RADARBANYUWANGI.ID - Dukungan publik terhadap sosok pengganti kursi team principal Audi di Formula 1 mengerucut pada satu nama, Christian Horner. Dalam jajak pendapat terbaru, lebih dari 80 persen penggemar F1 menyatakan Horner sebagai kandidat ideal menggantikan Jonathan Wheatley.
Keputusan ini muncul setelah kepergian mengejutkan Wheatley hanya dua seri sejak musim 2026 dimulai, meninggalkan proyek Audi yang tengah bertransformasi dari Sauber tanpa sosok pemimpin utama.
Mantan pembalap F1, Juan Pablo Montoya, menjadi salah satu pendukung vokal bagi Horner. Ia menilai pengalaman panjang Horner sebagai faktor kunci.
“Orang-orang meremehkan apa yang telah dilakukan Christian, berapa lama dia melakukannya, dan apa yang telah ia capai. Anda mungkin suka atau tidak, tetapi dia bisa memberikan hasil,” ujar Montoya, dikutip racingnews365.com.
Rekam jejak Horner memang sulit ditandingi. Selama lebih dari dua dekade memimpin Red Bull Racing, ia sukses meraih delapan gelar juara dunia pembalap dan enam gelar konstruktor. Dominasi tersebut tercipta melalui era Sebastian Vettel dan Max Verstappen, dengan total 124 kemenangan grand prix.
Meski dukungan publik sangat kuat, peluang Horner untuk bergabung dengan Audi dinilai kecil. Saat ini, Mattia Binotto telah mengambil alih peran team principal, selain tetap menjabat sebagai kepala proyek F1 Audi.
Binotto menegaskan setelah Grand Prix Jepang bahwa Audi tidak berencana mencari pengganti dari luar. Fokus tim justru pada penguatan staf pendukung guna menangani operasional lintasan dan pabrik secara bersamaan.
Namun, Montoya meragukan efektivitas pendekatan tersebut.
“Dia berada di bawah banyak tekanan dan sebenarnya tidak ingin terlibat penuh,” kata Montoya, menyoroti potensi kelemahan struktur kepemimpinan saat ini.
Selain kebijakan internal Audi, faktor logistik juga menjadi hambatan. Horner harus pindah ke Hinwil, Swiss, basis operasional sasis Audi, sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama memimpin Red Bull.
Di sisi lain, peluang lain juga disebut-sebut mengincar Horner. Ia dikabarkan tertarik mengambil saham di tim Alpine F1 Team, serta dikaitkan dengan Aston Martin F1 Team, yang tengah mengalami dinamika manajemen.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : RacingNews365