Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Veda Ega Pratama Bikin Eropa Geger, Debut Rookie Indonesia Disebut Lebih Explosive dari Rossi dan Marquez

Ali Sodiqin • Rabu, 27 Mei 2026 | 13:10 WIB
Veda Ega Pratama bikin heboh Moto3 2026 usai comeback dari posisi 17 di Jerez. Rider Indonesia kokoh sebagai rookie terbaik musim ini. (Tangkapan Layar SC YouTube)
Veda Ega Pratama bikin heboh Moto3 2026 usai comeback dari posisi 17 di Jerez. Rider Indonesia kokoh sebagai rookie terbaik musim ini. (Tangkapan Layar SC YouTube)

RADARBANYUWANGI.ID – Nama Veda Ega Pratama kini tak lagi sekadar menjadi kejutan di Moto3 2026. Pembalap muda Indonesia tersebut mulai menjelma menjadi salah satu rookie paling menyita perhatian di paddock grand prix dunia.

Menjelang Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello akhir pekan ini, sorotan terhadap rider andalan Honda Team Asia semakin tajam. Penampilan konsisten sepanjang musim membuat Veda mulai disejajarkan dengan rookie elite Moto3 dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan, sejumlah media Eropa mulai berani membandingkan gaya balap serta mentalitas Veda dengan dua legenda MotoGP, Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Perbandingan tersebut muncul bukan tanpa alasan. Veda dinilai memiliki kombinasi agresivitas, keberanian duel, serta kecerdasan membaca ritme balapan yang jarang dimiliki rookie seusianya.

Yang paling membuat paddock Moto3 mulai terkejut adalah kemampuan pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut bertahan di papan atas klasemen sementara.

Di tengah ketatnya persaingan Moto3 yang dikenal sebagai kelas paling brutal dan sulit diprediksi, Veda justru tampil stabil sepanjang musim debutnya.

Selepas Moto3 Catalunya 2026, Veda sukses mempertahankan posisi lima besar klasemen sementara, pencapaian yang dianggap luar biasa untuk rider rookie berusia 17 tahun.

Moto3 sendiri dikenal sebagai kategori balap dengan selisih waktu sangat tipis antar pembalap. Satu kesalahan kecil saja bisa membuat rider tercecer jauh dari grup depan.

Namun Veda mampu menunjukkan kualitas yang biasanya hanya dimiliki pembalap elite: konsistensi.

Dalam beberapa seri terakhir, gaya balapnya juga terlihat jauh lebih matang. Ia tidak lagi terlalu memaksakan duel di setiap tikungan dan mulai memahami momentum terbaik untuk menyerang ataupun menjaga ritme.

Perkembangan cepat itulah yang membuat sejumlah pengamat Eropa mulai kagum.

Beberapa media Italia bahkan menyebut awal karier Veda di Moto3 terasa lebih eksplosif dibanding debut Rossi maupun Marquez ketika pertama kali menembus level grand prix dunia.

Perhatian besar terhadap Veda semakin meningkat setelah aksi comeback gilanya di Moto3 Catalunya.

Saat itu, ia memulai balapan dari posisi ke-20, namun mampu melesat hingga finis di posisi kedelapan setelah terlibat duel sengit sepanjang balapan.

Penampilan tersebut memperlihatkan kualitas mental bertarung Veda yang dianggap sangat matang untuk ukuran rookie.

Kini, Mugello menjadi panggung pembuktian berikutnya.

Sirkuit sepanjang 5,25 kilometer milik Ferrari itu bukan lintasan asing bagi Veda. Musim lalu saat tampil di ajang Red Bull MotoGP Rookies Cup, ia sukses mencetak double winner di Mugello.

Rekor tersebut membuat banyak pengamat percaya peluang Veda kembali bersinar di Italia sangat terbuka.

Namun di tengah pujian besar terhadap performanya, Honda Team Asia justru mulai mendapat tekanan serius.

Tim asal Jepang itu disorot akibat masalah teknis motor yang dialami Veda menjelang Moto3 Italia 2026.

Beberapa laporan menyebut motor Honda milik pembalap Indonesia tersebut mengalami kendala teknis pada sesi penting sebelum balapan di Mugello.

Situasi itu langsung memicu kritik terhadap manajemen tim, termasuk kepada mantan pembalap MotoGP sekaligus manajer tim, Hiroshi Aoyama.

Sejumlah pengamat menilai Honda Team Asia belum sepenuhnya mampu menyediakan paket motor yang ideal untuk perkembangan pesat Veda musim ini.

Padahal Mugello dikenal sebagai sirkuit yang sangat sensitif terhadap performa mesin.

Trek lurus panjang dan karakter high speed membuat akselerasi serta top speed menjadi faktor vital dalam perebutan posisi di grup depan.

Jika motor tidak bekerja optimal, pembalap akan kesulitan bertahan dalam duel slipstream khas Moto3 yang sangat agresif.

Karena itu, banyak pihak mulai percaya bahwa Veda sebenarnya berpotensi tampil jauh lebih mengerikan apabila mendapatkan dukungan teknis yang benar-benar kompetitif.

Dengan mentalitas kuat, pengalaman manis di Mugello, dan performa yang terus meningkat, Veda kini bukan hanya menjadi harapan Indonesia, tetapi mulai dianggap sebagai ancaman baru di Moto3 dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Moto3 Italia 2026 #marc marquez #Honda Team Asia #valentino rossi #veda ega pratama