Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Megawati Hangestri: Dari Jember ke Liga Korea, Kisah “Megatron” Indonesia yang Bikin Negeri Ginseng Demam Voli

Ali Sodiqin • Jumat, 15 Mei 2026 | 16:00 WIB
Megawati Hangestri Pertiwi dan Yeum Hye-seon dalam laga persahabatan melawan tim voli putri Indonesia di Indonesia Arena Jakarta. (Kemenpora.go.id)
Megawati Hangestri Pertiwi dan Yeum Hye-seon dalam laga persahabatan melawan tim voli putri Indonesia di Indonesia Arena Jakarta. (Kemenpora.go.id)

Profil Megawati Hangestri Pertiwi, Pevoli Berhijab Indonesia yang Dijuluki “Kim Yeon-koung Indonesia” di Korea Selatan

RADARBANYUWANGI.ID - Nama Megawati Hangestri Pertiwi kini bukan hanya dikenal di Indonesia. Pevoli asal Jember, Jawa Timur itu menjelma menjadi salah satu atlet voli paling populer di Korea Selatan setelah tampil menggila bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks di V-League.

Spike keras, mental baja, dan konsistensi mencetak poin membuat Megawati dijuluki “Megatron” oleh penggemar voli Tanah Air. Sementara media Korea Selatan menyebutnya sebagai “Kim Yeon-koung Indonesia”, merujuk pada legenda voli Korea Selatan Kim Yeon-koung.

Popularitasnya meledak dalam dua musim terakhir. Stadion penuh suporter Indonesia, media Korea ramai memberitakan aksinya, hingga fenomena “Demam Mega” menjadi bukti betapa besar pengaruh Megawati di kompetisi voli Korea Selatan.

Padahal, perjalanan karier Megawati tidak dibangun dalam semalam. Ada proses panjang, kerja keras, dan perjuangan bertahun-tahun hingga akhirnya namanya bersinar di panggung internasional.

Lahir di Jember, Mulai Bermain Voli Sejak Remaja

Megawati Hangestri Pertiwi lahir di Jember, Jawa Timur, pada 20 September 1999. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan dunia olahraga, khususnya bola voli.

Posturnya yang tinggi membuat Megawati cepat menonjol dibanding teman-teman seusianya. Saat remaja, ia mulai serius menekuni voli bersama klub pelajar SMA Negeri 1 Jember.

Pada usia 14 tahun, Mega mulai rutin mengikuti berbagai turnamen daerah. Bakatnya terus berkembang hingga akhirnya mendapat kesempatan tampil di level profesional.

Tahun 2015 menjadi titik awal karier besarnya ketika bergabung dengan Surabaya Bank Jatim di Livoli Divisi Utama.

Dari sana, karier Megawati melesat cepat. Ia kemudian menembus kompetisi Proliga bersama Jakarta Pertamina Fastron dan mulai dikenal sebagai salah satu opposite hitter paling berbahaya di Indonesia.

Kuliah Sambil Mengejar Mimpi Jadi Atlet

Di tengah kesibukan sebagai atlet profesional, Megawati tetap memprioritaskan pendidikan. Ia melanjutkan kuliah di jurusan Manajemen dan berhasil menyelesaikan studinya pada 2020.

Keputusan itu menunjukkan bahwa Mega tidak hanya fokus membangun karier olahraga, tetapi juga mempersiapkan masa depan di luar lapangan.

Sikap disiplin dan kerja keras itulah yang membuatnya menjadi inspirasi banyak anak muda, khususnya atlet perempuan Indonesia.

Dijuluki “Megatron” karena Spike Mematikan

Megawati dikenal sebagai pemain serba bisa. Ia mampu bermain di posisi outside hitter maupun opposite hitter.

Namun, kekuatan utamanya terletak pada spike keras dan kemampuan menyerang dari berbagai sudut. Smash-smash tajamnya kerap sulit dibendung lawan.

Karena kemampuannya itu, penggemar voli Indonesia menjulukinya “Megatron”, merujuk pada mesin penghancur yang identik dengan kekuatan besar.

Julukan tersebut semakin populer ketika Mega tampil dominan di berbagai turnamen internasional bersama Timnas Voli Putri Indonesia.

Karier Internasional Dimulai dari Thailand dan Vietnam

Sebelum menembus Liga Korea Selatan, Megawati lebih dulu menjajal kompetisi luar negeri di Asia Tenggara.

Pada 2021, ia bergabung dengan klub Thailand Supreme Chonburi-E.Tech. Pengalaman bermain di Thailand menjadi batu loncatan penting dalam pengembangan karier internasionalnya.

Setelah itu, Mega melanjutkan kiprahnya di Vietnam bersama Hà Phú Thanh Hóa pada 2022.

Penampilannya yang konsisten membuat namanya mulai diperhitungkan di level Asia.

Bersinar di Korea Selatan Bersama Red Sparks

Puncak karier Megawati terjadi saat bergabung dengan Daejeon JungKwanJang Red Sparks di V-League Korea Selatan musim 2023–2025.

Ia menjadi pevoli putri Indonesia pertama yang tampil di kompetisi elite Korea Selatan.

Debutnya langsung mencuri perhatian. Pada laga perdana melawan IBK Altos pada 17 Oktober 2023, Megawati mencetak 21 poin dan dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP), meski timnya kalah.

Sejak saat itu, namanya terus menjadi sorotan media Korea Selatan.

Mega sukses membawa Red Sparks lolos playoff untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun. Ia juga masuk jajaran pencetak poin terbanyak sepanjang musim.

Bahkan saat mengalami cedera lutut di final V-League 2024–2025, Mega tetap tampil heroik dengan mencetak 40 poin dalam salah satu pertandingan final.

Jadi Idola Baru di Korea Selatan

Popularitas Megawati di Korea Selatan berkembang sangat cepat.

Banyak suporter Indonesia datang langsung ke arena pertandingan untuk mendukungnya. Media sosial Red Sparks juga mengalami lonjakan pengikut drastis sejak kedatangan Mega.

Tidak sedikit media Korea Selatan yang menyebut kehadiran Mega memberi dampak besar terhadap popularitas V-League.

Selain karena performa di lapangan, Mega juga dikenal memiliki sikap rendah hati, murah senyum, dan disiplin tinggi.

Ia bahkan menjadi salah satu atlet berhijab pertama yang sukses mencuri perhatian di Liga Voli Korea Selatan.

Terinspirasi Shin Tae-yong

Megawati pernah mengungkapkan salah satu alasan dirinya tertarik bermain di Korea Selatan adalah karena terinspirasi oleh pelatih Timnas Sepak Bola Indonesia Shin Tae-yong.

Menurut Mega, keberhasilan Shin Tae-yong membangun sepak bola Indonesia membuatnya semakin percaya diri untuk berkarier di Korea Selatan.

Kini, Mega justru menjadi simbol baru atlet Indonesia yang sukses di Negeri Ginseng.

Gabung Hyundai E&C Hillstate Musim 2026–2027

Pada Mei 2026, Megawati resmi direkrut Hyundai E&C Hillstate untuk menghadapi musim baru V-League Korea Selatan.

Di klub barunya, ia akan berduet dengan outside hitter asal Amerika Serikat Jordan Wilson.

Pelatih Hyundai E&C, Kang Sung-hyung, menyebut Mega sebagai pemain penting yang akan menjadi pusat serangan tim musim depan.

Dengan skuad baru yang kuat, Hyundai E&C kini disebut sebagai salah satu kandidat kuat juara V-League musim 2026–2027.

Prestasi Megawati Hangestri

Prestasi Tim

Penghargaan Individu

Profil Singkat Megawati Hangestri

Kini, Megawati bukan hanya menjadi ikon voli Indonesia, tetapi juga simbol kebangkitan atlet perempuan Indonesia di level internasional. Dari Jember menuju panggung dunia, Megawati membuktikan bahwa kerja keras dan konsistensi mampu membawa mimpi setinggi apa pun menjadi kenyataan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#V-League Korea #Hyundai Hillstate #Red Sparks #Megatron #Megawati Hangestri