Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Agen Voli Korea Bongkar Alasan Megawati Jadi Rebutan Klub V-League

Ali Sodiqin • Kamis, 11 Juni 2026 | 16:30 WIB
Vanja Bukilic (kiri) dan Megawati Hangestri Pertiwi (kanan) saat masih membela Jung Kwan Jang Red Sparks. (KOVO dan Twitter Indonesia volleyball @volleyballidn)
Vanja Bukilic (kiri) dan Megawati Hangestri Pertiwi (kanan) saat masih membela Jung Kwan Jang Red Sparks. (KOVO dan Twitter Indonesia volleyball @volleyballidn)

RADARBANYUWANGI.ID – Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi perbincangan hangat di Korea Selatan. Bukan hanya karena kepastian kepindahannya ke Hyundai Hillstate untuk musim 2026/2027, tetapi juga karena fakta bahwa pevoli Indonesia tersebut kembali menjadi incaran sejumlah klub V-League dalam tiga musim beruntun.

Fenomena itu memunculkan pertanyaan besar di kalangan pencinta voli. Apa yang membuat Megawati begitu diminati klub-klub Korea Selatan? Jawaban tersebut akhirnya diungkap langsung oleh agen voli Korea Selatan, Chris Kim, yang selama ini menjadi salah satu sosok penting dalam perjalanan karier internasional Megawati.

Menurut Chris Kim, ketertarikan klub-klub V-League terhadap Megawati bukan semata-mata karena kemampuan mencetak poin di lapangan. Ada kombinasi kualitas teknis, mentalitas, hingga karakter pribadi yang membuat pemain berjuluk Megatron itu memiliki nilai lebih dibanding pemain asing Asia lainnya.

Jadi Komoditas Panas Bursa Transfer

Saga transfer pemain kuota Asia V-League musim 2026/2027 sempat menjadikan nama Megawati sebagai pusat perhatian media Korea Selatan.

Sebelum resmi bergabung dengan Hyundai Hillstate, pemain asal Jember tersebut dikabarkan menjadi target utama dua klub besar. Selain Hyundai Hillstate, mantan klubnya, Red Sparks, juga berusaha memulangkan Megawati untuk memperkuat tim musim depan.

Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, bahkan disebut telah menghubungi Megawati sejak Januari 2026 untuk membahas peluang reuni setelah sukses bekerja sama selama dua musim.

Namun rencana tersebut akhirnya tidak terwujud. Red Sparks memilih mengalihkan perhatian kepada outside hitter tim nasional China, Zhong Hui, yang kemudian direkrut untuk mengisi kuota pemain Asia.

Cedera Lutut Jadi Pertimbangan Red Sparks

Chris Kim mengungkapkan bahwa salah satu alasan Red Sparks gagal memulangkan Megawati adalah kekhawatiran terhadap kondisi lutut pemain berusia 26 tahun tersebut.

Saat proses komunikasi berlangsung, Megawati masih dalam tahap pemulihan cedera yang sempat menjadi perhatian sejumlah klub peserta V-League.

Kondisi tersebut membuat Red Sparks mengambil langkah lebih aman dengan memilih Zhong Hui yang dianggap memiliki kondisi fisik lebih siap untuk menghadapi musim kompetisi.

Meski demikian, keraguan tersebut tidak dimiliki Hyundai Hillstate. Klub yang dilatih Kang Sung-hyung justru melakukan langkah khusus dengan mengirim tim pelatih langsung ke Indonesia untuk memantau kondisi Megawati secara langsung.

Hasil evaluasi itu membuat Hyundai Hillstate mantap memberikan kontrak kepada salah satu pevoli terbaik Asia Tenggara tersebut.

Bukan Hanya Skill, Karakter Megawati Jadi Nilai Tambah

Dalam wawancara yang disampaikan melalui kanal YouTube Mega Volley, Chris Kim menegaskan bahwa alasan utama Megawati terus diminati klub-klub Korea Selatan tidak hanya terletak pada kualitas permainannya.

Menurutnya, kemampuan beradaptasi yang cepat menjadi salah satu faktor terpenting.

Selama membela Red Sparks, Megawati dikenal mampu menyatu dengan budaya tim, menjalin hubungan baik dengan pemain lokal, dan menunjukkan sikap profesional baik di dalam maupun luar lapangan.

Karakter ramah dan mudah bergaul itu membuat proses integrasi berjalan lebih cepat dibandingkan banyak pemain asing lainnya.

"Di Korea, bukan hanya kemampuan bermain yang dilihat klub. Faktor kepribadian, komunikasi, dan kemampuan beradaptasi juga menjadi pertimbangan besar," ungkap Chris Kim.

Faktor tersebut membuat Megawati mendapatkan citra positif di mata pelatih, pemain, manajemen klub, hingga penggemar V-League.

Rekam Jejak yang Sulit Diabaikan

Selain faktor nonteknis, performa Megawati selama dua musim di Korea Selatan juga menjadi alasan utama mengapa namanya selalu masuk radar klub-klub besar.

Megawati berhasil menjelma menjadi salah satu mesin poin paling konsisten di kompetisi. Kehadirannya bahkan membantu Red Sparks kembali menjadi salah satu kekuatan yang diperhitungkan di V-League.

Produktivitas serangan yang tinggi, kemampuan menyerang dari berbagai posisi, serta mental bertanding yang kuat membuat Megawati menjadi paket lengkap bagi klub yang ingin bersaing di papan atas.

Tak heran jika ketika bursa transfer pemain Asia dibuka, namanya kembali menjadi salah satu komoditas paling dicari.

Tantangan Baru Bersama Hyundai Hillstate

Kini perhatian publik tertuju pada langkah Megawati bersama Hyundai Hillstate.

Ekspektasi terhadap Megatron semakin tinggi karena ia bergabung dengan salah satu klub yang memiliki ambisi besar untuk kembali merebut gelar juara V-League.

Jika mampu mempertahankan performa terbaiknya seperti saat membela Red Sparks, Megawati berpeluang kembali menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di kompetisi voli putri Korea Selatan.

Lebih dari itu, kisah Megawati menjadi bukti bahwa atlet Indonesia mampu bersaing dan mendapatkan pengakuan di level internasional, bahkan di salah satu liga voli paling kompetitif di Asia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#V-League Korea #Chris Kim #Hyundai Hillstate #Red Sparks #Megawati Hangestri