RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Pierre Gasly menatap optimisme baru bersama Alpine F1 Team setelah awal musim 2026 yang menunjukkan perkembangan signifikan. Ia menargetkan timnya mampu bersaing dengan McLaren dan Ferrari, terutama setelah serangkaian pembaruan tengah musim diterapkan.
Setelah menjalani musim 2025 yang mengecewakan, Alpine secara terbuka mengalihkan fokus penuh pada perubahan regulasi besar untuk 2026. Strategi tersebut kini mulai membuahkan hasil. Gasly berhasil finis di zona poin dalam tiga Grand Prix awal musim ini, dengan pencapaian terbaik berupa posisi keenam di China.
Total 15 poin yang telah dikoleksi Gasly sejauh ini hanya terpaut tujuh poin dari keseluruhan perolehan Alpine sepanjang musim lalu. Lonjakan performa ini menjadi indikasi kuat bahwa pendekatan jangka panjang tim mulai menunjukkan hasil positif.
Meski demikian, Gasly tetap berhati-hati dalam menetapkan ekspektasi jangka pendek. Ia menilai peningkatan performa tidak bisa terjadi secara instan, meskipun tim memiliki waktu pengembangan sekitar lima pekan sebelum seri berikutnya di Miami.
“Tidak realistis jika itu terjadi dalam satu bulan, tetapi saya ingin melihat kami setelah jeda musim panas bisa lebih menonjol bersama McLaren dan Ferrari,” ujar Gasly, dikutip Crash.
Ia mengakui bahwa selisih performa masih terasa, terutama saat balapan di Jepang. Menurutnya, kekurangan utama Alpine terletak pada stabilitas mobil di kecepatan tinggi dan kenyamanan saat balapan dibandingkan dengan sesi kualifikasi.
Gasly juga menegaskan bahwa fokus pengembangan saat ini tertuju pada peningkatan sasis, bukan pada unit daya yang dinilai sudah optimal. “Kami tahu apa yang harus diperbaiki, dan itu hal yang positif,” katanya.
Dalam Grand Prix Jepang, Gasly sempat terlibat duel ketat dengan Max Verstappen dari Red Bull Racing. Menariknya, Red Bull sendiri tengah mengalami penurunan performa signifikan musim ini dan kini berada di posisi keenam klasemen konstruktor, sejajar dengan Alpine dan di bawah Haas F1 Team.
Gasly menilai konsistensi performa Alpine di berbagai jenis lintasan menjadi faktor penting yang meningkatkan kepercayaan dirinya. Ia berharap hasil positif ini dapat menjadi dorongan moral bagi tim di pabrik untuk terus mengembangkan mobil.
“Ini sangat berbeda dari tahun lalu. Kami berharap momentum ini bisa membantu kami menjadi lebih kuat dalam beberapa bulan ke depan,” pungkasnya.
Dengan arah pengembangan yang semakin jelas dan hasil awal yang menjanjikan, Alpine kini berada di jalur yang tepat untuk kembali bersaing di papan tengah, bahkan berpotensi menantang tim-tim papan atas dalam waktu dekat.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Crash.net