Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Isack Hadjar Kena Tamparan Realita di Miami GP, Kepercayaan Diri Bersama Red Bull Runtuh usai Tampil Melempem dan Crash

Lugas Rumpakaadi • Senin, 11 Mei 2026 | 22:15 WIB
Isack Hadjar gagal tampil kompetitif di Formula 1 GP Miami setelah sebelumnya percaya diri dengan adaptasinya di Red Bull. (RRI)
Isack Hadjar gagal tampil kompetitif di Formula 1 GP Miami setelah sebelumnya percaya diri dengan adaptasinya di Red Bull. (RRI)

RADARBANYUWANGI.ID - Kepercayaan diri Isack Hadjar terkait proses adaptasinya di Red Bull mendapat ujian keras dalam gelaran Formula 1 GP Miami. Pembalap muda asal Prancis itu gagal menunjukkan performa kompetitif sepanjang akhir pekan dan menutup balapan dengan insiden kecelakaan.

Sebelum seri berlangsung di Miami International Autodrome, Hadjar sempat menegaskan bahwa transisinya dari Racing Bulls ke tim utama Red Bull berjalan relatif mudah. Pembalap berusia 21 tahun itu merasa sudah akrab dengan lingkungan kerja Red Bull karena telah berada dalam sistem pengembangan tim selama beberapa tahun terakhir.

“Transisi ke Red Bull sebenarnya cukup mudah. Saya tidak merasa seperti pindah ke tim baru karena sudah lima tahun bekerja dengan orang-orang Red Bull,” ujar Hadjar kepada media, dikutip RacingNews365.

Baca Juga: Mengenal Galaksi Bima Sakti, Rumah Tata Surya yang Terus Menyimpan Misteri Alam Semesta dan Diprediksi Bertabrakan dengan Andromeda

Ia juga menilai pengalaman menjalani sejumlah sesi latihan bebas bersama Red Bull membuat proses adaptasinya tidak terlalu rumit.

“Saya sudah beberapa kali tampil di FP1, jadi bukan datang ke tim baru dengan prosedur yang benar-benar asing. Bahkan setir mobilnya juga sama, jadi perpindahannya tidak terlalu besar,” tambahnya.

Pada tiga seri awal musim ini, Hadjar sempat menunjukkan potensi menjanjikan. Ia bahkan dua kali mampu mencatat hasil kualifikasi lebih baik dibanding rekan setimnya, Max Verstappen. Situasi itu membuat Hadjar dinilai mampu memberi perlawanan lebih kompetitif dibanding pendahulu-pendahulunya di kursi kedua Red Bull.

Baca Juga: Kejurkab Taekwondo Banyuwangi 2026 Diikuti 301 Atlet, Pembinaan Dinilai Makin Berkualitas

Hadjar juga mengaku cukup nyaman dengan performanya sejauh ini.

“Saya merasa sudah memberikan kemampuan terbaik dengan paket yang saya miliki. Memang hasilnya belum sesuai harapan, tetapi saya cukup nyaman untuk mengeluarkan performa maksimal,” katanya.

Namun, semua keyakinan tersebut runtuh di Miami. Hadjar kesulitan menemukan kecepatan sepanjang akhir pekan dan tertinggal sekitar satu detik dari Verstappen dalam sesi kualifikasi. Kondisinya semakin buruk setelah ia kehilangan kendali atas RB22 dan gagal menyelesaikan balapan.

Hasil tersebut membuat Hadjar baru mengoleksi empat poin dari empat seri awal musim, termasuk dua sprint race. Catatan itu menjadi kontras tajam dibanding awal musim yang sempat memunculkan optimisme besar terhadap potensinya di Red Bull.

Di sisi lain, Verstappen justru tampil semakin nyaman dengan RB22 setelah tim menghadirkan paket upgrade terbaru. Juara dunia empat kali itu mampu memaksimalkan performa mobil dan menunjukkan perbedaan signifikan dibanding Hadjar sepanjang akhir pekan di Miami.

Performa kontras kedua pembalap tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengenai sulitnya mengendarai mobil Red Bull bagi pembalap selain Verstappen. Miami GP menjadi pengingat bahwa tekanan di kursi kedua Red Bull tetap menjadi tantangan besar, bahkan bagi talenta muda yang sebelumnya tampil menjanjikan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Formula 1 Miami GP #F1 2026 #max verstappen #isack hadjar #red bull racing