Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

McLaren Mulai Bangkit di F1 2026, Oscar Piastri Yakin Dominasi Mercedes Bisa Dipatahkan

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 7 April 2026 | 10:30 WIB
McLaren menunjukkan peningkatan performa di F1 2026. (F1)
McLaren menunjukkan peningkatan performa di F1 2026. (F1)

RADARBANYUWANGI.ID - Musim awal Formula 1 2026 masih didominasi oleh Mercedes AMG Petronas Formula One Team yang menyapu bersih tiga Grand Prix pembuka serta Sprint di China. Namun, celah mulai terlihat, dan Oscar Piastri melihat peluang itu semakin nyata.

Dalam balapan di Jepang, dominasi Mercedes tidak sepenuhnya mutlak. Meski Kimi Antonelli keluar sebagai pemenang, tekanan kuat datang dari Piastri yang tampil kompetitif bersama McLaren Formula 1 Team.

Awal musim bukanlah perjalanan mulus bagi McLaren. Masalah reliabilitas menghantam di China, di mana kedua mobil gagal start akibat gangguan kelistrikan. Di Australia, Piastri bahkan tertinggal lebih dari delapan persepuluh detik dari George Russell saat kualifikasi.

Namun, progres signifikan terlihat dalam dua seri berikutnya. Selisih waktu berkurang menjadi kurang dari setengah detik di China, dan semakin tipis di Jepang, di bawah empat persepuluh detik.

Perkembangan ini menunjukkan McLaren mulai memahami paket mobil mereka, sekaligus membuka peluang untuk menantang dominasi Mercedes.

Piastri secara tegas menepis anggapan bahwa Mercedes akan sulit disentuh musim ini.

“Ya, saya rasa kami sudah belajar dari tahun lalu bahwa bahkan dengan mobil terbaik pun, Anda tetap harus mengoperasikannya di level yang sangat tinggi,” ujar Piastri, dikutip F1.

“Menarik melihat bahwa ketika tim lain punya mobil tercepat, itu tidak selalu mudah.”

Di Jepang, Piastri bahkan sempat memimpin lomba setelah menyalip dua mobil Mercedes di старт. Ia mampu mempertahankan posisi hingga pit stop pertama, sekaligus menahan tekanan dari Russell.

“Fakta bahwa saya bisa menahan George cukup lama itu sangat menggembirakan,” tambahnya.

Meski menunjukkan peningkatan, Piastri tetap realistis. Ia mengakui bahwa McLaren masih tertinggal cukup jauh.

“Kami tidak berilusi. Kami melakukan segalanya dengan benar akhir pekan ini dan tetap kalah 15 detik, jadi masih ada jarak besar yang harus dikejar.”

Pernyataan ini menjadi pengingat bahwa konsistensi Mercedes masih menjadi tolok ukur utama musim ini.

Optimisme McLaren bukan tanpa dasar. Dalam beberapa musim terakhir, tim ini dikenal sebagai salah satu yang paling efektif dalam pengembangan mobil sepanjang musim.

Pada 2024, mereka bangkit dari tim papan tengah menjadi juara konstruktor pertama sejak 1998. Tren serupa berlanjut pada 2025 ketika mereka mampu bersaing dengan dominasi Max Verstappen.

Dengan penggunaan mesin Mercedes yang sedang dalam performa terbaik, McLaren memiliki fondasi kuat untuk terus berkembang.

Jika tren peningkatan ini berlanjut, persaingan menuju paruh musim bisa berubah menjadi pertarungan terbuka antara McLaren, Mercedes, dan bahkan Scuderia Ferrari yang juga mulai mendekat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Oscar Piastri #formula 1 #mercedes #mclaren #f1