Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Tour de Banyuwangi Ijen 2026 Ditiadakan, Dampak Efisiensi Prabowo

Fredy Rizki Manunggal • Kamis, 23 April 2026 | 05:12 WIB
TERKENDALA KONDISI KEUANGAN: Tahun ini Pemkab Banyuwangi tidak bisa menggelar event ITdBI akibat efisiensi anggaran. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
TERKENDALA KONDISI KEUANGAN: Tahun ini Pemkab Banyuwangi tidak bisa menggelar event ITdBI akibat efisiensi anggaran. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Kabar mengejutkan datang dari panggung sport tourism nasional. Event balap sepeda internasional Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) dipastikan “libur” pada 2026. Bukan karena sepi peminat, melainkan imbas langsung dari kebijakan efisiensi anggaran Presiden Prabowo Subianto.

Setelah sempat bangkit pascapandemi dan digelar rutin hingga 2025, salah satu ikon pariwisata Banyuwangi itu kini harus menepi sementara. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memilih mengalihkan anggaran event ke sektor yang dinilai lebih mendesak bagi masyarakat.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengakui, keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi fiskal daerah yang tengah mengalami tekanan.

“Melihat kondisi anggaran saat ini, kemungkinan besar TdBI tidak bisa dilaksanakan tahun ini,” ujarnya.

Menurut Ipuk, pemkab tengah memprioritaskan program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Dalam situasi efisiensi, kegiatan berskala internasional seperti ITdBI harus dikaji ulang dari sisi urgensi dan manfaat jangka pendek.

“Kami fokus pada hal-hal prinsip yang benar-benar dirasakan masyarakat. Harapannya, anggaran TdBI bisa dialihkan ke program lain yang lebih mendesak,” jelasnya.

Keputusan ini menandai jeda kedua bagi ITdBI sejak pertama kali digelar pada 2012. Sebelumnya, event ini sempat terhenti selama tiga tahun akibat pandemi COVID-19, sebelum kembali digelar pada 2023 hingga 2025.

Meski demikian, Ipuk menegaskan bahwa penghentian ini bersifat sementara, bukan permanen. Pemkab tetap membuka peluang untuk menghidupkan kembali ajang tersebut ketika kondisi keuangan daerah lebih memungkinkan.

“Kami berharap tahun depan ITdBI bisa kembali digelar,” imbuhnya.

Di tengah absennya event balap sepeda tersebut, Pemkab Banyuwangi menyiapkan strategi baru melalui konsep Banyuwangi Attraction 2026. Program ini dirancang sebagai pengganti pendekatan lama yang lebih terintegrasi antara budaya, ekonomi, dan lingkungan.

Ipuk menegaskan, konsep baru ini akan memperluas peran desa sebagai pusat pertumbuhan aktivitas ekonomi dan pariwisata.

“Banyuwangi Attraction tidak hanya budaya, tapi juga ekonomi dan lingkungan. Kita ingin merangkul potensi SDM dari desa hingga seluruh Banyuwangi,” katanya.

Dalam skema tersebut, desa-desa akan diberi ruang lebih luas untuk menampilkan potensi masing-masing, mulai dari seni budaya hingga produk ekonomi lokal dan inisiatif berbasis lingkungan.

“Desa bukan hanya objek, tapi subjek. Mereka diberi kesempatan menunjukkan kekuatan yang dimiliki,” tegas Ipuk.

Langkah ini dinilai sebagai upaya reposisi strategi pariwisata Banyuwangi, dari yang semula bertumpu pada event besar berskala internasional menjadi lebih berbasis komunitas dan pemberdayaan lokal.

Namun, absennya ITdBI tetap menjadi kehilangan tersendiri. Selama lebih dari satu dekade, event ini bukan hanya menjadi magnet wisatawan mancanegara, tetapi juga simbol branding Banyuwangi sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.

Kini, pilihan realistis harus diambil. Antara menjaga gengsi event global atau memastikan anggaran daerah benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Pemkab Banyuwangi memilih opsi kedua—setidaknya untuk tahun ini. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#ITdBI 2026 #efisiensi anggaran daerah #Banyuwangi Attraction #Sport Tourism Banyuwangi #tour de banyuwangi ijen