Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Moto3 Catalunya 2026: Zen Mitani Frustrasi Belum Raih Poin, Veda Ega Pratama Justru Tembus 10 Besar

Ali Sodiqin • Selasa, 19 Mei 2026 | 11:47 WIB
Veda Ega dan manajer Tim Honda Team Asia Hiroshi Aoyama. (Honda Team Asia)
Veda Ega dan manajer Tim Honda Team Asia Hiroshi Aoyama. (Honda Team Asia)

RADARBANYUWANGI.ID - Balapan Moto3 Catalunya 2026 menghadirkan dua cerita yang bertolak belakang di garasi Honda Team Asia. Di satu sisi, pembalap muda Indonesia menunjukkan perkembangan menjanjikan dengan menembus posisi 10 besar. Namun di sisi lain, rekan setimnya justru kembali pulang dengan kekecewaan setelah gagal memecahkan kebuntuan poin.

Seri keenam Moto3 musim 2026 di Circuit de Barcelona, Catalunya, Spanyol, Minggu (17/5/2026), masih menjadi lintasan yang sulit bagi pembalap rookie asal Jepang, Zen Mitani.

Pembalap andalan Honda Team Asia tersebut kembali gagal menembus zona poin dan masih belum mampu mencatatkan hasil positif sejak menjalani debut musim perdananya di Moto3.

Hasil di Catalunya memperpanjang catatan negatif Mitani hingga enam seri beruntun.

Alih-alih memperbaiki posisi, ia hanya mampu mengakhiri balapan di urutan ke-22 dari total 24 pembalap yang berhasil menyentuh garis finis.

Hasil tersebut membuat Mitani hanya naik satu posisi dari tempat start awal.

Ia memulai balapan dari urutan ke-23 dan hanya memperoleh peningkatan satu tingkat sepanjang balapan berlangsung.

Bagi seorang pembalap yang sedang membangun kepercayaan diri di musim debut, hasil tersebut tentu belum sesuai harapan.

Debut Moto3 Masih Jadi Tantangan Berat bagi Zen Mitani

Moto3 dikenal sebagai salah satu kelas paling kompetitif dalam ajang Grand Prix.

Karakter balapan yang sangat rapat, persaingan ketat antarpembalap, serta kebutuhan adaptasi tinggi sering kali menjadi tantangan berat bagi rider pendatang baru.

Mitani tampaknya masih berjuang menemukan ritme terbaiknya.

Hingga seri keenam musim ini, pembalap Jepang tersebut masih belum mampu mengamankan poin pertamanya.

Catatan itu menjadi sorotan karena di sisi lain pembalap lain sesama rookie mulai menunjukkan peningkatan performa.

Apalagi di garasi yang sama, rekan setimnya justru tampil jauh lebih kompetitif.

Veda Ega Pratama Bikin Kejutan di Catalunya

Saat Mitani kesulitan keluar dari barisan belakang, Veda Ega Pratama justru kembali memperlihatkan kapasitasnya.

Pembalap muda asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut tampil impresif dengan strategi agresif sejak awal lomba.

Memulai balapan dari posisi ke-20, Veda langsung menunjukkan respons cepat sejak lampu start padam.

Pada lap pertama saja, ia berhasil menyalip tujuh pembalap sekaligus.

Lonjakan cepat itu membuatnya langsung naik ke posisi ke-13.

Pergerakan agresif Veda menjadi salah satu momen menarik sepanjang balapan.

Di tengah ketatnya persaingan rombongan tengah Moto3, kemampuan menyalip dalam jumlah besar pada lap awal bukan perkara mudah.

Sempat Naik Turun, Veda Tetap Jaga Konsistensi

Balapan sepanjang 18 putaran tersebut berjalan dinamis.

Veda beberapa kali mengalami perubahan posisi karena ketatnya pertarungan antarpembalap yang hanya terpaut jarak sangat tipis.

Namun pembalap Indonesia itu mampu menjaga fokus hingga lap terakhir.

Meski sempat mengalami pasang surut posisi, Veda berhasil menutup balapan di urutan kedelapan.

Hasil tersebut membuatnya mengamankan tambahan delapan poin.

Lebih dari sekadar perolehan angka, hasil itu menunjukkan tren perkembangan positif Veda dalam beradaptasi dengan persaingan Moto3.

Finis di posisi delapan setelah memulai balapan dari posisi ke-20 juga memperlihatkan kematangan balapan yang semakin meningkat.

Kontras di Garasi Honda Team Asia

Hasil seri Catalunya memperlihatkan kontras performa yang cukup mencolok di internal Honda Team Asia.

Di satu sisi, Veda mulai memperlihatkan perkembangan signifikan.

Sementara di sisi lain, Mitani masih berjuang mencari ritme.

Perbedaan hasil tersebut dapat dipengaruhi banyak faktor.

Mulai dari adaptasi motor, strategi balapan, kemampuan membaca ritme lomba, hingga pengalaman menghadapi persaingan di level Grand Prix.

Bagi pembalap debutan, proses belajar memang sering kali berlangsung tidak mudah.

Namun hasil Veda sekaligus memberi gambaran bahwa peluang berkembang tetap terbuka lebar.

Moto3 Catalunya 2026 mungkin menjadi akhir pekan yang sulit bagi Zen Mitani. Namun musim masih panjang, dan seri-seri berikutnya akan menjadi kesempatan penting untuk memutus tren tanpa poin yang sejauh ini masih membayangi perjalanan debutnya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#hasil Moto3 #Moto3 Catalunya 2026 #Zen Mitani #Honda Team Asia #veda ega pratama