Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Veda Ega Pratama Diburu Brian Uriarte dan Hakim Danish di Moto3 Italia 2026, Status Rookie Terbaik Makin Panas

Ali Sodiqin • Selasa, 26 Mei 2026 | 15:30 WIB
Veda Ega Pratama siap duel lawan Brian Uriarte dan Hakim Danish di Moto3 Italia 2026. Perebutan rookie terbaik makin panas di Mugello. (Instagram @agusgunawan4488)
Veda Ega Pratama siap duel lawan Brian Uriarte dan Hakim Danish di Moto3 Italia 2026. Perebutan rookie terbaik makin panas di Mugello. (Instagram @agusgunawan4488)

RADARBANYUWANGI.ID – Persaingan perebutan status rookie terbaik Moto3 2026 dipastikan semakin memanas saat seri MotoGP Italia digelar di Sirkuit Mugello pada 29–31 Mei mendatang. Sorotan utama publik Asia kini tertuju kepada Veda Ega Pratama yang mulai menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu debutan paling menjanjikan musim ini.

Namun jalan Veda menuju status rookie terbaik tidak akan mudah. Dua rival muda, Brian Uriarte dan Hakim Danish, dipastikan siap memberikan tekanan besar pada seri Mugello.

Ketiganya kini menjadi bagian dari persaingan paling menarik di kelas Moto3 musim 2026.

Veda memang datang dengan modal mentereng. Tetapi Brian Uriarte dan Hakim Danish juga tengah berada dalam momentum positif setelah mendapatkan banyak pelajaran penting dari seri Catalunya beberapa waktu lalu.

Mugello Jadi Trek Favorit Veda Ega

Di atas kertas, Veda Ega Pratama memiliki keuntungan besar menghadapi Moto3 Italia 2026.

Pembalap muda asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta itu memiliki kenangan manis bersama Sirkuit Mugello saat masih tampil di level junior.

Pada ajang Red Bull Rookies Cup Italia 2025, Veda tampil luar biasa dengan menyapu bersih kemenangan di race pertama maupun race kedua.

Prestasi tersebut membuat Mugello kini menjadi salah satu trek paling bersahabat bagi rider Honda Team Asia tersebut.

Kemenangan ganda di Mugello tahun lalu juga menjadi bukti bahwa Veda memiliki kemampuan adaptasi sangat baik di lintasan cepat khas Italia itu.

Faktor tersebut dipastikan akan mendongkrak rasa percaya diri Veda menghadapi balapan akhir pekan nanti.

Modal Besar untuk Berburu Rookie Terbaik

Musim debut Veda di Moto3 sejauh ini berjalan cukup impresif.

Pembalap Indonesia itu perlahan mulai konsisten meraih poin dan beberapa kali tampil kompetitif di grup depan.

Bahkan pada seri Catalunya sebelumnya, Veda berhasil mencuri perhatian setelah melakukan comeback luar biasa dari posisi start ke-20 hingga finis di urutan kedelapan.

Hasil tersebut menjadi salah satu performa rookie terbaik musim ini.

Tak heran jika nama Veda kini mulai diperhitungkan dalam perebutan status debutan terbaik Moto3 2026.

Terlebih karakter Mugello yang mengandalkan keberanian serta kemampuan slipstream dinilai sangat cocok dengan gaya balap agresif milik Veda.

Brian Uriarte Tak Mau Kalah

Meski Veda punya catatan manis di Mugello, ancaman besar tetap datang dari Brian Uriarte.

Pembalap muda Spanyol tersebut juga tampil cukup konsisten sepanjang musim 2026.

Brian Uriarte dikenal memiliki gaya balap agresif dan sangat kuat dalam duel wheel to wheel di grup depan.

Pengalamannya di lintasan Eropa menjadi keuntungan tersendiri menghadapi seri Italia.

Selain itu, Brian disebut mulai menemukan ritme terbaiknya usai seri Catalunya.

Momentum tersebut membuatnya diprediksi bakal menjadi salah satu rival utama Veda dalam perebutan poin penting di Mugello.

Hakim Danish Datang dengan Motivasi Tinggi

Sementara itu, Hakim Danish juga tidak bisa diremehkan.

Pembalap Malaysia itu tampil cukup kompetitif dalam beberapa seri terakhir dan menunjukkan perkembangan signifikan.

Pada Moto3 Catalunya 2026, Danish bahkan sempat berada di posisi kedua sebelum akhirnya finis ketujuh.

Meski gagal podium, performa tersebut memperlihatkan potensi besar rider muda Malaysia tersebut.

Danish juga mengaku mendapatkan banyak pelajaran penting dari balapan Catalunya.

Ia merasa perlu tampil lebih agresif saat berada di grup depan agar tidak kehilangan momentum.

Mentalitas tersebut bisa menjadi ancaman serius bagi Veda di Mugello nanti.

Rivalitas ASEAN Mulai Menarik Perhatian

Duel Veda dan Hakim Danish kini mulai menjadi perhatian publik Asia Tenggara.

Keduanya dianggap sebagai simbol kebangkitan pembalap ASEAN di level grand prix dunia.

Jika sebelumnya dominasi pembalap Asia lebih banyak datang dari Jepang atau Thailand, kini Indonesia dan Malaysia mulai menunjukkan potensi besar melalui Veda dan Danish.

Persaingan mereka juga dinilai positif karena mampu meningkatkan antusiasme publik Asia terhadap Moto3.

Apalagi kedua pembalap sama-sama masih sangat muda dan punya peluang berkembang lebih jauh ke Moto2 bahkan MotoGP.

Mugello Jadi Ujian Mental Rookie

Sirkuit Mugello dikenal sebagai salah satu trek paling sulit di kalender MotoGP.

Lintasan sepanjang 5,25 kilometer tersebut memiliki kombinasi straight panjang, tikungan cepat, dan area pengereman ekstrem.

Moto3 di Mugello juga terkenal sangat ketat karena efek slipstream membuat rombongan pembalap sering bertarung dalam jarak sangat rapat.

Kesalahan kecil bisa langsung membuat pembalap kehilangan banyak posisi.

Karena itu, seri Italia akan menjadi ujian mental besar bagi para rookie termasuk Veda, Brian Uriarte, dan Hakim Danish.

Pembalap yang mampu menjaga konsistensi ritme sekaligus berani mengambil keputusan cepat berpotensi keluar sebagai pembeda.

Peluang Veda Finis Podium Terbuka

Melihat performa beberapa seri terakhir, peluang Veda untuk kembali finis di zona podium cukup terbuka.

Apalagi pembalap Indonesia tersebut kini mulai semakin nyaman dengan atmosfer persaingan Moto3.

Jika mampu tampil maksimal sejak sesi latihan bebas hingga kualifikasi, bukan tidak mungkin Veda kembali menciptakan kejutan besar di Mugello.

Publik Indonesia pun berharap seri Italia menjadi momentum penting bagi Veda untuk memperkuat statusnya sebagai salah satu rookie terbaik Moto3 2026. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Moto3 Italia 2026 #Mugello Moto3 #hakim danish #veda ega pratama #Brian Uriarte