RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap muda asal Prancis, Isack Hadjar, mengungkapkan bahwa suasana di tim Red Bull Racing sedang tidak dalam kondisi baik setelah hasil mengecewakan di GP Jepang 2026, yang digelar di Suzuka Circuit, Minggu (30/3/2026).
Hadjar harus puas finis di posisi ke-12 setelah menjalani balapan sepanjang 53 lap yang penuh kendala. Hasil ini membuatnya gagal meraih poin dan memperpanjang awal musim yang sulit bagi Red Bull.
Padahal, Hadjar memulai balapan dari posisi kedelapan, bahkan kembali mengungguli rekan setimnya, Max Verstappen, dalam sesi kualifikasi. Namun, performa menjanjikan itu tak mampu dipertahankan saat balapan berlangsung.
Hadjar menjelaskan bahwa masalah utama muncul sejak awal balapan, ketika ia kehabisan daya baterai mobilnya. Hal ini membuatnya rentan disalip oleh para rival.
“Itu benar-benar balapan yang panjang. Saya memulai dengan baik dan bertarung dengan Pierre [Gasly] seperti yang saya inginkan di lap pertama,” ujar Hadjar, dikutip F1.
“Saya kehabisan baterai sangat awal di lintasan start/finish dan mulai disalip semua orang di setiap lap sambil mencoba memulihkan energi. Saya terjebak cukup lama, jadi itu tidak menyenangkan di dalam mobil,” tambahnya.
Kesulitan tersebut membuat Hadjar terjebak di belakang mobil Arvid Lindblad dari tim Racing Bulls pada fase awal lomba. Setelah periode Safety Car, ia sempat turun hingga posisi ke-13 sebelum akhirnya naik satu peringkat hingga finis.
Sementara itu, Verstappen hanya mampu finis di posisi kedelapan. Hingga seri Jepang, Red Bull baru mengumpulkan total 16 poin, dengan hanya empat poin berasal dari Hadjar saat GP China.
Kondisi ini menempatkan Red Bull di posisi keenam klasemen konstruktor, jauh dari dominasi yang mereka tampilkan dalam beberapa musim sebelumnya. Verstappen bahkan mengindikasikan bahwa tim kini harus bersaing di papan tengah.
Hadjar tidak menutupi kekecewaannya terhadap kondisi internal tim saat ini. Ia menilai bahwa jeda menuju seri berikutnya di Miami akan sangat penting untuk melakukan evaluasi dan peningkatan performa.
“Ini tidak baik,” kata Hadjar mengenai suasana tim.
“Tapi semua orang menundukkan kepala untuk memahami apa yang terjadi. Semoga versi mobil berikutnya benar-benar membawa dampak. Itu saja,” pungkasnya.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : F1