RADARBANYUWANGI.ID - Tim Racing Bulls kembali mengamankan poin dalam ajang Grand Prix Jepang, meski hasil yang diraih kedua pembalapnya menunjukkan performa yang belum sepenuhnya konsisten. Balapan yang berlangsung di Sirkuit Suzuka tersebut menghadirkan dinamika strategi, keberuntungan, dan evaluasi penting bagi tim.
Pembalap Liam Lawson berhasil finis di posisi kesembilan (P9) setelah memulai balapan dari P14. Strategi pit stop saat periode Safety Car menjadi faktor krusial yang mengantarkannya masuk zona poin.
Lawson mengakui bahwa timnya menghadapi tantangan sejak sesi kualifikasi, terutama terkait keseimbangan mobil.
“Dari posisi start kami dan keraguan soal balance saat kualifikasi, saya pikir kami telah melakukan pekerjaan yang cukup baik untuk menyeimbangkan ulang mobil dan menjalani balapan yang kuat,” ujarnya, dikutip F1.
Ia juga menambahkan bahwa keberuntungan memainkan peran penting dalam hasil tersebut.
“Balapan ini jelas sulit dan kami cukup beruntung dengan Safety Car. Hasilnya bagus, kami ambil poinnya dan akan terus meningkatkan performa ke depan.”
Hasil ini menandai tiga kali finis beruntun di zona poin bagi Lawson, setelah sebelumnya meraih dua posisi ketujuh di seri China. Meski demikian, ia menilai performa mobil VCARB 03 masih belum optimal.
“Sejujurnya kami belum benar-benar cepat, tapi tetap bisa membawa pulang poin. Jadi ketika kami punya mobil yang benar-benar kompetitif, kami akan berada di posisi yang jauh lebih baik,” katanya.
Sementara itu, rekan setimnya, Arvid Lindblad, harus puas finis di posisi ke-14 (P14). Padahal, ia sempat menunjukkan potensi kuat dengan menembus sesi akhir kualifikasi.
Balapan Lindblad terganggu oleh beberapa faktor, termasuk manajemen energi serta strategi saat Safety Car. Ia juga menghadapi kendala teknis yang membuatnya absen di sesi latihan bebas kedua serta minimnya pengalaman di Suzuka.
“Saya sempat berada di P8 setelah beberapa lap, tapi ada beberapa hal yang bisa saya kelola lebih baik dari sisi energi dan baterai saat melawan Max dan Esteban di stint pertama,” jelasnya, merujuk pada Max Verstappen dan Esteban Ocon.
Ia melanjutkan bahwa pit stop yang kurang optimal serta momentum Safety Car membuatnya kehilangan beberapa posisi penting.
“Pit stop kami agak lambat. Saya kehilangan posisi dari Isack, lalu Safety Car keluar dan saya kehilangan tiga atau empat posisi lagi.”
Meski hasilnya kurang memuaskan, Lindblad memilih untuk fokus pada proses pembelajaran.
“Memang sedikit disayangkan, tapi masih banyak yang harus dipelajari dan ditingkatkan. Saya akan fokus ke sana.”
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1