Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Red Bull Terpuruk di F1 GP Jepang, Laurent Mekies Akui Banyak PR Jelang Miami

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 1 April 2026 | 11:38 WIB
Red Bull hanya meraih 4 poin di GP Jepang 2026. (F1)
Red Bull hanya meraih 4 poin di GP Jepang 2026. (F1)

RADARBANYUWANGI.ID - Tim Red Bull Racing menghadapi akhir pekan yang sulit di F1 Grand Prix Jepang setelah hanya mengamankan empat poin. Max Verstappen finis di posisi kedelapan, sementara Isack Hadjar harus puas di P12, di luar zona poin.

Hasil tersebut memperpanjang awal musim yang kurang meyakinkan bagi tim, dengan capaian terbaik sejauh ini hanya posisi keenam di Australia. Kondisi ini menempatkan Red Bull di belakang tim-tim rival seperti Mercedes, McLaren, dan Ferrari, serta pembalap Pierre Gasly dari Alpine.

Sebelumnya, Hadjar bahkan telah memprediksi bahwa Red Bull hanya berada di posisi “keempat atau kelima” tercepat, dan hasil di Suzuka tampak mengonfirmasi hal tersebut.

Team Principal Laurent Mekies menilai meski hasil tidak memuaskan, tim mendapatkan wawasan penting dari balapan ini.

“Kami belajar jauh lebih banyak tentang di mana keterbatasan mobil kami saat ini,” ujar Mekies, dikutip F1.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan kedua mobil menyelesaikan balapan memberi data penting untuk analisis lebih lanjut.

“Saat ini yang penting adalah bekerja mengejar selisih performa dengan tim di depan. Tidak ada satu area spesifik yang menjadi penyebab utama. Kami harus memperbaiki semuanya,” katanya.

Musim ini, Red Bull menggunakan unit tenaga buatan sendiri yang dikembangkan bersama Ford. Namun, unit tersebut masih menghadapi sejumlah kendala reliabilitas.

Hadjar gagal finis di seri pembuka di Melbourne, sementara Verstappen mengalami masalah di China. Kendala juga muncul di sesi latihan, menandakan belum stabilnya performa mobil.

Meski begitu, ada secercah harapan. Hadjar sempat mencatatkan posisi start ketiga di Australia, menunjukkan potensi kecepatan yang belum sepenuhnya tergali.

Di Jepang, Verstappen kesulitan menyalip Gasly, situasi yang juga dialami George Russell, menandakan bahwa karakter lintasan turut memengaruhi performa.

Dengan jeda dalam kalender Formula 1 setelah pembatalan Bahrain Grand Prix dan Saudi Arabian Grand Prix pada bulan April, Red Bull memiliki waktu untuk evaluasi mendalam.

“Selama jeda, kami akan menyelami data secara mendalam dan membawanya ke simulator,” kata Mekies.

Ia menegaskan bahwa solusi tidak akan instan, namun tim akan bekerja keras di markas mereka di Milton Keynes.

“Saya percaya penuh bahwa dengan dorongan besar dari semua orang, kami bisa membuat kemajuan dan membawa peningkatan ke Miami,” pungkasnya.

Target berikutnya adalah tampil lebih kompetitif di Miami Grand Prix, dengan harapan mampu kembali bersaing di barisan depan.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#laurent mekies #formula 1 #red bull #jepang #f1