RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Leopard Racing, Guido Pini, menorehkan sejarah penting dengan menghadirkan kemenangan pertama bagi Honda di Moto3 musim 2026. Momen itu terjadi pada seri Amerika yang berlangsung di Circuit of the Americas, 27–29 Maret 2026.
Memulai balapan dari posisi kelima, Pini tampil konsisten di barisan depan sejak awal lomba. Ia akhirnya merebut kemenangan secara dramatis di tikungan terakhir, memastikan dirinya sebagai pembalap pertama yang membawa Honda naik ke podium tertinggi musim ini. Bahkan lebih cepat dari rivalnya, Veda Ega Pratama.
Usai balapan, Pini tak mampu menyembunyikan kebahagiaannya.
“Ini adalah pekan yang begitu panjang bagi kami. Tetapi kami bekerja dengan sangat baik. Akhirnya hasil ini adalah buah dari kerja keras tersebut,” ujar Pini.
“Saya sungguh merasa bahagia. Saya ingin berterima kasih kepada seluruh anggota tim yang bisa memberikan sepeda motor terbaik. Sungguh, saya berada di tim yang luar biasa.”
Berbanding terbalik dengan Pini, Veda justru mengalami akhir pekan yang sulit. Pembalap asal Gunungkidul itu gagal finis setelah terjatuh saat balapan menyisakan 10 lap, padahal ia memulai lomba di depan Pini.
Melalui media sosial, Veda mengungkapkan kekecewaannya.
“Bukan pekan yang baik di Austin. Kendati demikian, masih ada pelajaran yang bisa didapatkan dan jalan untuk terus maju ke depan. Maaf untuk tim. Kita akan kembali lebih kuat lagi.”
Padahal, performanya sepanjang musim menunjukkan potensi besar. Ia bahkan sempat konsisten bersaing di lima besar dan mengoleksi podium sebagai rookie.
Sementara itu, rekan setim Pini di Leopard Racing, Adrian Fernandez, mulai menunjukkan progres. Ia finis kelima di Austin. Hasil terbaiknya musim ini setelah sebelumnya kerap kehilangan posisi di akhir balapan.
“Balapannya agak sulit. Di awal, saya merasa sangat percaya diri dan berusaha memacu motor sekuat tenaga. Lap-lap awal berjalan lancar, tapi performa saya mulai menurun,” kata Fernandez.
Ia mengakui kendala pengereman membuat ritmenya turun. Meski begitu, tambahan poin membawanya naik ke posisi keenam klasemen sementara, tepat di atas Veda.
Di luar lintasan Moto3, Honda tengah menyiapkan strategi besar untuk memperkuat posisinya di MotoGP. Salah satunya adalah menjajaki kerja sama dengan Tech3 sebagai tim satelit kedua.
Langkah ini menyusul kegagalan negosiasi dengan Gresini dan Trackhouse. Jika berhasil, Honda akan memiliki enam pembalap reguler. Jumlah krusial untuk pengembangan motor jelang era mesin 850 cc.
Strategi tersebut meniru kesuksesan Ducati yang memaksimalkan data balapan lewat banyaknya tim satelit.
Lebih banyak kursi juga membuka peluang bagi pembalap muda, termasuk talenta Asia seperti Veda. Namun, jalan menuju MotoGP tetap menuntut prestasi konsisten.
Editor : Lugas Rumpakaadi