Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

ITdBI 2026 Absen, Banyuwangi Tetap Gelar BMX Supercross dan BIG Downhill Berstatus UCI Class 1

Fredy Rizki Manunggal • Rabu, 29 April 2026 | 05:00 WIB
BERADU SKILL: Para pembalap mengikuti event Banyuwangi BMX Supercross yang digelar di sirkuit BMX Muncar tahun lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
BERADU SKILL: Para pembalap mengikuti event Banyuwangi BMX Supercross yang digelar di sirkuit BMX Muncar tahun lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Absennya ajang balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) tahun 2026 tak serta-merta mematikan geliat sport tourism di ujung timur Pulau Jawa. Pemkab Banyuwangi justru memastikan dua event internasional lain tetap digelar dan masuk kalender resmi dunia.

Dua ajang tersebut adalah Banyuwangi BMX Supercross 2026 dan Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026. Keduanya telah resmi terdaftar dalam kalender Union Cycliste Internationale (UCI) dengan kategori bergengsi Class 1—level yang menjadi rujukan perolehan poin dunia bagi para atlet.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Banyuwangi, M Alfin Kurniawan, menegaskan bahwa keberlanjutan dua event tersebut menjadi bukti konsistensi daerah dalam mengembangkan sektor sport tourism.

“Meski ITdBI tahun ini tidak digelar, kami tetap menghadirkan event internasional balap sepeda lainnya. Ini bentuk komitmen Banyuwangi menjaga ekosistem sport tourism,” ujarnya.

BMX Supercross Digelar Juni, Sirkuit Berstandar Olimpiade

Ajang Banyuwangi BMX Supercross 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Juni 2026 di Sirkuit Internasional BMX Supercross Muncar. Event ini akan mempertandingkan berbagai kategori, mulai dari kelas Challenge hingga Championship.

Kelas yang dilombakan mencakup Challenge Boys & Girls, Challenge Men, Master, hingga Championship Elite, Championship Junior, dan Championship U23. Status UCI Class 1 membuat kompetisi ini berpotensi diikuti atlet-atlet papan atas dunia.

Sirkuit BMX Muncar sendiri bukan venue biasa. Dibangun di atas lahan 4,2 hektare di Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, fasilitas ini telah direvitalisasi dengan dukungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Lintasan sepanjang 465 meter tersebut dilengkapi dua start gate setinggi 5 dan 8 meter, serta didesain dengan standar supercross Olimpiade. Bahkan, sirkuit ini dikenal sebagai salah satu trek BMX terpanjang di dunia.

Revitalisasi sirkuit turut melibatkan arsitek lintasan BMX internasional, Tom Ritzenthaler, yang berpengalaman dalam pembangunan trek berstandar global.

Sirkuit ini sebelumnya telah menjadi venue Banyuwangi BMX Supercross 2025, satu-satunya ajang BMX Racing di Indonesia yang masuk agenda resmi UCI tahun tersebut.

BIG Downhill Siap Sedot Atlet Dunia

Selain BMX, Banyuwangi juga akan menggelar Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026 pada 19–20 September 2026. Event ini akan berlangsung di Sirkuit Gantasan, dengan latar panorama kawasan pegunungan Ijen yang ikonik.

Balapan downhill ini juga telah masuk kalender UCI Class 1, menjadikannya salah satu magnet baru bagi pebalap internasional sekaligus wisatawan minat khusus.

Dengan kombinasi tantangan lintasan ekstrem dan lanskap alam khas Banyuwangi, ajang ini diproyeksikan mampu mendongkrak eksposur global daerah.

“Dengan dua event internasional ini, kami optimistis pariwisata dan ekonomi daerah tetap bergerak. Banyuwangi akan tetap menarik bagi atlet maupun wisatawan,” tegas Alfin.

Strategi Jaga Momentum Tanpa ITdBI

Selama ini, International Tour de Banyuwangi Ijen dikenal sebagai salah satu ikon sport tourism Banyuwangi. Namun, absennya ajang tersebut pada 2026 tidak membuat agenda olahraga internasional di daerah ini surut.

Pemkab Banyuwangi justru melakukan diversifikasi event dengan memperkuat cabang balap sepeda lainnya yang juga memiliki daya tarik global.

Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga kesinambungan kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi berbasis event.

Dengan dukungan infrastruktur berstandar internasional serta kalender resmi UCI, Banyuwangi tetap berada di peta penting destinasi sport tourism dunia—meski tanpa ITdBI tahun ini. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#ITdBI 2026 #UCI Class 1 #Banyuwangi BMX Supercross #Sport Tourism Banyuwangi #BIG Downhill