RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Prancis, Pierre Gasly, menilai finis di posisi ketujuh (P7) di Grand Prix Jepang menjadi dorongan penting bagi tim Alpine F1 Team dalam mengarungi sisa musim Formula 1 2026. Hasil tersebut diraih setelah ia mampu menahan tekanan ketat dari juara dunia Max Verstappen dari tim Red Bull Racing sepanjang balapan di Sirkuit Suzuka.
Gasly menyebut balapan berlangsung penuh tekanan sejak awal hingga akhir. Ia bahkan harus mempertahankan posisinya dari Verstappen yang terus membayangi di belakangnya.
“Saya sangat senang. Ini balapan yang panjang dan intens, terutama setelah Safety Car,” ujar Gasly, dikutip F1.
“Pada bagian kedua balapan, dia tidak meninggalkan saya sama sekali! Saya harus mengeceknya lima kali dalam satu lap,” imbuhnya.
Meskipun sempat disalip oleh Verstappen, Gasly mampu merebut kembali posisinya dan menjaga keunggulan hingga garis finis. Ia juga menyoroti konsistensi performa mobil Alpine yang dinilai semakin kompetitif.
“Pada akhirnya, kecepatannya bagus. Kami finis hanya tujuh detik di belakang Lewis Hamilton dan 18 detik di depan Liam Lawson. Kami berada di kelompok yang lebih baik,” tambahnya.
Hasil di Jepang melanjutkan tren positif Gasly setelah sebelumnya finis keenam di Shanghai. Ini menjadi peningkatan signifikan dibandingkan dengan awal musim di Melbourne, ketika ia hanya mampu meraih satu poin.
Secara klasemen, Gasly kini berada di posisi kedelapan, sementara persaingan di papan tengah semakin ketat. Haas F1 Team saat ini menempati posisi keempat dengan keunggulan tipis atas Alpine. Sementara Red Bull dan Racing Bulls juga masih dalam jarak poin yang sangat dekat.
Gasly menegaskan bahwa hasil di Suzuka bukan sekadar capaian individu, tetapi juga momentum penting bagi seluruh tim.
“Saya berharap ini memberikan motivasi yang baik bagi semua orang di pabrik. Kami jelas memiliki paket mobil yang bagus,” ujarnya.
Ia juga menilai performa Alpine di lintasan yang berbeda karakter seperti Shanghai dan Suzuka menjadi sinyal positif untuk sisa musim.
“Ini membawa optimisme. Jarak dengan tim di depan memang masih besar, tetapi bukan tidak mungkin untuk dikejar. Kami harus terus bekerja dan saya menantikan balapan berikutnya,” pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi