Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kritik Regulasi 2026 Menggema, Domenicali Pastikan F1 Tetap Sehat dan Digemari

Lugas Rumpakaadi • Senin, 27 April 2026 | 13:12 WIB
CEO F1 Stefano Domenicali tepis kritik regulasi 2026. (F1)
CEO F1 Stefano Domenicali tepis kritik regulasi 2026. (F1)

RADARBANYUWANGI.ID - Riuh kritik pembalap dan skeptisisme warganet terhadap regulasi mesin 2026 tak menggoyahkan keyakinan CEO Stefano Domenicali. Pria asal Imola, Italia, itu menegaskan bahwa Formula 1 (F1) tengah berada dalam kondisi terbaik, baik dari sisi finansial maupun popularitas.

Dalam wawancara eksklusif di The Race F1 Podcast, Domenicali menyebut suara negatif di media sosial tidak merepresentasikan gambaran besar audiens global. Ia merujuk data internal komunitas F1 Fan Voice yang beranggotakan sekitar 50 ribu orang. Hasilnya, tren kepuasan penonton justru menunjukkan peningkatan pada awal musim 2026.

“F1 tidak punya masalah apa pun, F1 dalam kondisi yang luar biasa, sekadar memastikan agar hal ini jelas bagi semua orang,” tegas Domenicali.

“Mayoritas penonton, sejak awal, sangat positif terhadap apa yang mereka lihat dalam hal aksi balapan,” imbuhnya.

Angka-angka memperkuat klaim tersebut. Meski GP Australia 2026 mengalami penurunan tingkat kepuasan, 61 persen kategori Excellent/Good dibanding 86 persen pada 2025, seri lain menunjukkan lonjakan signifikan. GP Tiongkok naik dari 50 persen menjadi 68 persen. Sementara GP Jepang, yang tahun lalu hanya mencatat 18 persen suara positif, kini melesat ke 48 persen.

Domenicali melihat adanya jurang persepsi antara kalangan teknis dan penonton umum. Para insinyur sibuk memperdebatkan kompleksitas regulasi mesin, sementara penggemar lebih peduli pada intensitas duel di lintasan.

Mantan bos tim Ferrari itu mengibaratkan pengelolaan F1 layaknya sebuah keluarga. Perdebatan teknis, menurutnya, seharusnya diselesaikan secara internal, bukan diumbar ke publik yang berpotensi merusak citra bisnis.

“Saya bukan tipe orang yang menggunakan mikrofon untuk membicarakan hal-hal yang perlu diperbaiki. Di keluarga yang baik, Anda berteriak di dalam rumah, bukan di luar. Berteriak di luar tidak akan membantu siapa pun,” ujarnya.

Lebih jauh, Domenicali menegaskan indikator kesehatan F1 tak hanya diukur dari opini daring. Antrean negara yang ingin menjadi tuan rumah balapan serta derasnya minat sponsor menjadi bukti konkret bahwa F1 tetap menjadi salah satu properti olahraga paling bergengsi di dunia.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#regulasi #kritik #Stefano Domenicali #f1