RADARBANYUWANGI.ID – Kepindahan Megawati Hangestri Pertiwi ke Hyundai Hillstate bukan hanya mengguncang peta persaingan Liga Voli Korea Selatan, tetapi juga memunculkan sorotan besar terhadap nilai kontraknya yang terus meroket.
Setelah dua musim bersinar bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks, Megawati kini disebut akan menerima gaji tertinggi sepanjang karier profesionalnya di Korea Selatan.
Perbandingan nominal bayaran Megawati antara saat membela Red Sparks dan kini bersama Hyundai Hillstate bahkan disebut bak bumi dan langit.
Kenaikan nilai kontrak tersebut menjadi bukti bagaimana status Megawati berubah drastis di Liga Voli Korea. Dari awalnya hanya dianggap pemain Asia Tenggara potensial, kini “Megatron” menjelma menjadi salah satu bintang asing paling bernilai di kompetisi voli elite Korea Selatan.
Megawati Panen Sukses Bersama Red Sparks
Nama Megawati mulai meledak di Korea Selatan sejak bergabung dengan Red Sparks pada musim 2023/2024.
Saat itu, banyak pihak masih meragukan kemampuan pemain Indonesia untuk bersaing di liga Korea yang dikenal memiliki intensitas tinggi dan permainan cepat.
Namun Megawati langsung mematahkan keraguan tersebut.
Bersama Red Sparks, opposite hitter asal Jember itu sukses membawa klub lolos ke playoff untuk pertama kalinya setelah tujuh tahun.
Tak berhenti sampai di situ, pada musim 2024/2025 Megawati kembali tampil luar biasa dan membawa Red Sparks menembus final Liga Voli Korea untuk pertama kalinya dalam 13 tahun.
Performanya yang konsisten membuat namanya semakin populer, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di Korea Selatan.
Popularitas Red Sparks bahkan meningkat drastis berkat efek Megawati yang berhasil menarik perhatian jutaan penggemar voli Indonesia.
Berapa Gaji Megawati Saat di Red Sparks?
Kesuksesan di lapangan ternyata berbanding lurus dengan kenaikan nilai kontraknya.
Menurut laporan media Korea Selatan Chosun, pada musim pertama bersama Red Sparks, Megawati menerima gaji sebesar USD100 ribu atau sekitar Rp1,7 miliar per tahun.
Nominal tersebut memang merupakan standar awal pemain kuota Asia di Liga Voli Korea.
Namun setelah tampil impresif pada musim debutnya, nilai kontrak Megawati langsung melonjak pada musim kedua.
Gajinya naik menjadi USD150 ribu atau sekitar Rp2,6 miliar per tahun.
Kenaikan tersebut menjadi bukti bahwa performa Megawati dianggap sangat berhasil oleh klub maupun Federasi Bola Voli Korea (KOVO).
Gaji Megawati di Hyundai Hillstate Naik Lagi
Kini, setelah resmi bergabung dengan Hyundai Hillstate pada Senin (11/5/2026), nilai kontrak Megawati dipastikan kembali meningkat.
Berdasarkan regulasi terbaru KOVO, pemain asing Asia yang memasuki musim kedua dan seterusnya berhak menerima gaji maksimal USD170 ribu atau sekitar Rp2,9 miliar per tahun.
Artinya, musim 2026/2027 akan menjadi periode dengan gaji tertinggi Megawati sejak berkarier di Korea Selatan.
Namun angka tersebut ternyata belum menjadi batas akhir.
Bisa Tembus Rp4,4 Miliar per Musim
Ada satu skenario yang membuat penghasilan Megawati berpotensi melonjak jauh lebih besar.
Jika suatu saat Megawati masuk kategori pemain asing non-Asia dan lolos seleksi kuota reguler internasional, maka nilai kontraknya bisa naik drastis.
Dalam regulasi KOVO, pemain asing non-Asia bisa menerima gaji mencapai USD250 ribu atau sekitar Rp4,4 miliar per musim pada tahun pertama.
Bahkan nominal tersebut masih bisa meningkat lagi pada musim berikutnya tergantung performa dan negosiasi kontrak.
Situasi itu memperlihatkan betapa besar peluang Megawati berkembang menjadi pemain asing elite di Liga Korea.
Efek Megawati Langsung Terasa di Hyundai Hillstate
Kepindahan Megawati ke Hyundai Hillstate langsung menciptakan dampak besar di media sosial.
Followers Instagram klub tersebut melonjak tajam hanya dalam hitungan jam setelah pengumuman resmi transfer Megawati.
Fenomena ini kembali menunjukkan besarnya basis penggemar Megawati di Indonesia.
Tidak banyak atlet voli Asia yang memiliki pengaruh digital sebesar Megawati di Liga Korea.
Efek komersial inilah yang membuat banyak klub mulai melihat pemain Indonesia bukan hanya dari sisi teknis, tetapi juga potensi pasar dan branding global.
Hyundai Hillstate Siapkan Target Juara
Berbeda dengan Red Sparks yang berstatus tim berkembang saat pertama kali dibela Megawati, Hyundai Hillstate datang dengan target jauh lebih besar.
Klub berkostum kuning tersebut merupakan salah satu tim elite Korea Selatan dengan sejarah panjang dan koleksi gelar juara.
Tekanan terhadap Megawati pun otomatis akan meningkat.
Ia kini bukan lagi sekadar pemain kejutan Asia Tenggara, melainkan salah satu pemain asing yang diharapkan mampu menjadi pembeda dalam perebutan gelar liga.
Namun melihat perkembangan performanya selama dua musim terakhir, banyak pengamat yakin Megawati mampu menjawab tantangan tersebut.
Power spike keras, mental kompetitif, dan pengalaman dua musim di Liga Korea menjadi modal penting Megawati menghadapi babak baru bersama Hyundai Hillstate.
Kini, dengan kontrak yang terus naik dan status yang semakin besar, Megawati Hangestri tak hanya menjadi ikon voli Indonesia, tetapi juga salah satu wajah baru voli Asia di level internasional. (*)
Editor : Ali Sodiqin