Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

400 Siswa Ramaikan Athletics Students Competition Banyuwangi, Ajang Jaring Atlet Muda Sejak Usia TK

M Ksatria Raya • Minggu, 19 April 2026 | 08:00 WIB
ADU CEPAT: Anak usia dini yang rata-rata masuk duduk di bangku TK, mengikuti lomba atletik di GOR Tawangalun, Sabtu (18/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
ADU CEPAT: Anak usia dini yang rata-rata masuk duduk di bangku TK, mengikuti lomba atletik di GOR Tawangalun, Sabtu (18/4). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Persaingan memperebutkan masa depan atletik Banyuwangi mulai dipanaskan sejak usia dini. Lebih dari 400 pelajar, bahkan dari tingkat taman kanak-kanak, turun lintasan dalam ajang Athletics Students Competition tingkat kabupaten yang digelar di GOR Tawangalun, Jumat (18/4).

Kompetisi ini tak sekadar lomba, tetapi menjadi “arena seleksi alam” untuk menjaring bibit atlet potensial. Di tengah meningkatnya minat olahraga, pertarungan sejak level pelajar kini semakin ketat.

Baca Juga: KPK Periksa Eks Direktur LLAKA Danto Restyawan, Dalami Dugaan Fee Proyek Rel Kereta Api

Terobosan Baru: Lari 50 Meter untuk Anak TK

Tahun ini, panitia membuat gebrakan dengan membuka kategori khusus lari 50 meter bagi peserta kelahiran 2019 dan seterusnya—yang berarti masih duduk di bangku TK. Langkah ini menjadi strategi awal untuk membangun fondasi atlet sejak usia dini.

Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Banyuwangi, Agus Sujiyono, menegaskan bahwa kompetisi ini merupakan agenda rutin yang menjadi tulang punggung pembinaan atlet daerah.

Baca Juga: Harga BBM Melonjak Drastis, Pertamax Turbo hingga Dex Tembus Rekor Baru

“Ini bukan sekadar lomba, tapi upaya menjaring bibit atlet yang bisa bersaing ke level lebih tinggi, bahkan nasional,” ujarnya.

Tren Positif: Dari Dicari Jadi Diminati

Menariknya, minat terhadap atletik di Banyuwangi terus meningkat. Jika sebelumnya pengurus harus aktif mencari peserta, kini justru banyak anak yang datang sendiri untuk berlatih dan ikut kompetisi.

Fenomena ini menunjukkan perubahan besar dalam kultur olahraga pelajar. Atletik yang dulu kalah pamor, kini mulai menjadi pilihan serius bagi generasi muda.

“Sekarang anak-anak justru antusias datang sendiri. Ini perkembangan yang sangat positif,” tambah Agus.

Baca Juga: Penumpang Kereta Api Blora Jaya Naik 72,76 Persen, KAI Sebut Mobilitas Masyarakat Kian Tinggi

14 Nomor Lomba, Persaingan Ketat

Sekretaris pelaksana, Rendiyana, menjelaskan bahwa total ada 14 nomor yang dipertandingkan. Mulai dari sprint 50 meter hingga 1.000 meter, lompat jauh, hingga estafet.

Peserta berasal dari berbagai sekolah di Banyuwangi dengan rentang usia luas—mulai kelahiran 2008 hingga 2019.

“Kategori usia dini ini baru pertama kali dibuka. Tujuannya agar pembinaan atlet bisa dimulai lebih awal dan berkelanjutan,” jelasnya.

Atletik Jadi Fondasi Semua Cabang Olahraga

Sekretaris PASI Banyuwangi, Nur Rohman, menegaskan bahwa atletik merupakan dasar dari hampir semua cabang olahraga.

“Atletik itu basic. Jadi penting dikuasai sejak awal, meskipun nantinya atlet bisa berkembang ke cabang lain,” ujarnya.

Baca Juga: SOAL PAKET GABUNGAN TRY OUT TKA SD Bahasa Indonesia dan Matematika: Model HOTS dan Simulasi Mini seperti CBT

Pernyataan ini menegaskan bahwa investasi pada atletik bukan hanya untuk prestasi di lintasan, tetapi juga sebagai fondasi fisik bagi berbagai cabang olahraga lainnya.

Mimpi dari Lintasan Sekolah

Di tengah kompetisi, semangat para peserta terlihat jelas. Salah satunya Andi, pelajar SMP yang konsisten menekuni lari sejak SD.

“Lari sudah jadi hobi saya dari dulu. Saya ingin terus berkembang,” katanya.

Ajang ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi tentang membuka jalan bagi generasi muda untuk bermimpi lebih besar—dari lintasan sekolah menuju panggung nasional, bahkan internasional.

Dengan semakin masifnya pembinaan sejak usia dini, Banyuwangi mulai menata pijakan serius untuk mencetak atlet masa depan. Tantangannya kini bukan lagi mencari bakat, tetapi menjaga konsistensi pembinaan agar potensi tersebut tidak hilang di tengah jalan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Athletics Students Competition #atletik Banyuwangi #PASI Banyuwangi #lomba atletik pelajar #atlet muda