Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengapa Hyundai Hillstate Ngotot Boyong Megawati Hangestri ke V-League?

Ali Sodiqin • Rabu, 13 Mei 2026 | 12:00 WIB
Megawati saat masih berseragam Red Sparks. (KOVO)
Megawati saat masih berseragam Red Sparks. (KOVO)

RADARBANYUWANGI.ID - Kembalinya Megawati Hangestri Pertiwi ke panggung V-League langsung memicu kehebohan besar di Korea Selatan. Opposite hitter andalan Indonesia itu resmi direkrut Suwon Hyundai E&C Hillstate untuk menghadapi musim 2026/2027 setelah tampil impresif bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks selama dua musim terakhir.

Transfer Megawati bahkan disebut bukan perekrutan biasa. Sejumlah media Korea Selatan menilai Hillstate bergerak sangat agresif demi mengamankan tanda tangan pemain berjuluk Megatron tersebut. Klub elite V-League itu disebut sampai turun langsung ke Indonesia untuk memantau kondisi fisik Mega sekaligus memastikan proses transfer berjalan tanpa hambatan.

Tak hanya karena kualitas permainannya, kehadiran Megawati diyakini bakal mengubah peta persaingan V-League musim depan. Hillstate yang tengah membangun ulang kekuatan tim melihat Mega sebagai sosok ideal untuk menjadi pusat serangan baru mereka.

Sorotan besar media Korea terhadap transfer ini bukan tanpa alasan. Berikut tujuh faktor utama yang membuat Hyundai Hillstate begitu ngotot memboyong Megawati Hangestri.

Statistik Megawati Sudah Masuk Level Elite V-League

Selama dua musim membela Red Sparks, Megawati menjelma menjadi salah satu opposite hitter paling berbahaya di V-League. Pada musim 2024/2025, pemain asal Jember itu membukukan 802 poin hanya dari 32 pertandingan.

Jumlah tersebut membuatnya masuk jajaran top skor liga. Yang lebih mengesankan, efektivitas serangan Mega mencapai lebih dari 48 persen, angka yang dinilai sangat elite untuk kompetisi sekelas V-League.

Media Korea bahkan menyebut statistik Megawati sudah setara dengan pemain asing papan atas yang selama ini mendominasi liga. Karena itu, Hillstate melihat Mega sebagai solusi instan untuk memperkuat daya gedor tim musim depan.

Hyundai Hillstate Sedang Mencari Mesin Poin Baru

Musim lalu, Hillstate kehilangan sejumlah pemain penting di sektor serangan. Situasi itu membuat mereka membutuhkan opposite hitter baru yang siap tampil konsisten sejak awal musim.

Megawati dinilai menjadi pilihan paling ideal karena sudah memahami atmosfer kompetisi Korea Selatan. Pengalaman bermain selama dua musim bersama Red Sparks membuat proses adaptasi Mega diyakini tidak akan memakan waktu lama.

Keuntungan tersebut menjadi nilai plus besar dibanding pemain asing baru yang biasanya membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan ritme dan tekanan V-League.

Popularitas Megawati Meledak di Korea Selatan

Megawati ternyata tidak hanya sukses secara teknis di lapangan. Popularitasnya juga berkembang pesat selama bermain di Korea Selatan.

Setiap pertandingan Red Sparks yang melibatkan Mega selalu mendapat perhatian besar, termasuk dari fan Indonesia yang ikut meramaikan V-League lewat media sosial maupun tayangan streaming internasional.

Efek komersial tersebut dianggap memberi keuntungan besar bagi klub dan liga. Nama Megawati kini memiliki daya tarik kuat untuk meningkatkan penjualan merchandise, engagement digital, hingga jumlah penonton internasional.

Tak heran jika kepindahan Mega ke Hillstate langsung menjadi salah satu topik panas media olahraga Korea Selatan.

Kang Sung-hyung Sudah Lama Mengagumi Permainan Mega

Pelatih Hillstate, Kang Sung-hyung, disebut sudah lama memantau perkembangan permainan Megawati.

Sejak tampil impresif bersama Red Sparks, Mega dianggap memiliki karakter permainan yang sangat cocok dengan sistem Hillstate. Kang menyukai gaya bermain Megawati yang agresif, eksplosif, dan kuat dalam duel bola-bola tinggi.

Menurut laporan media Korea, Kang melihat Mega sebagai tipe opposite hitter modern yang mampu menjadi pusat serangan sekaligus pembeda dalam pertandingan penting.

Karena itulah, begitu kesempatan merekrut Mega terbuka, Hillstate langsung bergerak cepat.

Hillstate Sampai Turun Langsung ke Indonesia

Keseriusan Hillstate dalam merekrut Megawati terlihat dari langkah mereka yang datang langsung ke Indonesia.

Pihak klub disebut menemui Mega setelah Grand Final Proliga 2026. Pertemuan itu bukan hanya membahas detail kontrak, tetapi juga mengecek kondisi fisik sang pemain secara langsung.

Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk keseriusan luar biasa dari Hillstate dibanding klub lain yang juga dikabarkan tertarik mendatangkan Megawati.

Pendekatan langsung itu disebut menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat tercapainya kesepakatan transfer.

Cedera Lutut Mega Tak Lagi Jadi Kekhawatiran

Sebelumnya, kondisi lutut Megawati sempat menjadi perhatian. Bahkan sempat muncul rumor bahwa Mega berpotensi menjalani operasi setelah menyelesaikan musim di Indonesia.

Namun setelah bertemu langsung dengan pemain berusia 26 tahun itu, Kang Sung-hyung justru merasa optimistis.

Ia menilai kondisi fisik Megawati masih sangat baik dan tidak ada masalah serius yang bisa mengganggu performanya selama satu musim penuh di V-League.

Penilaian tersebut akhirnya membuat Hillstate semakin mantap menyelesaikan transfer Megawati.

Megawati Diyakini Bisa Mengubah Persaingan V-League

Alasan terbesar Hillstate merekrut Megawati adalah keyakinan bahwa sang pemain mampu membawa mereka kembali menjadi kandidat juara.

Media Korea menyebut Mega sebagai salah satu pemain kuota Asia terbaik yang pernah tampil di V-League. Dengan kualitas serangan, pengalaman, dan mental bertanding yang dimilikinya, Hillstate diyakini bakal menjadi salah satu tim paling berbahaya musim depan.

Tak hanya itu, klub juga dikabarkan tengah menyiapkan tandem ideal untuk Megawati di lini serang. Nama seperti Vanja Bukilic hingga Jordan Wilson masuk radar Hillstate demi membangun duet mematikan pada musim 2026/2027.

Jika kombinasi tersebut benar-benar terwujud, Hillstate berpotensi kembali menjadi penantang serius gelar juara V-League.

Megawati Kini Jadi Ikon Baru V-League Korea

Kembalinya Megawati ke Korea Selatan bukan hanya menjadi kabar besar bagi pencinta voli Indonesia, tetapi juga untuk V-League secara keseluruhan.

Mega kini telah berkembang menjadi salah satu ikon baru kompetisi voli Korea Selatan. Ia bukan lagi sekadar pemain kuota Asia, melainkan sosok bintang yang memiliki pengaruh besar di dalam maupun luar lapangan.

Karena itulah, transfer Megawati ke Hyundai Hillstate langsung memicu sorotan besar media Korea Selatan. Musim 2026/2027 pun diprediksi bakal semakin panas dengan hadirnya kembali sang Megatron di panggung V-League. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#V-League Korea #Hyundai Hillstate #Red Sparks #Megatron #Megawati Hangestri