Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Duel Rookie Memanas di Moto3 Spanyol 2026: Pengalaman Hakim Danish di Jerez Tantang Konsistensi Veda Ega Pratama

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 8 April 2026 | 13:33 WIB
Pembalap muda Malaysia, Hakim Danish Ramli. (Red Bull)
Pembalap muda Malaysia, Hakim Danish Ramli. (Red Bull)

RADARBANYUWANGI.ID - Persaingan kelas ringan Moto3 musim 2026 kembali berlanjut dengan seri Moto3 Spanyol yang akan digelar di Sirkuit Jerez pada 24–26 April. Salah satu sorotan utama tertuju pada duel para pembalap rookie yang mulai menunjukkan tajinya sejak awal musim.

Di antara para pendatang baru, nama Veda Ega Pratama dan Hakim Danish mencuri perhatian. Keduanya sama-sama membawa cerita berbeda menuju seri Eropa pertama yang krusial ini.

Veda tampil menjanjikan sejak awal musim bersama Honda Team Asia. Pembalap asal Gunungkidul itu langsung membuat gebrakan dengan finis kelima pada seri pembuka di Thailand.

Tak hanya itu, ia juga mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih podium Grand Prix di Brasil. Capaian tersebut menegaskan potensinya sebagai salah satu rookie paling menonjol musim ini.

Namun, hasil kurang maksimal terjadi pada seri terakhir di Circuit of The Americas. Veda gagal finis (DNF) setelah terjatuh di tikungan ke-11, menjadi catatan penting yang harus segera diperbaiki menjelang balapan di Jerez.

Berbeda dengan Veda, Hakim Danish datang ke Jerez dengan kepercayaan diri tinggi. Pembalap tim MT Helmets-MSI itu menunjukkan progres signifikan di seri Amerika.

Memulai balapan dari posisi paling belakang, Danish mampu finis di urutan ke-13 dan mengamankan tiga poin penting. Hasil ini menjadi sinyal kebangkitan bagi pembalap Malaysia tersebut.

Mentornya, Zulfahmi Khairuddin, menilai hasil tersebut sebagai pembelajaran berharga. Ia optimistis Danish dapat tampil lebih kompetitif di seri berikutnya.

Secara pengalaman, Hakim Danish memiliki keunggulan signifikan dibandingkan Veda di Sirkuit Jerez. Ia telah berlaga di lintasan ini sejak 2021 melalui berbagai ajang junior.

Dalam kurun 2021 hingga 2025, Danish mencatatkan 16 balapan di Jerez, 4 podium, termasuk 3 podium di ajang Red Bull Rookies Cup, dan beberapa hasil konsisten di posisi 10 besar.

Pencapaian terbaiknya termasuk finis kedua di beberapa kesempatan, menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan karakter teknis Jerez.

Sementara itu, Veda baru mencatatkan enam kali penampilan di sirkuit yang sama, dengan torehan satu podium. Meski jumlahnya lebih sedikit, performanya tetap patut diperhitungkan.

Balapan di Jerez akan menjadi ujian penting bagi kedua pembalap muda Asia ini. Danish memiliki modal pengalaman dan pemahaman lintasan yang lebih matang, sementara Veda membawa momentum dan potensi besar meski harus memperbaiki konsistensi.

Duel keduanya tak hanya menjadi pertarungan individu, tetapi juga representasi kebangkitan talenta Asia di level Moto3. Dengan karakter sirkuit yang teknis dan menuntut presisi tinggi, hasil di Jerez bisa menjadi penentu arah performa mereka di sisa musim.

Moto3 Spanyol 2026 pun diprediksi menghadirkan pertarungan sengit, khususnya di barisan rookie yang semakin kompetitif.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#moto3 #jerez #Spanyol #hakim danish #veda ega pratama