RADARBANYUWANGI.ID - Tim Red Bull Racing menghadapi awal yang berat pada musim Formula 1 2026. Kepala tim Laurent Mekies mengakui bahwa performa yang belum kompetitif saat ini merupakan konsekuensi dari keputusan strategis yang diambil pada musim sebelumnya.
Pada paruh kedua musim 2025, Red Bull tampil impresif setelah melakukan berbagai pembaruan signifikan. Max Verstappen bahkan mencatatkan enam kemenangan dari sembilan balapan terakhir dalam upayanya merebut gelar juara dunia kelima secara beruntun.
Namun, upaya tersebut berakhir tipis. Verstappen harus puas menjadi runner-up setelah kalah hanya dua poin dari Lando Norris.
Menurut Mekies, keputusan untuk terus mengembangkan mobil 2025 hingga akhir musim merupakan pilihan yang disengaja, meski berisiko terhadap kesiapan menghadapi regulasi baru 2026.
“Kami tahu akan ada harga yang harus dibayar. Tapi tidak ada satu pun di tim yang ingin menyerah pada 2025,” ujar Mekies, dikutip F1.
Memasuki musim 2026, Red Bull justru mengalami penurunan performa. Dalam tiga seri awal, Verstappen hanya mampu meraih hasil terbaik posisi keenam. Ia juga sempat gagal finis di salah satu balapan, mencerminkan masalah reliabilitas yang masih membayangi tim.
Rekan setim barunya, Isack Hadjar, juga mengalami hasil yang belum konsisten.
Selain itu, Red Bull kini tengah menjalani proyek ambisius dengan mengembangkan unit tenaga sendiri bersama Ford, yang turut menambah kompleksitas tantangan teknis di awal musim.
Meski menghadapi berbagai kendala, Mekies menegaskan bahwa Red Bull tidak menganggap musim 2026 sebagai masa transisi. Ia menolak menjadikan kondisi saat ini sebagai alasan untuk menurunkan ekspektasi.
“Kami tidak dalam mode transisi. Kami dalam mode menyerang penuh,” tegasnya.
Ia juga menggambarkan suasana di markas tim di Milton Keynes yang tetap penuh semangat untuk bangkit dan kembali bersaing di papan atas.
Walaupun saat ini masih tertinggal dalam klasemen konstruktor, Mekies yakin Red Bull memiliki kemampuan untuk membalikkan keadaan, seperti yang mereka lakukan pada musim sebelumnya.
Dengan pemahaman yang terus berkembang terhadap kelemahan mobil serta pengembangan berkelanjutan, tim berharap dapat mengejar ketertinggalan dan kembali menjadi penantang serius di sisa musim 2026.
“Semangat juang tim ini sangat besar. Kami pernah melakukannya sebelumnya, dan kami percaya bisa melakukannya lagi,” pungkas Mekies.
Editor : Lugas Rumpakaadi