RADARBANYUWANGI.ID - Persaingan rookie Moto3 2026 semakin panas setelah seri Catalunya menghadirkan drama dan pertarungan sengit di lintasan. Meski gagal finis podium, pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama masih kokoh di puncak klasemen sementara rookie Moto3 2026.
Tambahan delapan poin dari Moto3 Catalunya 2026 cukup menjaga keunggulan Veda atas rival utamanya, pembalap Spanyol Brian Uriarte, yang tampil impresif sebagai rookie terbaik di seri keenam tersebut.
Moto3 Catalunya 2026 yang digelar di Circuit de Barcelona-Catalunya pada Minggu malam WIB, 17 Mei 2026, menjadi salah satu balapan paling menentukan dalam perebutan gelar rookie terbaik musim ini.
Veda Ega Pratama Masih Kuasai Puncak Klasemen Rookie
Pembalap binaan Honda Team Asia itu kini mengoleksi total 58 poin dan masih bertahan di posisi teratas klasemen rookie Moto3 2026.
Veda unggul 16 poin atas Brian Uriarte yang terus menempel ketat di posisi kedua dengan 42 angka.
Keunggulan tersebut menjadi modal penting bagi pembalap asal Indonesia itu untuk menjaga momentum dalam perebutan gelar rookie terbaik musim ini.
Meski finis kedelapan di Catalunya, performa Veda tetap dianggap konsisten karena mampu kembali meraih poin di tengah ketatnya persaingan kelas Moto3.
Brian Uriarte Jadi Rookie Terbaik di Catalunya
Sorotan utama seri Catalunya justru mengarah kepada Brian Uriarte.
Pembalap Spanyol tersebut tampil luar biasa dengan finis di posisi keempat, sekaligus menjadi rookie terbaik pada balapan tersebut.
Uriarte hanya kalah dari tiga pembalap senior di depan, yakni:
-
Maximo Quiles
-
Alvaro Carpe
-
David Munoz
Hasil itu memperlihatkan bahwa persaingan rookie Moto3 2026 bukan hanya soal adaptasi, tetapi juga sudah masuk level perebutan posisi papan atas.
Rivalitas Veda vs Uriarte Kembali Memanas
Persaingan antara Veda Ega Pratama dan Brian Uriarte sebenarnya bukan cerita baru.
Keduanya sudah terlibat rivalitas sengit sejak tampil di Red Bull Rookies Cup 2025 musim lalu.
Saat itu, Brian Uriarte keluar sebagai juara umum, sedangkan Veda harus puas finis sebagai runner-up.
Kini, duel keduanya berlanjut di panggung Moto3 dan mulai menjadi salah satu rivalitas muda paling menarik musim ini.
Pengamat MotoGP menilai Veda dan Uriarte memiliki gaya balap agresif yang hampir serupa, terutama saat bertarung dalam rombongan besar khas Moto3.
Hakim Danish Diam-Diam Jadi Ancaman
Selain Uriarte, pembalap Malaysia Hakim Danish juga mulai menunjukkan konsistensi yang mengkhawatirkan rival-rivalnya.
Hakim kini berada di posisi ketiga klasemen rookie dengan 27 poin.
Menariknya, ia sudah dua kali finis di depan Veda musim ini.
Pertama terjadi di Moto3 Amerika Serikat 2026 ketika Hakim finis posisi 13 sementara Veda gagal menyelesaikan balapan.
Terbaru di Catalunya, Hakim kembali unggul satu posisi dengan finis ketujuh, sedangkan Veda berada tepat di belakangnya di posisi kedelapan.
Konsistensi Hakim dalam meraih poin membuat persaingan rookie Moto3 semakin terbuka.
Moto3 2026 Dinilai Jadi Generasi Rookie Terkuat
Musim Moto3 2026 disebut banyak pihak sebagai salah satu generasi rookie paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.
Selain Veda, Uriarte, dan Hakim Danish, sejumlah nama lain juga mulai mencuri perhatian seperti:
-
Casey O'Gorman
-
Rico Salmela
-
Jesus Rios
Karakter Moto3 yang terkenal ketat membuat rookie berpeluang langsung bersaing dengan pembalap berpengalaman.
Situasi itulah yang membuat perebutan gelar rookie musim ini sulit diprediksi.
Klasemen Sementara Rookie Moto3 2026
Berikut klasemen sementara rookie Moto3 2026 usai seri Catalunya:
| Posisi | Pembalap | Poin |
|---|---|---|
| 1 | Veda Ega Pratama | 58 |
| 2 | Brian Uriarte | 42 |
| 3 | Hakim Danish | 27 |
| 4 | Casey O'Gorman | 22 |
| 5 | Rico Salmela | 21 |
| 6 | Jesus Rios | 8 |
| 7 | Leo Rammerstorfer | 8 |
| 8 | Zen Mitani | 0 |
Peluang Veda Menuju Gelar Rookie Terbaik
Dengan enam seri yang sudah berlangsung, peluang Veda untuk mempertahankan posisi puncak masih terbuka lebar.
Namun tantangan dipastikan semakin berat karena para rival mulai menemukan ritme terbaik mereka.
Konsistensi meraih poin akan menjadi faktor paling penting bagi Veda dalam menjaga keunggulan hingga pertengahan musim.
Apalagi Moto3 dikenal sebagai kelas paling sulit diprediksi di ajang MotoGP karena selisih waktu antarpembalap yang sangat tipis.
Jika mampu menjaga performa stabil dan meminimalkan kesalahan, Veda Ega Pratama berpeluang besar mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih gelar rookie terbaik Moto3. (*)
Editor : Ali Sodiqin