Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Veda Ega Pratama Bangkit di Moto3 Catalunya 2026, Tembus Posisi 7 Q1 Meski Gagal ke Q2

Ali Sodiqin • Sabtu, 16 Mei 2026 | 19:45 WIB
Veda Ega Pratama tampil impresif dengan finis keempat pada Moto3 GP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans. (Honda Team Asia)
Veda Ega Pratama tampil impresif dengan finis keempat pada Moto3 GP Prancis 2026 di Sirkuit Le Mans. (Honda Team Asia)

RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menunjukkan mental bertarung luar biasa di Moto3 Catalunya 2026. Meski gagal lolos ke Q2, rider Honda Team Asia itu sukses mencuri perhatian setelah tampil kompetitif dan menembus posisi ketujuh pada sesi Q1 di Circuit de Barcelona-Catalunya, Sabtu (16/5/2026).

Veda mencatat waktu terbaik 1 menit 47,636 detik dalam sesi yang berlangsung ketat dan penuh tekanan. Catatan itu hanya terpaut 0,351 detik dari Guido Pini yang keluar sebagai pembalap tercepat Q1.

Hasil tersebut memang belum cukup membawa Veda ke babak Q2 karena hanya empat rider tercepat yang berhak lolos. Namun, peningkatan performa konsisten yang diperlihatkan pembalap asal Gunungkidul itu menjadi sinyal kuat bahwa Veda mulai menemukan ritme terbaiknya di Moto3 musim 2026.

Pembalap berusia 17 tahun tersebut dipastikan akan memulai balapan utama Moto3 Catalunya 2026 dari posisi ke-21.

Performa Veda Terus Naik Sejak FP1

Perjalanan Veda sepanjang akhir pekan di Catalunya sebenarnya tidak berjalan mulus. Pada sesi FP1, Jumat (15/5/2026), ia masih kesulitan beradaptasi dengan karakter lintasan cepat Barcelona-Catalunya.

Saat itu, Veda hanya mampu mencatat waktu 1 menit 50,142 detik dan terlempar ke posisi ke-23.

Namun situasi mulai berubah drastis di sesi FP2. Veda perlahan menemukan setting motor yang lebih nyaman dan mampu memangkas waktu lebih dari dua detik.

Atmosfer panas Catalunya terasa sejak awal FP2 dimulai pukul 14.00 WIB. Tribun Circuit de Barcelona-Catalunya dipenuhi ribuan penonton dengan atribut tim dan pembalap favorit masing-masing.

Di tengah ketatnya persaingan Moto3, Veda sempat mengalami fluktuasi posisi cukup ekstrem. Ia pernah naik ke posisi ke-11, lalu merosot hingga posisi ke-21 ketika para pembalap lain mulai mempertajam lap time mereka.

Saat sesi menyisakan sembilan menit, catatan waktunya masih tertahan di angka 1 menit 49,000 detik dan membuatnya tercecer di posisi ke-22 sementara.

Namun, pembalap Honda Team Asia itu menunjukkan respons luar biasa pada lap-lap terakhir.

Veda akhirnya menutup FP2 di posisi ke-13 dengan torehan waktu 1 menit 48,152 detik. Hasil tersebut menjadi modal penting menuju sesi kualifikasi.

Q1 Jadi Bukti Mental Bertarung Veda

Tekanan besar hadir ketika Veda harus menjalani Q1. Persaingan di sesi ini terkenal brutal karena seluruh pembalap berebut empat tiket menuju Q2.

Namun, Veda tampil cukup tenang dan mampu menjaga ritme sejak awal sesi.

Rider Indonesia itu berhasil mencatat waktu 1 menit 47,636 detik dan menutup Q1 di posisi ketujuh. Catatan tersebut memperlihatkan peningkatan hampir setengah detik dibanding waktu terbaiknya di FP2.

Yang menarik, gap Veda dengan posisi keenam hanya 0,012 detik. Sementara selisih dengan pemuncak sesi Guido Pini juga sangat tipis.

Berikut hasil tujuh besar Q1 Moto3 Catalunya 2026:

  1. Guido Pini – 1:47,285

  2. Alvaro Carpe – 1:47,382

  3. David Muñoz – 1:47,515

  4. Cormac O'Gorman – 1:47,584

  5. Scott Ogden – 1:47,608

  6. Angel Cruces – 1:47,624

  7. Veda Ega Pratama – 1:47,636

Hasil ini memperlihatkan betapa ketatnya persaingan Moto3 musim 2026. Selisih antarpembalap bahkan hanya sepersekian detik.

Meski gagal lolos ke Q2, performa Veda tetap mendapat sorotan positif karena mampu mendekati ritme pembalap-pembalap Eropa yang lebih berpengalaman.

Catalunya Jadi Ujian Berat Pembalap Moto3

Circuit de Barcelona-Catalunya dikenal sebagai salah satu trek paling menantang di kalender Moto3.

Sirkuit ini memiliki kombinasi tikungan cepat, lintasan lurus panjang, dan area pengereman keras yang menguji kestabilan motor serta keberanian pembalap.

Kesalahan kecil saja bisa membuat pembalap kehilangan banyak waktu.

Karakter lintasan Catalunya juga menuntut rider untuk memiliki feeling kuat terhadap grip ban dan kemampuan menjaga momentum di sektor-sektor cepat.

Dalam kondisi seperti itu, perkembangan performa Veda menjadi kabar positif bagi publik Indonesia.

Pembalap Honda Team Asia tersebut terlihat semakin nyaman mengendalikan motornya dari sesi ke sesi.

Peluang Veda di Balapan Utama Masih Terbuka

Meski akan start dari posisi ke-21, peluang Veda untuk menciptakan kejutan masih cukup terbuka.

Moto3 dikenal sebagai kelas paling sulit diprediksi karena slipstream dan duel rapat kerap membuat posisi pembalap berubah drastis sepanjang balapan.

Veda sendiri sudah pernah membuktikan kemampuan comeback luar biasa musim ini.

Pada Moto3 Spanyol di Jerez, ia sempat start dari posisi ke-17 namun mampu finis di posisi keenam setelah tampil agresif sepanjang balapan.

Kemampuan bertarung dalam grup besar menjadi salah satu kekuatan utama pembalap Indonesia tersebut.

Jika mampu menjaga konsistensi ritme seperti di Q1 dan menghindari kesalahan pada lap awal, bukan tidak mungkin Veda kembali menembus papan tengah bahkan mendekati grup depan.

Performa di Catalunya sejauh ini menjadi salah satu penampilan paling menjanjikan Veda Ega Pratama sepanjang Moto3 2026. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#klasemen Moto3 2026 #Moto3 Catalunya 2026 #hasil Q1 Moto3 #Honda Team Asia #veda ega pratama