RADARBANYUWANGI.ID - Tim Aston Martin F1 Team memutuskan untuk mencopot komponen eksperimental yang sebelumnya mampu meredam sebagian besar getaran pada mobil mereka dan tidak menggunakannya saat balapan di Grand Prix Jepang.
Sejak awal pengujian pramusim, kedua pembalapnya, Fernando Alonso dan Lance Stroll, mengeluhkan sensasi getaran frekuensi tinggi pada setir yang menimbulkan ketidaknyamanan serius. Masalah ini muncul bersamaan dengan tantangan teknis yang dihadapi tim bersama mitra mesin baru mereka, Honda.
Kepala tim F1 Aston Martin, Adrian Newey, bahkan sempat mengungkapkan kekhawatiran bahwa paparan getaran tersebut berpotensi menyebabkan kerusakan saraf permanen pada pembalap.
Pada sesi latihan bebas di Sirkuit Suzuka, Alonso sempat merasakan perbaikan signifikan. Ia mengatakan, "Mobil terasa benar-benar normal, hampir tidak ada getaran." Namun, kondisi tersebut berubah drastis saat sesi kualifikasi.
"Kami tidak mengubah apa pun, dan itu cukup sulit dipahami," ujar juara dunia dua kali tersebut, dikutip The Race.
Belakangan terungkap bahwa tim sebenarnya menguji komponen baru pada hari Jumat yang diduga berkaitan dengan kolom kemudi, bertujuan meredam getaran dari sasis agar tidak langsung diteruskan ke tangan pembalap.
Chief Trackside Officer Aston Martin, Mike Krack, mengonfirmasi bahwa tim telah mencoba solusi tersebut, meski belum siap digunakan dalam balapan.
"Kami memiliki beberapa langkah penanggulangan di sini. Kami menguji sesuatu dalam sesi yang menunjukkan sedikit peningkatan, tetapi kami tidak bisa membawanya ke balapan," kata Krack.
Ia menambahkan bahwa penggunaan komponen baru selalu membawa risiko terhadap reliabilitas.
"Membawa komponen baru selalu berisiko, jadi kami memutuskan tidak menggunakannya dalam balapan, tetapi ini menunjukkan potensi," ujarnya.
Meski ada kebingungan dari sisi pembalap terkait perubahan yang terjadi, Alonso menyebut bahwa getaran pada sesi latihan sempat membaik hingga “80% lebih baik”, memberikan sinyal positif bagi tim.
Rencananya, solusi tersebut akan diperkenalkan secara penuh pada balapan berikutnya di Miami. Krack optimistis masalah ini bisa segera teratasi.
"Saya cukup yakin bahwa di Miami kita tidak akan membicarakan masalah ini lagi," katanya.
Di tengah berbagai kendala, Alonso akhirnya berhasil menyelesaikan balapan untuk pertama kalinya musim ini, meski tertinggal satu lap. Hasil ini menjadi pencapaian kecil namun penting bagi Aston Martin dan Honda, sekaligus menghindarkan tim dari hasil memalukan di kandang Honda.
"Kami memiliki banyak hal yang harus diperbaiki, dan ini salah satunya: menyelesaikan jarak balapan," kata Alonso.
"Ini pertama kalinya musim ini, dan semoga tim kini punya cukup data untuk memahami mobil lebih baik."
Krack pun mengakui bahwa meskipun finis balapan seharusnya menjadi hal normal di Formula 1, bagi Aston Martin saat ini hal tersebut tetap layak diapresiasi.
"Kami harus mengambil sisi positif dari situasi ini," ujarnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi