RADARBANYUWANGI.ID – Keputusan mengejutkan datang dari bintang voli putri Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi. Opposite hitter yang dijuluki “Megatron” itu dikabarkan mundur dari Timnas Voli Indonesia, di tengah kabar besar soal karier internasionalnya yang kembali memanas.
Dalam waktu hampir bersamaan, nama Megawati justru muncul dalam daftar roster klub raksasa Korea Selatan, Hyundai E&C Hillstate, untuk musim 2026/2027. Kemunculan ini langsung memantik spekulasi luas terkait comeback-nya ke kompetisi elit V-League Korea.
Nama Megawati Masuk Roster, Sinyal Comeback Menguat
Berdasarkan data terbaru dari platform statistik voli global Volleybox, nama Megawati telah tercantum dalam daftar tujuh pemain Hyundai Hillstate per 30 April 2026.
Posisinya tetap sebagai opposite—peran yang selama ini menjadi kekuatan utama Megawati saat membela JungKwanJang Red Sparks. Masuknya nama tersebut dianggap sebagai indikasi kuat bahwa proses transfer telah rampung atau setidaknya berada di tahap final.
Ketertarikan Hyundai Hillstate sebenarnya bukan hal baru. Klub tersebut sudah mengincar Megawati sejak akhir musim 2024/2025, bahkan sempat merancang skema pertukaran pemain dengan Red Sparks. Namun saat itu, Megawati memilih menjajal karier di Liga Turki.
Kini, setelah satu musim berlalu, peluang reuni dengan V-League kembali terbuka lebar.
Performa Elite Jadi Alasan Diburu
Tak berlebihan jika Hyundai Hillstate begitu ngotot mendatangkan Megawati. Selama dua musim di JungKwanJang Red Sparks, performanya tergolong impresif.
Megawati menjadi motor serangan utama tim, dengan kontribusi signifikan baik dalam menyerang maupun bertahan. Ia bahkan mampu bersaing dengan pemain asing non-Asia yang secara fisik dan pengalaman kerap lebih unggul.
Popularitasnya di Korea Selatan juga melonjak tajam. Dukungan fanbase lokal menjadi bukti bahwa Megawati bukan sekadar pemain asing, melainkan telah berkembang menjadi ikon baru dengan nilai komersial tinggi.
Berapa Gaji Megawati di V-League?
Seiring mencuatnya kabar kepindahan, publik juga menyoroti potensi gaji Megawati di V-League Korea musim 2026/2027.
Mengacu pada regulasi Korea Volleyball Federation (KOVO), standar gaji pemain asing Asia ditetapkan:
-
Tahun pertama: USD 150 ribu (sekitar Rp2,5 miliar)
-
Tahun kedua: USD 170 ribu (sekitar Rp2,8 miliar)
Sementara pemain asing non-Asia mendapatkan bayaran lebih tinggi:
-
Tahun pertama: USD 250 ribu (sekitar Rp4,26 miliar)
-
Tahun kedua: USD 300 ribu (sekitar Rp5,11 miliar)
Namun, ada satu catatan penting. Jika pemain sempat absen satu musim, maka status gaji kembali ke kategori tahun pertama. Hal ini berpotensi berlaku bagi Megawati setelah sempat berkarier di Liga Turki.
Mundur dari Timnas, Fokus Pemulihan Cedera
Di balik keputusan besar dalam karier klubnya, Megawati juga mengambil langkah krusial dengan mundur dari Timnas Voli Indonesia.
Faktor utama yang melatarbelakangi keputusan tersebut adalah kondisi fisik, khususnya cedera lutut yang dialami sejak akhir musim 2024/2025. Jadwal padat antara kompetisi klub dan tim nasional membuat proses pemulihan tidak optimal.
Kini, Megawati memilih fokus pada rehabilitasi demi menjaga performa jangka panjang.
Meski demikian, kondisinya mulai menunjukkan progres positif. Keberhasilannya membawa Jakarta Pertamina Enduro meraih gelar juara Proliga 2026 menjadi sinyal bahwa performanya perlahan kembali ke level terbaik.
Menuju Babak Baru Karier
Masuknya nama Megawati Hangestri Pertiwi dalam roster Hyundai E&C Hillstate membuka babak baru dalam karier internasionalnya.
Jika resmi kembali ke Korea Selatan, Megawati berpeluang mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain Asia paling berpengaruh di V-League.
Kini publik tinggal menunggu pengumuman resmi dari klub. Satu hal yang pasti, setiap langkah Megawati selalu menjadi magnet perhatian—baik di Indonesia maupun di panggung voli Asia. (*)
Editor : Ali Sodiqin