Awal Musim F1 yang Mengecewakan, Ini Target Besar Williams Versi Carlos Sainz

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 8 April 2026 | 08:46 WIB
Carlos Sainz ungkap target Williams di F1 2026 usai awal musim sulit. (F1)
Carlos Sainz ungkap target Williams di F1 2026 usai awal musim sulit. (F1)

RADARBANYUWANGI.ID - Carlos Sainz membeberkan target utama tim Williams Racing untuk musim 2026 di tengah awal musim yang penuh tantangan. Tim asal Grove tersebut masih berjuang menemukan performa terbaik setelah hanya mengoleksi satu poin sejauh ini.

Satu-satunya hasil positif datang dari finis kesembilan Sainz pada Grand Prix China, yang ia sebut sebagai “kemenangan kecil” bagi tim. Hasil itu menjadi secercah harapan setelah periode pramusim yang terganggu oleh keterlambatan produksi dan masalah teknis pada mobil baru mereka.

Rekan setimnya, Alex Albon, juga tetap optimistis. Ia menilai Williams masih berada di jalur yang tepat meski saat ini kesulitan menembus sesi kualifikasi kedua (Q2). Baik Albon maupun Sainz bahkan harus berjuang keras hanya untuk lolos dari Q1 dalam beberapa balapan awal musim.

Salah satu masalah utama yang diakui tim adalah bobot mobil FW48 yang melebihi target. Kondisi ini berdampak langsung pada performa di lintasan, terutama dalam persaingan ketat di papan tengah melawan tim-tim seperti Haas, Alpine, Audi, dan Racing Bulls.

“Sejujurnya, kami punya banyak bobot yang harus dikurangi. Itu bukan rahasia,” ujar Carlos Sainz, dikutip F1.

Ia menambahkan bahwa selain pengurangan bobot, tim juga perlu meningkatkan downforce dan keseimbangan mobil untuk meningkatkan daya saing.

Kendala produksi menjadi faktor utama di balik masalah tersebut. Williams bahkan menjadi satu-satunya tim yang absen dalam sesi shakedown di Barcelona pada Januari lalu. Meski demikian, mereka mampu menutup sebagian ketertinggalan dengan mencatat jumlah putaran yang cukup tinggi dalam tes pramusim di Bahrain.

Sainz sendiri memilih bergabung dengan Williams karena keyakinannya terhadap visi jangka panjang yang dibangun oleh kepala tim James Vowles. Ia percaya tim ini memiliki potensi untuk kembali ke barisan depan Formula 1.

Musim lalu, Williams menunjukkan progres signifikan dengan finis di posisi kelima klasemen konstruktor. Namun, mobil musim ini belum mampu memenuhi ekspektasi tersebut.

Ke depan, fokus utama tim tidak hanya pada perbaikan jangka pendek, tetapi juga pengembangan menyeluruh untuk menghadapi regulasi baru 2026. Waktu jeda tambahan di kalender balap musim semi diharapkan bisa dimanfaatkan untuk menemukan solusi teknis.

Dengan mesin Mercedes yang terbukti kompetitif, Williams masih memiliki fondasi kuat untuk bangkit. Kini, tantangannya adalah mengoptimalkan potensi tersebut melalui peningkatan desain dan performa mobil secara keseluruhan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : F1
formula 1 williams f1 carlos sainz