RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Max Verstappen kembali menjadi sorotan setelah mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap arah perkembangan Formula 1 musim ini. Juara dunia empat kali tersebut bahkan mengisyaratkan kemungkinan untuk meninggalkan ajang balap paling bergengsi itu pada akhir musim.
Kekecewaan Verstappen memuncak usai finis di posisi kedelapan pada Japanese Grand Prix akhir pekan lalu. Hasil tersebut memperpanjang tren performa yang tidak konsisten bagi pembalap Red Bull Racing tersebut.
Dalam wawancara pasca-balapan, Verstappen secara terbuka mengungkapkan pergulatan batinnya.
“Saya terus mengatakan pada diri sendiri setiap hari untuk mencoba menikmatinya. Itu sangat sulit,” ujarnya, dikutip CNN.
“Pada akhirnya, Anda bertanya apakah semua ini sepadan? Atau saya lebih menikmati waktu di rumah bersama keluarga?”
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa pembalap asal Belanda itu tidak lagi merasakan kesenangan yang sama seperti saat mendominasi F1 pada periode 2021–2024.
Salah satu faktor utama yang memicu ketidakpuasan Verstappen adalah perubahan regulasi teknis yang menitikberatkan pada manajemen energi listrik dan baterai. Menurutnya, hal ini mengurangi esensi balapan murni.
“Ini terasa sangat anti-mengemudi. Pada titik tertentu, ini bukan lagi yang ingin saya lakukan,” tegasnya.
Sebelumnya, Verstappen bahkan menyebut F1 saat ini “seperti Formula E yang diberi steroid,” menandakan ketidakcocokan dengan arah teknologi yang diambil.
Di luar lintasan, Verstappen kini memasuki fase baru dalam kehidupannya. Kehadiran anak pertama bersama pasangannya membuatnya semakin menghargai waktu bersama keluarga. Ia juga mulai menikmati berbagai proyek di luar dunia balap.
Hal ini membuat jadwal padat F1, yang bisa mencapai lebih dari 20 balapan per musim, terasa semakin membebani, terutama ketika kesenangan dalam balapan mulai berkurang.
Selain faktor regulasi, perubahan peta persaingan juga menjadi latar penting. Dominasi Verstappen dalam beberapa musim terakhir kini mulai memudar.
Pembalap muda Kimi Antonelli dari Mercedes tampil impresif dengan memenangkan dua balapan beruntun musim ini, termasuk di Jepang. Ia finis lebih dari 13 detik di depan pesaing terdekatnya.
Situasi ini menandai adanya “pergantian generasi” di F1, meskipun Verstappen menegaskan bahwa ia masih bisa menerima hasil kurang maksimal selama ia tetap menikmati balapan.
Editor : Lugas Rumpakaadi