Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Unik! Ansor Banyuwangi Kemas Napak Tilas Sejarah dengan Event Night Fun Run 5K

Ali Sodiqin • Senin, 1 Juni 2026 | 08:00 WIB
Ansor Night Fun Run 5K Banyuwangi Diikuti 700 Peserta, Napak Tilas Jejak Pendiri GP Ansor Lewat Rute Bersejarah. (banyuwangikab.go.id)
Ansor Night Fun Run 5K Banyuwangi Diikuti 700 Peserta, Napak Tilas Jejak Pendiri GP Ansor Lewat Rute Bersejarah. (banyuwangikab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID – Cara unik memperingati Hari Lahir Gerakan Pemuda (GP) Ansor ke-92 ditunjukkan PC GP Ansor Banyuwangi. Tidak sekadar menggelar seremoni, organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama tersebut mengajak ratusan peserta berlari menyusuri jejak sejarah para pendiri Ansor melalui event Ansor Night Fun Run 5K yang berlangsung meriah pada Sabtu malam (30/5/2026).

Sebanyak 700 peserta dari berbagai kalangan memadati kawasan Gelanggang Seni dan Budaya (Gesibu) Blambangan. Mereka terdiri atas kader Ansor, badan otonom Nahdlatul Ulama (NU), komunitas lari, hingga masyarakat umum yang ingin merasakan pengalaman berbeda dalam olahraga malam sekaligus mengenal sejarah perjuangan ulama pendiri GP Ansor.

Antusiasme peserta terlihat sejak sebelum start. Tak hanya berasal dari Banyuwangi, peserta juga datang dari berbagai daerah seperti Indramayu, Ponorogo, Pasuruan, Situbondo, hingga sejumlah kota lainnya.

Berbeda dengan event lari pada umumnya, Ansor Night Fun Run 5K mengusung konsep sport tourism berbasis sejarah. Para peserta diajak menyusuri rute yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan lahirnya GP Ansor di Banyuwangi.

Start dari Gesibu Blambangan, peserta berlari melewati sejumlah titik bersejarah, mulai kawasan kelahiran Kyai Saleh Lateng di Kelurahan Lateng, Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi, kawasan Perliman, hingga berakhir di Taman Blambangan.

Ketua Ansor RUN, Dani Ainur Rofiq, mengatakan konsep tersebut sengaja dirancang untuk mengenalkan sejarah perjuangan para ulama kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih dekat dengan tren masa kini.

Menurut dia, Banyuwangi memiliki peran penting dalam sejarah lahirnya GP Ansor. Salah satu tokoh sentral yang menjadi bagian dari perjalanan organisasi tersebut adalah Kyai Saleh Lateng.

"Di Banyuwangi ada jejak sejarah perjuangan salah satu pendiri GP Ansor, yakni Kyai Saleh Lateng. Bersama KH Abdul Wahab Chasbullah, beliau menjadi tokoh penting dalam berdirinya GP Ansor yang dideklarasikan di Banyuwangi pada 24 April 1934," ujarnya.

Dani menjelaskan, sejarah tersebut selama ini belum banyak diketahui oleh kalangan muda. Karena itu, pihaknya mencoba mengemas napak tilas sejarah dengan konsep olahraga yang sedang digemari masyarakat.

"Napak tilas sejarah itu kami kemas secara kekinian melalui event lari ini. Tujuannya agar generasi muda lebih mengenal sejarah perjuangan para pendiri GP Ansor tanpa harus merasa sedang mengikuti kegiatan yang formal," katanya.

Tingginya minat peserta menunjukkan bahwa pendekatan tersebut mendapat respons positif. Bahkan kuota peserta yang disiapkan panitia berhasil terisi penuh.

Selain menjadi sarana olahraga dan edukasi sejarah, kegiatan tersebut juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antar kader muda NU dari berbagai daerah.

Ketua GP Ansor Banyuwangi, Arvy Rizaldy, mengapresiasi kreativitas kader Ansor yang mampu menghadirkan kegiatan bernilai edukatif dengan kemasan modern.

Menurutnya, generasi muda saat ini membutuhkan ruang aktivitas yang tidak hanya menyehatkan secara fisik, tetapi juga memperkuat identitas sejarah dan kebangsaan.

"Ini menjadi inisiatif yang sangat baik. Bisa menjadi kultur baru bagi generasi muda. Mereka mendapatkan manfaat kesehatan melalui olahraga, sekaligus memperoleh nilai sejarah, kebersamaan, dan semangat perjuangan yang diwariskan para pendiri Ansor," ujarnya.

Arvy berharap konsep serupa dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak generasi muda yang mengenal sejarah lahirnya GP Ansor di Banyuwangi.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi Dwi Handayani menilai kegiatan tersebut selaras dengan program penguatan karakter dan ketahanan pemuda.

Menurutnya, olahraga tidak hanya membangun kesehatan jasmani, tetapi juga mampu menjadi media pembelajaran nilai-nilai sosial, spiritual, dan kebangsaan.

"Dispora sangat mendukung agenda ini karena sejalan dengan visi pembangunan ketahanan jasmaniah dan mentalitas pemuda," katanya.

Yani menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bentuk refleksi atas perjuangan para ulama pendiri GP Ansor sekaligus mendorong tumbuhnya generasi muda yang sehat, produktif, dan mandiri.

Tidak hanya itu, dampak ekonomi juga ikut dirasakan masyarakat. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, panitia menghadirkan Pasar Sahabat yang melibatkan sekitar 20 pelaku UMKM binaan Ansor Banyuwangi.

Keberadaan pasar UMKM tersebut menjadi ruang promosi sekaligus peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha lokal yang turut meramaikan acara.

"Night Fun Run 5K bukan sekadar mengejar garis finis. Ini adalah simbol langkah konsisten pemuda untuk terus bergerak maju, membangun kesehatan, memperkuat persaudaraan, serta menjaga warisan sejarah yang dimiliki bangsa," tegas Yani.

Kesuksesan Ansor Night Fun Run 5K membuktikan bahwa sejarah dapat dikenalkan dengan cara yang lebih kreatif dan relevan dengan generasi muda. Melalui olahraga, semangat perjuangan para pendiri GP Ansor kembali dihidupkan dan diwariskan kepada generasi penerus. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Ansor Night Fun Run 2026 #Hari Lahir Ansor ke-92 #Kyai Saleh Lateng #Night Run Banyuwangi #GP Ansor Banyuwangi