Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kemenpar Pilih Banyuwangi Jadi Pembuka Geopark Run Series 2026, Ijen Geopark Run Siap Gaet Ribuan Pelari

Ali Sodiqin • Senin, 25 Mei 2026 | 08:00 WIB
Kemenpar menunjuk Banyuwangi sebagai pembuka Geopark Run Series 2026 melalui Ijen Geopark Run untuk memperkuat sport tourism nasional. (banyuwangikab.go.id)
Kemenpar menunjuk Banyuwangi sebagai pembuka Geopark Run Series 2026 melalui Ijen Geopark Run untuk memperkuat sport tourism nasional. (banyuwangikab.go.id)

RADARBANYUWANGI.ID - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) resmi menunjuk Banyuwangi sebagai titik awal pelaksanaan Geopark Run Series 2026/2027. Melalui ajang bertajuk Ijen Geopark Run, Banyuwangi bakal menjadi pembuka rangkaian sport tourism nasional yang diproyeksikan diikuti ribuan pelari dari berbagai daerah hingga mancanegara.

Peluncuran Geopark Run Series dilakukan langsung Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana di Jakarta, Jumat (22/5/2026), dan dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Selain Banyuwangi, event sport tourism tersebut juga akan digelar di kawasan geopark lain di Indonesia, yakni Minang, Ciletuh, dan Belitong. Namun, Banyuwangi dipercaya menjadi seri pembuka melalui Ijen Geopark Run yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Agustus 2026.

Penunjukan Banyuwangi sebagai tuan rumah pembuka bukan tanpa alasan. Daerah berjuluk Sunrise of Java itu dinilai memiliki kesiapan destinasi wisata, infrastruktur pendukung, hingga pengalaman panjang dalam menggelar event olahraga berskala nasional maupun internasional.

Ajang ini diproyeksikan menjadi bagian penting dalam penguatan sektor sport tourism nasional sekaligus promosi potensi alam dan geowisata di kawasan Geopark Ijen.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, Geopark Run Series merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengintegrasikan olahraga dengan promosi destinasi wisata berbasis geopark.

“Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan sport tourism di Indonesia,” ujarnya, sebagaimana dilansir dari laman banyuwangikab.go.id.

Menurut Widiyanti, konsep Geopark Run Series tidak hanya menghadirkan lomba lari semata. Lebih dari itu, event tersebut juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, hingga UMKM lokal.

“Sport tourism menjadi salah satu sektor yang memiliki potensi besar bagi Indonesia. Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, kegiatan ini juga memperpanjang lama tinggal wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor akomodasi, kuliner, hingga UMKM,” katanya.

Ia menilai Indonesia memiliki banyak kawasan geopark dengan potensi luar biasa yang layak dipromosikan ke level internasional melalui pendekatan sport tourism.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat kepada Banyuwangi sebagai pembuka Geopark Run Series 2026/2027.

Menurut Ipuk, event tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat branding Banyuwangi sebagai salah satu destinasi sport tourism unggulan di Indonesia.

“Terima kasih atas kepercayaan Menpar. Tentu ajang ini menjadi kesempatan bagi Banyuwangi untuk semakin memperkenalkan potensi sport tourism dan kekayaan alam daerah kepada khalayak luas,” ujarnya.

Ipuk menjelaskan, Banyuwangi selama ini memang konsisten mengembangkan wisata berbasis olahraga atau sport tourism. Berbagai event olahraga rutin digelar dengan memanfaatkan kekuatan lanskap alam Banyuwangi sebagai daya tarik utama.

Mulai dari balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen, lomba lari lintas alam, hingga event olahraga berbasis geopark terus dikembangkan setiap tahun.

Salah satu event yang sebelumnya sukses digelar adalah Ijen Green Trail Run 2025 yang memanfaatkan kawasan Geopark Ijen sebagai lintasan utama.

Tidak hanya itu, pengembangan sport tourism juga diperluas hingga kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Di kawasan tersebut telah digelar sejumlah event seperti Duathlon Alas Purwo, Alas Purwo Jungle Run, hingga Alas Purwo Geopark Green Run.

“Tidak hanya lari, kami juga mengembangkan sport tourism lain seperti sepeda downhill hingga ajang balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen yang digelar di kawasan Geopark Ijen,” ujar Ipuk.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Geopark Run Series 2026/2027 Ihsan Ramadhi Putra menjelaskan, registrasi peserta Ijen Geopark Run mulai dibuka pada 22 Mei hingga 19 Juli 2026.

Pengambilan race pack collection (RPC) dijadwalkan berlangsung pada 21-22 Agustus 2026, sedangkan race day akan digelar pada 23 Agustus 2026 di Banyuwangi.

Setelah seri pembuka di Banyuwangi, rangkaian Geopark Run Series akan berlanjut ke Minang Geopark Run pada 1 November 2026, kemudian Ciletuh Geopark Run pada 17 Januari 2027, dan ditutup Belitong Geopark Run pada 18 April 2027.

Dengan digelarnya Ijen Geopark Run sebagai pembuka, Banyuwangi kembali mempertegas posisinya sebagai salah satu daerah pionir pengembangan sport tourism di Indonesia. Event tersebut diharapkan tidak hanya mendongkrak kunjungan wisatawan, tetapi juga memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat lokal di sekitar kawasan geopark. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Ijen Geopark Run #Geopark Run Series 2026 #kementerian pariwisata #Sport Tourism Banyuwangi #geopark ijen