RADARBANYUWANGI.ID - Perkembangan olahraga sepatu roda di Kabupaten Banyuwangi mendapat perhatian serius dari Porserosi Jatim. Daerah di ujung timur Pulau Jawa itu dinilai memiliki potensi besar untuk mencetak atlet berprestasi.
Sebagai bentuk dukungan, Porserosi Jawa Timur mendorong Banyuwangi untuk segera memiliki venue atau lintasan khusus sepatu roda guna menunjang pembinaan atlet.
Potensi Atlet Usia Dini Mulai Terlihat
Ketua Porserosi Jatim, Nurkholis, menyampaikan bahwa Banyuwangi memiliki jumlah klub sepatu roda yang cukup banyak dibanding daerah lain.
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar delapan klub aktif yang rutin melakukan pembinaan atlet. Bahkan, salah satu klub disebut memiliki hingga 70 anggota.
“Itu sudah cukup bagus. Artinya potensi dari usia dini sudah terlihat,” ujarnya usai melantik pengurus Porserosi Banyuwangi periode 2026–2030.
Pembinaan Berjenjang Jadi Kunci
Nurkholis menekankan bahwa pembinaan sejak usia dini menjadi faktor penting dalam mencetak atlet berprestasi.
Menurutnya, tingginya minat anak-anak terhadap olahraga sepatu roda harus diimbangi dengan sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
“Minat sudah ada, tinggal bagaimana pembinaan dilakukan secara serius agar bisa menghasilkan atlet berprestasi,” jelasnya.
Keterbatasan Anggaran, Perlu Kolaborasi
Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, Nurkholis menilai pengembangan olahraga tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah atau KONI.
Ia mendorong adanya kolaborasi dengan pihak swasta untuk mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet.
“Harus membuka peluang kerja sama dengan perusahaan. Kemitraan bisa jadi solusi,” tegasnya.
Venue Jadi PR Utama
Salah satu tantangan utama dalam pengembangan sepatu roda di Banyuwangi adalah belum tersedianya venue khusus.
Padahal, keberadaan lintasan standar dinilai sangat penting untuk meningkatkan kualitas latihan dan mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi.
“Ini yang masih jadi PR. Kalau venue terpenuhi, saya kira prestasi akan lebih cepat berkembang,” kata Nurkholis.
Porserosi Jatim pun berencana mendorong pengajuan pembangunan venue tersebut melalui pemerintah provinsi.
Banyuwangi Layak Jadi Tuan Rumah Event Besar
Selain potensi atlet, Banyuwangi juga dinilai memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur penunjang.
Sebagai daerah wisata, Banyuwangi telah memiliki fasilitas akomodasi dan akses transportasi yang memadai untuk menggelar event olahraga skala besar.
“Potensi atletnya sudah ada. Tinggal venue-nya saja yang perlu disiapkan,” imbuhnya.
Komitmen Daerah Dinilai Tinggi
Nurkholis juga mengapresiasi keseriusan Banyuwangi dalam mengembangkan olahraga sepatu roda.
Hal ini terlihat dari pelantikan pengurus cabang Porserosi yang menjadi yang pertama dilakukan di Jawa Timur.
Langkah tersebut menunjukkan komitmen daerah dalam membangun ekosistem olahraga yang kompetitif dan berkelanjutan.
Peluang Prestasi dan Pariwisata
Jika venue sepatu roda berhasil dibangun, Banyuwangi tidak hanya berpeluang mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan.
Hal ini tentu akan berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi lokal, seiring meningkatnya kunjungan atlet dan wisatawan.
Arah Pengembangan ke Depan
Dengan dukungan organisasi, pemerintah, dan sektor swasta, Banyuwangi dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satu pusat pengembangan olahraga sepatu roda di Jawa Timur.
Ke depan, sinergi antar pihak menjadi kunci untuk mewujudkan target tersebut, sekaligus membawa nama daerah bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin