RADARBANYUWANGI.ID – Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Taekwondo Banyuwangi 2026 kembali menjadi panggung pembinaan atlet muda daerah. Sebanyak 301 atlet dari berbagai kelompok usia turun bertanding di GOR Tawangalun Banyuwangi, Minggu (10/5), dalam ajang yang menjadi salah satu barometer perkembangan olahraga taekwondo di Banyuwangi.
Ratusan atlet yang ambil bagian berasal dari kategori usia taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Mereka bersaing dalam ratusan partai pertandingan yang berlangsung sepanjang hari dengan atmosfer kompetitif dan semangat sportivitas tinggi.
Ketua Taekwondo Indonesia (TI) Banyuwangi Satrio Bintang Johar mengatakan, total terdapat 301 peserta yang mengikuti Kejurkab tahun ini. Para atlet bertanding di 58 kelas putra dan 58 kelas putri dengan total 203 pertandingan.
“Pesertanya mulai TK sampai perguruan tinggi. Total ada 203 partai yang dipertandingkan,” ujarnya.
Menurut Satrio, jumlah peserta tahun ini memang mengalami penurunan dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya karena jadwal kejuaraan bertepatan dengan ujian sekolah dan persiapan sejumlah atlet menuju ajang tingkat provinsi.
“Memang ada penurunan peserta karena waktunya bersamaan dengan ujian sekolah. Ada juga yang sedang menyiapkan diri berlaga di Kejurprov,” katanya.
Meski jumlah peserta menurun, kualitas pembinaan atlet justru dinilai mengalami peningkatan signifikan. Banyak dojang dan pelatih di Banyuwangi mulai aktif mengirim atlet ke ajang tingkat provinsi maupun open tournament di berbagai daerah.
Kondisi tersebut membuat atlet yang tampil pada Kejurkab kali ini dinilai memiliki pengalaman bertanding yang lebih matang dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Dari sisi pembinaan lebih baik dibanding tahun lalu. Banyak pelatih yang sudah berani menurunkan atletnya di Kejurprov dan event open, sehingga kualitas atlet yang bertanding juga lebih siap,” ungkap Satrio.
Kejurkab Taekwondo tidak hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga sarana evaluasi hasil pembinaan atlet di tingkat klub dan sekolah. Kompetisi ini sekaligus menjadi momentum pencarian bibit atlet potensial yang dipersiapkan menuju kejuaraan lebih tinggi.
Satrio menyebut, intensitas kompetisi yang rutin digelar menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuan dan mental tanding atlet muda Banyuwangi.
Taekwondo Indonesia Banyuwangi sendiri telah menyiapkan sejumlah agenda besar sepanjang tahun 2026. Selain Kejurkab, terdapat beberapa event penting lain yang akan digelar dalam waktu dekat.
Di antaranya Rektor Cup pada September mendatang dan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Banyuwangi yang dijadwalkan berlangsung November 2026.
Menurut Satrio, frekuensi event yang cukup padat diharapkan mampu mempercepat proses pembinaan atlet sekaligus menjaga semangat kompetisi di kalangan taekwondoin Banyuwangi.
“Kalau dihitung hampir tiap dua bulan ada event. Termasuk ujian kenaikan tingkat (UKT). Kami harap ini mendorong pembinaan atlet agar lebih maksimal,” pungkasnya.
Kejurkab Taekwondo Banyuwangi 2026 juga menjadi bukti meningkatnya gairah olahraga bela diri di Banyuwangi. Dengan pembinaan yang semakin aktif dan kalender kompetisi yang rutin, Banyuwangi dinilai memiliki peluang besar melahirkan atlet taekwondo berprestasi di level provinsi hingga nasional. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin