Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Veda Ega Pratama Dipuji Media Italia usai Comeback Sensasional di Moto3 Catalunya 2026

Ali Sodiqin • Senin, 25 Mei 2026 | 15:30 WIB
Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian setelah tampil impresif pada Moto3 Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu, 17 Mei 2026. (Tangkapan layar instagram@veda_54---)
Veda Ega Pratama kembali mencuri perhatian setelah tampil impresif pada Moto3 Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu, 17 Mei 2026. (Tangkapan layar instagram@veda_54---)

RADARBANYUWANGI.ID - Aksi luar biasa kembali ditunjukkan pebalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, pada ajang Moto3 Catalunya 2026 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu (17/5/2026). Memulai balapan dari posisi ke-20, rider muda asal Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), itu sukses menembus finis posisi kedelapan dan langsung mendapat pujian dari media Italia hingga pengamat MotoGP internasional.

Penampilan impresif Veda tidak hanya menjadi sorotan publik Indonesia, tetapi juga menarik perhatian media balap Eropa. Media Italia GP One bahkan menyebut Veda sebagai salah satu rookie terbaik dalam balapan Moto3 Catalunya 2026 setelah tampil solid dan menjadi pebalap Honda terbaik di lintasan.

“Balapan solid ditunjukkan rookie Pratama di posisi ke-8, memulai dari posisi ke-20 dan menjadi yang terbaik di antara pebalap Honda hari ini,” tulis GP One seperti dikutip Disway.id.

Hasil tersebut semakin mempertegas status Veda sebagai salah satu rookie paling menjanjikan di Moto3 musim 2026. Di tengah ketatnya persaingan kelas ringan Grand Prix, pembalap binaan Honda Team Asia itu menunjukkan mentalitas bertarung dan konsistensi yang mulai diperhitungkan rival-rivalnya.

Start dari Barisan Belakang, Veda Tampil Agresif

Perjuangan berat Veda sudah dimulai sejak sesi kualifikasi. Ia gagal lolos ke Q2 sehingga harus start dari posisi ke-20. Di Moto3, posisi start dari barisan belakang biasanya menjadi tantangan besar karena ketatnya persaingan dan minimnya celah untuk menyalip.

Namun, Veda justru mampu membalikkan keadaan dengan performa agresif dan penuh kontrol. Sejak lap awal, ia langsung menembus rombongan tengah sebelum perlahan merangsek ke grup depan yang bersaing memperebutkan posisi lima besar.

Dalam balapan yang berlangsung penuh aksi slipstream dan duel wheel to wheel tersebut, Veda tampil tenang dan presisi. Teknik pengereman agresif serta keberaniannya saat masuk tikungan menjadi salah satu faktor utama keberhasilannya naik 12 posisi.

Sejumlah pengamat MotoGP bahkan menilai gaya balap Veda terlihat jauh lebih matang dibanding mayoritas rookie lain musim ini.

Media Italia Soroti Mental Bertarung Veda

Performa pebalap berusia 17 tahun itu menjadi salah satu topik utama media balap Eropa usai balapan Catalunya. Tidak sedikit yang mulai menyebut Veda sebagai rising star baru Asia di kelas Moto3.

Selain karena hasil finis yang impresif, Veda dianggap memiliki daya juang tinggi setelah mampu bangkit dari situasi sulit. Dalam beberapa lap terakhir, ia bahkan sempat terlibat duel ketat dengan sejumlah rider papan tengah Eropa.

Pujian juga datang dari mantan juara dunia sekaligus manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama. Menurut Aoyama, Veda menunjukkan mental kuat dan kemampuan menjaga fokus di tengah balapan yang sangat kompetitif.

“Dia tidak menyerah meski start dari posisi jauh di belakang. Itu menunjukkan karakter pembalap besar,” ujar Aoyama.

Hakim Danish Juga Bersinar

Selain Veda, perhatian publik Asia Tenggara juga tertuju kepada Hakim Danish. Rider asal Malaysia tersebut tampil konsisten sepanjang akhir pekan dan berhasil finis di posisi ketujuh.

Penampilan dua pembalap Asia Tenggara itu menjadi bukti bahwa talenta muda dari kawasan Asia mulai mampu bersaing di level tertinggi balap motor dunia.

Sementara itu, gelar juara Moto3 Catalunya 2026 diraih Maximo Quiles dari Aspar Team. Quiles sukses mengungguli Alvaro Carpe dan David Munoz dalam duel sengit perebutan podium.

Meski gagal naik podium, performa Veda tetap menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan usai balapan.

Rival Mulai Perhitungkan Veda

Persaingan ketat Veda dengan sejumlah rider top Moto3 mulai menunjukkan bahwa pembalap Indonesia itu bukan lagi sekadar pelengkap grid. Ia kini perlahan dianggap ancaman nyata di lintasan.

Pembalap Valentin Perrone bahkan mengakui kualitas persaingan Moto3 musim ini sangat tinggi, termasuk tekanan dari Veda yang tampil agresif sepanjang balapan.

Di sisi lain, Maximo Quiles juga menilai persaingan di Moto3 2026 semakin sulit karena banyak rookie tampil mengejutkan.

Persaingan beberapa kali terjadi langsung antara Quiles dan Veda di lintasan Catalunya. Situasi tersebut semakin memperlihatkan bahwa pebalap Indonesia mulai mendapat respek dari rival-rival Eropa.

Konsistensi Jadi Modal Besar

Moto3 2026 menjadi musim penting bagi perkembangan karier internasional Veda Ega Pratama. Dari enam seri yang sudah berlangsung, ia tercatat lima kali finis di posisi 10 besar.

Catatan tersebut membuat namanya terus naik dalam pembicaraan paddock Moto3. Konsistensi performa di berbagai karakter sirkuit juga memperlihatkan kemampuan adaptasi yang sangat baik untuk ukuran rookie.

Jika mampu menjaga tren positif tersebut, bukan tidak mungkin Veda akan segera meraih podium pertamanya di Moto3 musim ini.

Kini perhatian publik balap Indonesia dan Asia semakin tertuju kepada perjalanan rider muda kebanggaan Tanah Air tersebut dalam menembus persaingan keras Grand Prix dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Moto3 Catalunya 2026 #rookie terbaik Moto3 #Veda Moto3 #Honda Team Asia #veda ega pratama