Ratusan Pembalap dari Berbagai Daerah Ramaikan BCL 2026, Jadi Ajang Pembinaan Atlet hingga Penggerak Ekonomi Banyuwangi
RADARBANYUWANGI.ID – Banyuwangi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga balap sepeda nasional. Melalui gelaran Banyuwangi Criterium League (BCL) 2026 yang berlangsung di Jalan Ahmad Yani, Sabtu (30/5), puluhan juara baru lahir dari berbagai kategori usia, mulai atlet usia dini hingga pembalap elite.
Ajang yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia tersebut tidak hanya menjadi arena perebutan podium, tetapi juga panggung regenerasi pembalap nasional yang selama ini terus didorong oleh pendiri Cycling Nusantara Network (CNN), dr Agung Mulyono.
Persaingan berlangsung sengit sejak kategori usia dini hingga elite. Para pembalap muda menunjukkan kemampuan terbaik mereka dalam menaklukkan lintasan cepat di pusat Kota Banyuwangi, disaksikan komunitas sepeda, keluarga atlet, dan masyarakat yang memadati area perlombaan.
Sejumlah nama baru berhasil mencuri perhatian dengan menempati podium tertinggi di masing-masing kategori.
Pada kategori BMX Anak Open U-12, gelar juara diraih Ghaisan Hasnun Abyasa. Sementara kategori Road Bike Anak Open U-12 dimenangkan Fais Azhar Ganesha.
Di kelompok Pra Youth, Nayla Fitrianingrum tampil sebagai juara kategori Women Pra Youth, sedangkan Orial Jordi Abdad menjadi yang terbaik pada kategori Men Pra Youth.
Persaingan ketat juga terjadi di kategori Youth. Yasmine Assyakira sukses menjadi juara Women Youth, sedangkan Anak Agung Ngurah Ananda keluar sebagai pemenang Men Youth.
Untuk kategori Women Open, gelar juara diraih Chrismonita Dwi Putri. Sementara Muhammad Azril menjadi yang tercepat di kelas Men Junior.
Pada kategori paling bergengsi, Men Elite, Noka Wibisono berhasil merebut podium tertinggi setelah mengungguli sejumlah pesaingnya.
Adapun kategori Fixie Junior dimenangkan Muhammad Ayyub, sedangkan Angga Dwi Wahyu menjadi juara pada kategori Fixie Senior.
Pendiri Cycling Nusantara Network (CNN), dr Agung Mulyono, menegaskan bahwa Banyuwangi Criterium League tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata. Menurutnya, keberadaan kelas berjenjang dari kelompok usia dini hingga elite merupakan strategi penting untuk mencetak atlet-atlet masa depan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“BCL bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, tetapi juga wadah pembinaan atlet secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur tersebut menjelaskan bahwa regenerasi menjadi salah satu tantangan utama dalam dunia olahraga prestasi. Karena itu, kompetisi yang memberikan ruang bertanding bagi berbagai kelompok umur sangat dibutuhkan untuk menjaga kesinambungan prestasi balap sepeda Indonesia.
Menurutnya, semakin banyak atlet muda yang memperoleh pengalaman kompetisi sejak dini, semakin besar peluang lahirnya pembalap berkualitas yang mampu mengisi level profesional di masa mendatang.
Selain berdampak pada pembinaan olahraga, pelaksanaan BCL juga memberikan efek ekonomi yang signifikan bagi Banyuwangi. Kedatangan ratusan atlet, ofisial, keluarga peserta, komunitas sepeda, hingga pendukung dari berbagai daerah ikut menggerakkan berbagai sektor usaha lokal.
Mulai hotel, penginapan, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merasakan dampak positif dari meningkatnya aktivitas wisata olahraga atau sport tourism yang berkembang di Banyuwangi.
“Event seperti ini tidak hanya membina atlet, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM,” ungkap Agung.
Rangkaian BCL 2026 kemudian ditutup dengan kegiatan gowes bersama yang digelar Minggu (31/5). Sahabat Dokter Agung (SDA) bersama komunitas goweser dari berbagai daerah mengikuti kegiatan bersepeda dari Hotel Surya New Jajag menuju kawasan Taman Nasional Alas Purwo.
Kegiatan tahunan tersebut mengusung konsep 3B, yakni Bikin Sehat, Bikin Guyup, dan Bikin Happy. Selain berolahraga, peserta juga diajak menikmati panorama Banyuwangi sekaligus melihat kondisi infrastruktur jalan di sepanjang rute yang dilalui.
Agung mengatakan kegiatan gowes bersama tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus sarana memperkuat budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Sebagai penggagas kegiatan, pria yang dikenal sebagai Putra Purwo itu juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan Banyuwangi Criterium League 2026.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Bank Jatim, Bank UMKM Jatim, Polresta Banyuwangi, Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Jawa Timur, Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, serta Chainmistry Event Organizer yang turut berkontribusi dalam pelaksanaan event tersebut.
Dengan semakin besarnya partisipasi peserta dan tingginya antusiasme masyarakat, Banyuwangi Criterium League diharapkan terus menjadi salah satu kalender balap sepeda bergengsi di Indonesia. Tidak hanya melahirkan juara-juara baru, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun regenerasi atlet nasional sekaligus menggerakkan perekonomian daerah melalui sport tourism. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin