Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

“Memecahkan Banyak Kaca”, Toto Wolff Soroti Hambatan Christian Horner untuk Comeback di Formula 1

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 31 Maret 2026 | 10:11 WIB
Toto Wolff menilai kembalinya Christian Horner ke Formula 1 tidak mudah. (JawaPos.com)
Toto Wolff menilai kembalinya Christian Horner ke Formula 1 tidak mudah. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Masa depan mantan Tim Prinsipal Red Bull Racing, Christian Horner, di ajang Formula 1 dinilai tidak akan mudah. Pernyataan tersebut disampaikan oleh rival lamanya, Toto Wolff, yang menilai Horner menghadapi konsekuensi dari berbagai kontroversi yang pernah terjadi.

Horner, yang diberhentikan pada Juli lalu setelah dua dekade memimpin Red Bull, sebelumnya sempat diterpa tuduhan pelecehan seksual serta perilaku koersif terhadap seorang karyawan perempuan. Meski demikian, ia telah dua kali dinyatakan tidak bersalah melalui investigasi internal dan proses banding terpisah.

Namun, Wolff menilai dampak dari isu tersebut tetap terasa di lingkungan paddock F1.

“Ia telah memecahkan cukup banyak kaca dan hal-hal seperti ini memiliki konsekuensi dalam ekosistem kecil kami,” ujarnya, dikutip BBC Sport.

Selama menjabat, Horner mencatatkan prestasi gemilang dengan membawa Red Bull meraih delapan gelar juara dunia pembalap dan enam gelar konstruktor. Ia juga menjadi bagian penting dalam rivalitas sengit melawan tim Mercedes-AMG Petronas Formula One Team yang dipimpin Wolff.

Persaingan tersebut mencapai puncaknya ketika Max Verstappen meraih empat gelar juara dunia beruntun sejak 2021 hingga 2024, sekaligus mengakhiri dominasi Mercedes bersama Lewis Hamilton.

Di tengah spekulasi masa depannya, Horner sempat dikaitkan dengan peluang investasi di tim Alpine F1 Team. Namun, Wolff menegaskan tidak ada hubungan antara dirinya dan Horner dalam rencana akuisisi saham di tim tersebut.

“Saya berada di dua sisi pemikiran. Olahraga ini kehilangan sosok-sosok berkarakter. Dan kepribadiannya jelas kontroversial, itu bagus untuk olahraga,” kata Wolff.

Ia juga menambahkan bahwa dinamika dalam F1 membutuhkan berbagai karakter.

“Saya pernah mengatakan kepada Frederic Vasseur bahwa olahraga ini butuh yang baik, yang buruk, dan yang jelek. Sekarang hanya tersisa yang baik dan yang jelek. Yang ‘buruk’ sudah hilang.”

Meski demikian, Wolff mengakui sulit membayangkan hubungan profesional di masa depan dengan Horner.

“Apakah saya bisa melihatnya sebagai sekutu? Saya rasa tidak,” tegasnya.

Kendati rivalitas mereka berlangsung sengit selama bertahun-tahun, Wolff tetap memberikan penghormatan atas pencapaian Horner. Ia bahkan membuka kemungkinan hubungan personal yang lebih cair di masa depan.

“Jika tidak ada rivalitas yang begitu intens, mungkin kami bisa duduk makan malam bersama dan tertawa,” ujarnya.

Horner sendiri sebelumnya menyatakan masih memiliki “urusan yang belum selesai” di F1. Namun, jalan untuk kembali ke paddock tampaknya tidak akan mudah, terutama di tengah bayang-bayang kontroversi yang pernah mengiringi kariernya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #toto wolff #christian horner #f1