Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ratusan Atlet Pelajar SMP Bertarung di O2SN Banyuwangi 2026, Berebut Tiket ke Jawa Timur

Fredy Rizki Manunggal • Selasa, 26 Mei 2026 | 05:00 WIB
REBUT TIKET KE JATIM: Kacamata perenang lepas dalam lomba renang O2SN yang berlangsung di kolam renang GOR Tawangalun, Senin (25/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
REBUT TIKET KE JATIM: Kacamata perenang lepas dalam lomba renang O2SN yang berlangsung di kolam renang GOR Tawangalun, Senin (25/5). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Gelanggang Olahraga (GOR) Tawang Alun Banyuwangi berubah menjadi arena persaingan ratusan atlet pelajar SMP, Senin (25/5). Sebanyak 214 atlet muda dari berbagai sekolah turun bertanding dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Banyuwangi 2026 untuk memperebutkan tiket menuju ajang tingkat Jawa Timur.

Atmosfer kompetisi langsung terasa sejak pagi. Para atlet tampil membawa nama sekolah masing-masing dan berusaha menunjukkan kemampuan terbaik demi menarik perhatian tim seleksi serta meraih gelar juara di tingkat kabupaten.

Ratusan peserta tersebut berlaga pada lima cabang olahraga (cabor), yakni atletik, akuatik, bulutangkis, pencak silat, dan panjat tebing.

Total peserta terdiri dari 110 atlet putra dan 104 atlet putri. Persaingan ketat terlihat hampir di seluruh arena pertandingan, mulai lintasan atletik hingga arena pencak silat dan bulutangkis.

Kabid SMP Dinas Pendidikan Banyuwangi, Muisman, mengatakan O2SN menjadi salah satu ajang strategis untuk menjaring bibit atlet potensial sejak usia sekolah.

Menurutnya, kompetisi olahraga pelajar tidak hanya bertujuan mengejar prestasi dan medali, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter siswa.

“Ajang ini bukan hanya soal mengejar medali, tetapi juga membentuk karakter siswa agar lebih disiplin, percaya diri, dan sportif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, O2SN merupakan kompetisi olahraga berjenjang mulai tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. Karena itu, atlet yang berhasil menjadi juara di Banyuwangi nantinya akan membawa nama daerah pada ajang O2SN Jawa Timur.

“Harapannya tentu atlet-atlet Banyuwangi bisa terus berkembang dan berprestasi di level yang lebih tinggi,” katanya.

Dalam pelaksanaan tahun ini, panitia juga menyoroti masih minimnya jumlah peserta pada beberapa cabang olahraga tertentu, salah satunya panjat tebing.

Muisman berharap O2SN mampu menjadi pemicu meningkatnya minat siswa terhadap cabang olahraga yang selama ini belum terlalu populer di lingkungan sekolah.

“Ada cabor yang masih minim peserta seperti panjat tebing. Kita berharap setelah O2SN semakin banyak siswa yang tertarik ikut panjat tebing,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya objektivitas dalam proses penilaian dan seleksi atlet agar Banyuwangi benar-benar mendapatkan wakil terbaik di tingkat provinsi.

“Kita minta guru yang menjadi panitia benar-benar objektif agar muncul juara yang bisa bersaing di level provinsi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua MGMP PJOK Banyuwangi, Dedy Susanto, mengatakan seluruh guru olahraga dilibatkan dalam pelaksanaan O2SN tahun ini.

Mereka bertugas sebagai panitia, wasit, hingga dewan juri untuk memastikan seluruh pertandingan berjalan profesional dan sportif.

“Kami ingin proses seleksi berjalan objektif sehingga atlet yang terpilih benar-benar punya kualitas untuk bersaing di tingkat berikutnya,” katanya.

O2SN tingkat SMP tahun ini hanya diikuti siswa kelas 7 dan kelas 8. Sedangkan siswa kelas 9 tidak diperbolehkan mengikuti kompetisi karena berkaitan dengan ketentuan usia dan jenjang seleksi.

Dedy menjelaskan, piagam kejuaraan O2SN juga tidak dapat digunakan untuk jalur prestasi nonakademik pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA apabila diterbitkan melebihi batas waktu yang telah ditentukan.

“Jadi kalau digunakan untuk SPMB ke SMA juga tidak bisa, karena maksimal untuk piagam yang digunakan jalur prestasi nonakademik bulan Maret,” tandasnya.

Ajang O2SN Banyuwangi 2026 diharapkan menjadi wadah lahirnya atlet-atlet muda potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di level Jawa Timur hingga nasional. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#O2SN Banyuwangi 2026 #Atlet pelajar SMP #O2SN Jawa Timur #dinas pendidikan banyuwangi #gor tawang alun