RADARBANYUWANGI.ID - Pebalap muda Italia, Kimi Antonelli, menyatakan dirinya telah membuat “langkah besar” dalam performa pada musim 2026 Formula 1. Pernyataan ini muncul setelah ia memimpin klasemen sementara pembalap usai meraih dua kemenangan beruntun Grand Prix bersama tim Mercedes-AMG Petronas Formula One Team.
Antonelli, yang kini berusia 19 tahun, tampil impresif di awal musim. Ia berhasil memanfaatkan momentum kebangkitan Mercedes di era regulasi baru, dengan tim tersebut menyapu bersih tiga balapan pembuka musim, termasuk satu Sprint Race.
Musim lalu menjadi periode pembelajaran penting bagi Antonelli. Datang sebagai debutan yang menggantikan Lewis Hamilton, ia sempat mencuri perhatian dengan menjadi satu-satunya rookie yang finis dalam balapan basah di Melbourne. Namun, performanya tidak selalu konsisten. Serangkaian kecelakaan, hasil kualifikasi yang kurang optimal, serta masalah reliabilitas membuatnya sempat mengalami penurunan performa di pertengahan musim.
Meski demikian, Antonelli mampu bangkit dengan meraih dua podium pada empat balapan terakhir musim 2025. Tren positif tersebut kini berlanjut lebih kuat di musim 2026.
“Langkah besar [dari 2025 ke 2026],” ujar Antonelli usai kemenangan di Jepang, dikutip F1.
“Pengalaman sangat berperan. Tahun lalu saya melalui banyak hal yang mengajarkan saya jauh lebih banyak dari yang saya bayangkan, dan itu sangat membantu musim ini.”
Ia menambahkan bahwa peningkatan performa juga dipengaruhi oleh mobil kompetitif yang disiapkan tim.
“Mobilnya membantu, dan saya ingin memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin karena kesempatan seperti ini tidak datang setiap hari.”
Dalam tiga balapan awal musim, Antonelli finis kedua di Australia di belakang rekan setimnya, George Russell, sebelum membalikkan hasil tersebut di China. Kemenangan di Jepang kemudian mengantarkannya memimpin klasemen dengan keunggulan sembilan poin, sekaligus menjadikannya pembalap termuda yang pernah memimpin klasemen F1.
Meski memimpin, Antonelli tetap menyadari bahwa ia masih harus meningkatkan performa, khususnya dalam sesi kualifikasi. Ia mengakui Russell masih memiliki keunggulan dalam Q3.
“Saya rasa dalam kualifikasi dia masih unggul, terutama di Q3. Dia selalu bisa menemukan sedikit kecepatan ekstra, dan itu yang sedang saya kejar. Tapi dari sisi kecepatan balapan, kami punya dasar yang sangat kuat,” ujarnya.
Antonelli juga menilai Russell sebagai pembalap yang komplet dan tangguh. Ia menyebut persaingan internal tim akan menjadi tantangan tersendiri sepanjang musim.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1