Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Duel Panas Veda Ega vs Hakim Danish di Moto3 Italia 2026, Rivalitas Rookie ASEAN Memanas di Mugello

Ali Sodiqin • Rabu, 27 Mei 2026 | 21:01 WIB
Hakim Danish (13), Marco Morelli (97), dan Veda Ega Pratama (9) di Jerez. (Instagram/hakimdanish_13)
Hakim Danish (13), Marco Morelli (97), dan Veda Ega Pratama (9) di Jerez. (Instagram/hakimdanish_13)

RADARBANYUWANGI.ID – Persaingan panas dua talenta muda Asia Tenggara dipastikan kembali membakar arena Moto3 2026 saat seri Italia digelar di Sirkuit Mugello akhir pekan ini. Sorotan tajam publik kini tertuju pada duel pembalap Indonesia Veda Ega Pratama melawan rider Malaysia Hakim Danish yang mulai mencuri perhatian sepanjang musim debut mereka di grand prix dunia.

Pertarungan dua rookie ASEAN itu diprediksi menjadi salah satu cerita paling menarik di Moto3 Italia 2026. Keduanya datang dengan modal berbeda untuk menaklukkan Mugello, sirkuit legendaris yang dikenal brutal dengan karakter trek cepat dan duel slipstream yang kerap berlangsung hingga tikungan terakhir.

Namun, jika berbicara soal rekam jejak di Mugello, Veda Ega jelas memiliki modal psikologis yang sangat kuat.

Pembalap muda andalan Honda Team Asia tersebut pernah tampil dominan di lintasan sepanjang 5,25 kilometer itu ketika masih berlaga di ajang Red Bull Rookies Cup musim 2025.

Kala itu, rider asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut sukses mencetak double winner setelah menyapu bersih kemenangan race 1 dan race 2 sekaligus.

Pada balapan pertama, Veda tampil impresif menaklukkan pembalap Spanyol, David Gonzales. Sementara di race kedua, ia memenangkan duel sengit kontra Hakim Danish hingga garis finis.

Catatan itu membuat Mugello kini dianggap sebagai salah satu trek favorit Veda Ega.

Konsistensi Veda di Mugello juga terbilang sangat menjanjikan. Pada Red Bull Rookies Cup 2024, pembalap berusia 17 tahun tersebut berhasil finis kelima di race pertama dan kedelapan pada race kedua.

Artinya, dalam empat penampilan terakhir di Mugello, Veda selalu mampu bertahan di zona kompetitif.

Tak heran jika pembalap Indonesia itu kini mulai disebut sebagai salah satu rookie paling menjanjikan di Moto3 musim ini.

Bahkan, aksi comeback sensasionalnya di GP Catalunya beberapa waktu lalu semakin mengangkat pamornya di paddock Moto3.

Saat itu, Veda memulai balapan dari posisi ke-20, namun secara luar biasa mampu merangsek hingga finis di urutan kedelapan.

“Bahkan dengan beberapa kesalahan kecil pada lap terakhir, finis di posisi delapan besar setelah start dari posisi ke-20 sangat bernilai. Ini menjadi motivasi untuk Mugello,” ujar Veda.

Selain performa balapnya yang terus meningkat, pembalap muda Indonesia tersebut juga sempat dikabarkan mulai dilirik akademi balap milik legenda MotoGP Valentino Rossi, VR46.

Meski demikian, Hakim Danish bukan lawan yang bisa dianggap remeh.

Pembalap MT-Helmets MSI itu memang belum pernah menang di Mugello, tetapi memiliki pengalaman lebih panjang dibanding Veda.

Danish mulai tampil di Red Bull Rookies Cup sejak 2023, satu musim lebih awal dibanding rivalnya asal Indonesia tersebut.

Dengan demikian, rider Malaysia itu sudah enam kali mencicipi karakter ekstrem Mugello, sementara Veda baru empat kali tampil.

Pada musim debutnya tahun 2023, Danish gagal finis di race pertama sebelum bangkit merebut posisi keenam pada race kedua.

Musim berikutnya, ia tampil lebih stabil dengan finis ketujuh dan keenam.

Puncaknya terjadi pada musim 2025 ketika Danish berhasil meraih podium ketiga di race kedua setelah sebelumnya terseok di posisi ke-13 pada race pertama.

Performa Danish juga menunjukkan peningkatan signifikan di GP Catalunya.

Pembalap Malaysia itu sempat mengejutkan grup depan setelah bertarung di posisi podium sebelum akhirnya finis ketujuh.

“Setelah ini saya harus lebih agresif, terutama ketika berada di grup depan. Baik saat menyalip maupun mempertahankan ritme balapan. Bagaimanapun, ini pengalaman terbaik untuk saya,” tegas Danish.

Kini Mugello akan menjadi panggung pembuktian dua rookie ASEAN yang mulai mengguncang persaingan Moto3 dunia.

Dengan karakter trek lurus panjang, tikungan cepat, dan area pengereman ekstrem, duel Veda Ega dan Hakim Danish diprediksi berlangsung sengit sejak sesi latihan hingga balapan utama.

Jika mampu menjaga konsistensi dan membaca ritme balapan seperti di Catalunya, peluang Veda untuk kembali menembus zona 10 besar atau bahkan meraih podium di Moto3 Italia 2026 terbuka sangat lebar.

Sementara Danish akan mencoba memanfaatkan pengalaman serta agresivitasnya demi menghambat laju rival terberatnya dari Indonesia tersebut. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Moto3 2026 #Moto3 Italia 2026 #hakim danish #mugello #veda ega pratama