RADARBANYUWANGI.ID – Grand Prix Monako 2026 menghadirkan salah satu balapan paling dramatis musim ini. Tujuh pembalap gagal mencapai garis finis, dua kecelakaan besar memicu Safety Car dan Red Flag, sementara Kimi Antonelli tampil sempurna untuk mengamankan kemenangan penting yang semakin mendekatkannya ke persaingan gelar juara dunia Formula 1.
Balapan di jalanan sempit Monte Carlo itu juga menjadi mimpi buruk bagi sejumlah nama besar. Max Verstappen tersingkir sejak awal balapan akibat masalah teknis, Charles Leclerc gagal memanfaatkan balapan kandangnya setelah mengalami kecelakaan, sedangkan Lando Norris untuk pertama kalinya musim ini pulang tanpa poin.
Di tengah kekacauan tersebut, Antonelli justru menunjukkan kematangan luar biasa. Pembalap Mercedes itu mengendalikan jalannya balapan sejak start hingga finis dan memperlebar keunggulannya di puncak klasemen pembalap.
Verstappen Langsung Tersingkir
Antonelli memulai balapan dari pole position setelah tampil gemilang pada sesi kualifikasi. Saat lampu start padam, pembalap Italia itu melakukan peluncuran sempurna dan mempertahankan posisi terdepan.
Sebaliknya, Verstappen mengalami bencana. Mobil Red Bull miliknya diduga masuk ke mode anti-stall sehingga kehilangan daya saat start. Pembalap Belanda itu tak mampu melaju normal dan harus melihat seluruh rivalnya melintas.
Tak lama kemudian, Red Bull memutuskan menarik mobil Verstappen dari balapan. Kesempatan meraih podium pun lenyap bahkan sebelum balapan benar-benar berjalan.
Situasi tersebut membuka jalan bagi Antonelli untuk mengendalikan balapan. Di belakangnya, dua pembalap Ferrari, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, berusaha menjaga jarak sambil menunggu peluang melalui strategi pit stop.
Antonelli Tak Terkejar
Memasuki lap-lap awal, Antonelli terus memperbesar keunggulan. Hamilton sempat memangkas selisih waktu dan memberikan tekanan, namun pembalap Mercedes itu selalu mampu menjawab dengan putaran cepat.
Keunggulan Antonelli bahkan sempat menembus lebih dari 10 detik ketika balapan memasuki paruh kedua.
Sementara itu, sejumlah pembalap mulai mengalami masalah. Isack Hadjar melaporkan gangguan mesin dan kehilangan tenaga. Meski demikian, pembalap Red Bull tersebut tetap bertahan di posisi depan dan menjaga peluang podium.
Di sisi lain, Valtteri Bottas kembali mengalami masalah rem yang memaksanya menghentikan balapan. Oliver Bearman juga harus masuk garasi lebih awal akibat kendala teknis.
Norris Gagal Raih Poin Pertama Musim Ini
Drama lain menimpa McLaren. Norris yang sepanjang balapan mengeluhkan hilangnya tenaga mesin akhirnya tidak mampu melanjutkan balapan.
Tim McLaren memutuskan menarik mobilnya setelah performa terus menurun. Hasil itu menjadi kegagalan pertama Norris meraih poin pada musim 2026.
Oscar Piastri menjadi satu-satunya harapan McLaren dan berhasil menjaga posisi di barisan depan sepanjang lomba.
Safety Car dan Red Flag Ubah Jalannya Balapan
Ketika Antonelli tampak melaju nyaman menuju kemenangan, insiden besar terjadi sekitar 20 lap menjelang finis.
Lance Stroll kehilangan kendali di tikungan terakhir Antony Noghes dan menghantam pembatas. Safety Car langsung keluar dan mengubah strategi banyak tim.
Sejumlah pembalap memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan pit stop tambahan. Hamilton dan Piastri bahkan menggunakan kesempatan itu untuk menjalani hukuman penalti tanpa kehilangan banyak waktu.
Keunggulan Antonelli yang sebelumnya mendekati 30 detik langsung terpangkas.
Namun drama belum berakhir.
Sesaat setelah balapan kembali berlangsung, Leclerc mengalami kecelakaan di lokasi yang sama dengan Stroll. Pembalap asal Monako itu meluncur ke dinding pembatas dan gagal melanjutkan lomba di hadapan penggemarnya.
Kerusakan lintasan akibat kecelakaan memaksa race director mengibarkan bendera merah atau red flag untuk melakukan pemeriksaan trek.
Insiden tersebut menjadi pukulan telak bagi Ferrari yang sebelumnya berharap bisa meraih hasil besar di kandang Leclerc.
Podium Perdana Hadjar
Setelah balapan kembali dilanjutkan, Antonelli kembali menunjukkan ketenangan luar biasa.
Ia mempertahankan posisi terdepan hingga garis finis dan bahkan mencatatkan lap tercepat balapan. Pembalap berusia muda itu menuntaskan lomba dengan keunggulan 4,4 detik atas Hamilton.
Hamilton harus puas finis kedua setelah sebelumnya menerima penalti lima detik akibat melaju terlalu cepat di area pit lane.
Posisi ketiga akhirnya menjadi milik Hadjar. Hasil tersebut menjadi podium perdana pembalap muda Red Bull itu di Formula 1.
Oscar Piastri finis keempat, diikuti Liam Lawson dan Arvid Lindblad yang membawa Racing Bulls tampil impresif.
Pierre Gasly sebenarnya melintasi garis finis di posisi lebih baik, namun dua penalti membuatnya turun ke urutan ketujuh.
Alex Albon, Esteban Ocon, dan Sergio Perez melengkapi daftar peraih poin.
Bagi Cadillac, hasil Perez menjadi catatan bersejarah karena menghadirkan poin pertama tim tersebut di Formula 1.
Klasemen Makin Menguntungkan Antonelli
Kemenangan di Monako menjadi hasil yang sangat berharga bagi Antonelli dalam perburuan gelar juara dunia.
Saat Verstappen gagal meraih poin, Leclerc tersingkir, dan Norris pulang dengan tangan kosong, pembalap Mercedes itu justru mengumpulkan poin maksimal melalui kemenangan dan fastest lap.
Momentum tersebut membuat posisi Antonelli di puncak klasemen semakin kuat menjelang seri berikutnya di Barcelona-Catalunya pada 12–14 Juni mendatang.
"Ini akhir pekan yang luar biasa, balapan yang luar biasa. Kami memiliki kecepatan yang sangat baik dan semuanya terasa berjalan begitu natural. Mobil memberikan kepercayaan diri untuk terus menekan dan itu membuat saya sangat menikmati balapan ini," ujar Antonelli usai balapan.
Antonelli kini semakin mengukuhkan dirinya sebagai pembalap yang harus dikalahkan dalam perebutan gelar juara dunia Formula 1 2026.
Monako menjadi bukti terbaru bahwa ketika para rival dilanda masalah, pembalap Mercedes itu mampu memaksimalkan setiap peluang dan keluar sebagai pemenang.
Editor : Lugas Rumpakaadi