RADARBANYUWANGI.ID - Tim baru Cadillac F1 Team mulai memperlihatkan perkembangan signifikan pada tiga seri awal Formula 1 musim 2026. Meskipun baru memulai debut musim ini, skuad asal Amerika Serikat tersebut menunjukkan tren peningkatan yang menjanjikan.
Akhir pekan di Grand Prix Jepang menjadi penampilan kolektif terbaik mereka sejauh ini. Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, Cadillac mampu mencatatkan kemajuan penting, termasuk keberhasilan dua pembalapnya menyelesaikan dua balapan secara beruntun.
Pembalap Sergio Perez dan Valtteri Bottas berhasil membawa mobil mereka finis, sebuah pencapaian yang tidak bisa dianggap remeh bagi tim debutan.
Cadillac datang ke Jepang dengan kepercayaan diri setelah mencatat finis ganda pertama di GP China. Namun, awal akhir pekan di Suzuka tidak berjalan mulus setelah Perez mengalami insiden dengan Alex Albon pada sesi latihan bebas pertama.
Meski demikian, tim mampu memperbaiki kerusakan dengan cepat dan menjalani sesi latihan tanpa kendala reliabilitas. Hal ini memungkinkan mereka fokus pada pengaturan mobil dan performa menjelang kualifikasi.
Walau harus start dari posisi belakang akibat kendala sistem energi, Cadillac mencatatkan catatan positif dengan mengungguli tim Aston Martin F1 Team untuk pertama kalinya di sesi kualifikasi.
Strategi berbeda diterapkan saat balapan, dengan Bottas menjadi satu-satunya pembalap yang menggunakan ban keras sejak awal. Meski strategi tersebut tidak sepenuhnya berhasil, kedua mobil tetap mampu finis di posisi ke-17 dan ke-19.
Perez bahkan finis dalam lap yang sama dengan pemenang balapan, Kimi Antonelli, yang menjadi indikator peningkatan performa signifikan.
“Ini adalah balapan terkuat kami sejauh musim ini,” ujar Perez, dikutip F1.
“Kami membuat banyak kemajuan dalam waktu singkat, dan kami senang bisa kembali membawa dua mobil finis.”
“Kami jelas lebih cepat dari Aston Martin dan bisa melihat performa kami semakin meningkat,” tambahnya.
Sementara itu, Bottas mengakui masih ada kekurangan performa yang membuatnya gagal menyalip Fernando Alonso, namun ia tetap optimistis.
“Kami belajar banyak hal untuk pengembangan ke depan. Akhir pekan ini jauh lebih bersih dengan lebih sedikit masalah,” ungkap Bottas.
Sebagai tim baru pertama sejak Haas F1 Team debut pada 2016, Cadillac menghadapi tantangan besar dalam beradaptasi dengan regulasi baru 2026. Selain itu, tim juga masih membangun chemistry internal.
Dengan menggunakan power unit Ferrari, Cadillac masih berupaya mengoptimalkan performa mobil mereka agar mampu bersaing dengan tim pelanggan lain maupun tim pabrikan.
Team Principal Graeme Lowdown menegaskan bahwa pengembangan terus dilakukan.
“Saya sangat senang melihat langkah maju signifikan dalam eksekusi dan reliabilitas tim,” ujarnya.
“Kami memiliki paket upgrade untuk Miami dan saya antusias melihat hasilnya.”
Balapan berikutnya di Miami pada awal Mei akan menjadi ujian penting bagi Cadillac. Perez pun menegaskan hal tersebut.
“Saya pikir ujian terbesar kami akan datang di Miami. Kita akan melihat sejauh mana perkembangan yang bisa kami capai,” katanya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1