cukup waktu mengenali karakter lintasan yang dikenal menantang dan berstandar internasional.
Arus kedatangan peserta diperkirakan terus meningkat hingga menjelang hari perlombaan. Ajang bergengsi yang masuk agenda resmi Union Cycliste Internationale (UCI) ini akan mempertemukan 343 rider dari Indonesia, Filipina, Singapura, dan Thailand, sekaligus memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.
Salah satu tim yang telah lebih dahulu menginjakkan kaki di Banyuwangi adalah DBMX ISSI Kota Bandung, official team Provinsi Jawa Barat. Dipimpin pelatih Chandra Purnamawan, rombongan membawa tujuh rider dan tiba di Banyuwangi sejak Senin pagi (22/6/2026).
Menurut Chandra, keputusan datang beberapa hari lebih awal bukan tanpa alasan. Karakter lintasan di Sirkuit Muncar dinilai berbeda dibandingkan sirkuit BMX lain di Indonesia sehingga membutuhkan proses adaptasi yang matang.
"Sirkuit Muncar ini sangat istimewa karena sudah berstandar internasional dan memiliki dua start point yang tidak dimiliki oleh sirkuit lain di Indonesia. Kami sengaja datang lebih awal agar anak-anak bisa beradaptasi dengan sirkuit dan membaca karakter lintasan dengan matang," ujarnya.
Pelatih yang telah enam kali mendampingi timnya berlaga di Banyuwangi sejak 2018 itu menilai perkembangan akses transportasi menuju ujung timur Pulau Jawa kini semakin memudahkan mobilitas atlet.
Perjalanan panjang dari Bandung, kata Chandra, tidak lagi menjadi hambatan karena tersedia berbagai pilihan moda transportasi yang nyaman dan efisien.
"Kami kemarin naik sleeper bus langsung dari Bandung. Sekarang akses dari Bandung ke Banyuwangi sudah lebih bagus dan beragam pilihan transportasinya. Kami juga selalu menginap di homestay yang disediakan warga karena sangat dekat dengan sirkuit," tambahnya.
Selama berada di Banyuwangi, tim Jawa Barat dijadwalkan menetap selama 12 hari. Selain mempersiapkan diri menghadapi Banyuwangi BMX Supercross 2026, mereka juga sekaligus menjalani pemusatan latihan untuk menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX yang akan digelar pada 5–6 Juli 2026.
Di sela jadwal latihan yang padat, para rider juga memanfaatkan waktu untuk menikmati destinasi wisata unggulan Banyuwangi. Beberapa lokasi yang mereka kunjungi antara lain kawasan wisata hutan De Djawatan dan Pantai Gumuk Kantong sebagai sarana relaksasi sebelum kembali menjalani latihan.
Kejuaraan Banyuwangi BMX Supercross 2026 bukan hanya menjadi ajang adu kecepatan para rider, tetapi juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat. Kehadiran ratusan atlet, ofisial, dan pendamping mendorong tingkat hunian homestay milik warga serta meningkatkan kunjungan ke berbagai destinasi wisata lokal.
Melalui penyelenggaraan event bertaraf internasional ini, Banyuwangi kembali menunjukkan kemampuannya menggabungkan olahraga prestasi dengan pengembangan sektor pariwisata. Sinergi sport tourism tersebut diharapkan mampu memperkuat citra Banyuwangi di tingkat internasional sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui sektor akomodasi, kuliner, dan destinasi wisata. (*)
Editor : Ali Sodiqin