RADARBANYUWANGI.ID - Tim Mercedes-AMG Petronas Formula One Team tampil luar biasa pada tiga seri awal musim Formula One 2026. Mereka sukses menyapu bersih seluruh grand prix, ditambah kemenangan pada sprint race di China.
Meski demikian, dominasi tersebut tidak selalu tampak jelas di lintasan. Beberapa rival seperti Scuderia Ferrari sempat memberikan tekanan, terutama pada fase start yang kerap menghadirkan duel ketat.
Namun, data performa justru mengungkap gambaran berbeda.
Dilaporkan Motorsport, secara kasat mata, persaingan terlihat relatif dekat. Akan tetapi, analisis menunjukkan bahwa keunggulan Mercedes jauh lebih besar dari yang dipersepsikan.
Rata-rata selisih waktu menunjukkan Ferrari, sebagai pesaing terdekat, tertinggal sekitar 0,56 detik saat kualifikasi dan 0,53 detik per lap dalam kondisi balapan.
Kelemahan utama Mercedes sejauh ini hanyalah start yang kurang optimal. Namun setelah memasuki ritme balapan, keunggulan mereka kembali tak terbendung.
Jika dibandingkan dengan musim-musim dominan sebelumnya, performa Mercedes saat ini tergolong luar biasa.
Sebagai perbandingan:
- Tahun 2025: McLaren hanya unggul rata-rata 0,19 detik atas Red Bull Racing
- Tahun 2023: Dominasi Red Bull bersama Max Verstappen juga hanya sekitar 0,19 detik di kualifikasi
- Tahun 2020: Mercedes unggul 0,55 detik, angka yang kini kembali tercapai
Bahkan jika ditarik lebih jauh:
- Tahun 2016: Mercedes unggul 0,74 detik
- Tahun 2014 (awal era hybrid): keunggulan mencapai 0,83 detik, terbesar dalam era modern
Artinya, keunggulan Mercedes pada 2026 sudah mendekati level dominasi historis tersebut.
Dalam kondisi lintasan bersih (clean air), Mercedes nyaris tak tersentuh. Ferrari, McLaren, maupun Red Bull dinilai belum memiliki perangkat teknis yang cukup untuk memberikan tekanan berkelanjutan.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar, seberapa cepat para pesaing bisa menutup jarak?
Meski dominasi terlihat kuat, ada peluang bagi tim lain untuk mengejar. Regulasi terbaru, terutama kerangka ADUO, memungkinkan konvergensi performa yang lebih cepat, khususnya di sektor mesin.
Belajar dari sejarah, pada awal era hybrid, butuh waktu hingga empat tahun sebelum Ferrari benar-benar mampu mendekati Mercedes pada 2018 dengan selisih hanya 0,08 detik.
Namun kali ini, banyak pihak berharap proses tersebut bisa berlangsung lebih singkat.
Editor : Lugas Rumpakaadi