Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Insiden Mengerikan di F1 GP Jepang, Oliver Bearman Ungkap Penyebab Tabrakan Berkecepatan Tinggi

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 31 Maret 2026 | 09:06 WIB
Oliver Bearman selamat dari kecelakaan 50G di F1 GP Jepang Suzuka. (F1)
Oliver Bearman selamat dari kecelakaan 50G di F1 GP Jepang Suzuka. (F1)

RADARBANYUWANGI.ID - Pebalap muda Haas, Ollie Bearman, selamat dari kecelakaan hebat saat balapan Grand Prix Jepang di Sirkuit Suzuka, Minggu (29/3/2026). Insiden tersebut terjadi di pertengahan balapan 53 lap, ketika mobilnya menghantam pembatas dengan gaya benturan mencapai 50G.

Kecelakaan terjadi saat Bearman mendekati tikungan Spoon Curve. Ia terpaksa mengambil jalur ke rumput setelah mencoba menghindari mobil Franco Colapinto yang berada di depannya. Dengan selisih kecepatan yang besar, ruang geraknya semakin sempit hingga akhirnya kehilangan kendali.

Mobil Haas yang dikendarainya menabrak pembatas luar tikungan dengan keras. Meski demikian, Bearman berhasil keluar dari mobilnya sendiri, meskipun terlihat terpincang sebelum dibantu marshal menuju pusat medis sirkuit.

Setelah pemeriksaan medis, Bearman dipastikan tidak mengalami cedera serius. Ia mengaku momen tersebut sangat menegangkan.

“Semuanya baik-baik saja. Saya benar-benar baik. Itu momen yang sangat menakutkan, tapi yang terpenting semuanya aman,” ujar Bearman, dikutip F1.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf kepada tim Haas atas kerusakan mobil yang cukup parah.

“Mobilnya cukup rusak dan saya hanya bisa meminta maaf sebesar-besarnya kepada tim karena mereka harus bekerja keras untuk memperbaikinya,” tambahnya.

Bearman menyebut dirinya hanya mengalami memar ringan akibat benturan tersebut.

Dalam penjelasannya, Bearman menyoroti peran regulasi baru Formula 1 musim 2026 yang berdampak pada perbedaan kecepatan antarmobil, khususnya terkait manajemen energi.

“Itu selisih kecepatan yang sangat besar, sekitar 50 kilometer per jam. Ini bagian dari regulasi baru yang harus kami biasakan,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa para pebalap sebelumnya telah memperingatkan FIA mengenai potensi risiko dari perbedaan kecepatan tersebut.

“Kami sudah memperingatkan FIA tentang apa yang bisa terjadi. Ini adalah konsekuensi yang sangat disayangkan dari delta kecepatan besar yang belum pernah kami lihat sebelumnya di F1,” katanya.

Menanggapi insiden tersebut, FIA menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi regulasi baru, terutama terkait manajemen energi yang menjadi faktor utama perbedaan kecepatan.

Dalam pernyataan resminya, FIA menegaskan bahwa diskusi dengan tim, pabrikan mesin, dan pebalap telah berlangsung sejak awal penerapan aturan tersebut. Sejumlah pertemuan dijadwalkan pada April untuk mengkaji data awal musim.

“Keselamatan akan selalu menjadi prioritas utama. Setiap penyesuaian potensial memerlukan simulasi dan analisis mendalam,” demikian pernyataan FIA.

Meski insiden ini menjadi pengalaman berat, Bearman tetap optimistis menatap seri berikutnya di Miami setelah jeda satu bulan.

“Kami punya waktu untuk reset dan kembali lebih kuat. Itu pasti menjadi tujuan kami,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#formula 1 #jepang #oliver bearman #f1