Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kecelakaan Oliver Bearman di GP Suzuka Jepang Picu Desakan Reformasi Regulasi F1 Demi Keselamatan Pembalap

Lugas Rumpakaadi • Senin, 30 Maret 2026 | 12:39 WIB
Kecelakaan Oliver Bearman di GP Jepang memicu kekhawatiran serius soal keselamatan F1. (F1)
Kecelakaan Oliver Bearman di GP Jepang memicu kekhawatiran serius soal keselamatan F1. (F1)

RADARBANYUWANGI.ID - Insiden kecelakaan hebat yang melibatkan pembalap Haas, Oliver Bearman pada Grand Prix Jepang di Sirkuit Suzuka memicu kekhawatiran serius di kalangan pembalap dan tim Formula 1 (F1). Sejumlah pihak kini mendesak tindakan cepat demi meningkatkan keselamatan di tengah perubahan regulasi terbaru.

Bearman mengalami kecelakaan hebat setelah mobilnya melaju keluar lintasan dengan kecepatan sekitar 190 mil per jam (305 kilometer per jam) sebelum menghantam pembatas dengan dampak mencapai 50G (50 kali gravitasi bumi). Insiden itu terjadi ketika ia harus menghindari mobil Franco Colapinto yang melaju jauh lebih lambat akibat perbedaan penggunaan energi listrik.

“Itu momen yang mengerikan, tapi semuanya baik-baik saja, itu yang terpenting," ujar Bearman, dikutip The Guardian.

“Adrenalinnya sudah agak mereda jadi perjalanan pulang nanti akan panjang, tapi aku baik-baik saja,” imbuhnya.

Perbedaan kecepatan yang signifikan, diperkirakan mencapai 50 kilometer per jam, dipicu oleh sistem manajemen energi baru yang menjadi bagian penting dalam regulasi musim ini. Saat Bearman menggunakan mode dorongan listrik tambahan, Colapinto justru berada dalam kondisi energi yang menipis.

Kepala tim Haas, Ayao Komatsu, menyebut insiden tersebut sebagai peringatan serius.

"Ya, itu bisa saja menjadi lebih buruk," katanya.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” cetusnya.

Kekhawatiran ini sebenarnya telah disuarakan sejak awal musim. Juara dunia Lando Norris dan prinsipal McLaren Andrea Stella sebelumnya telah mengingatkan potensi bahaya dari perbedaan kecepatan ekstrem akibat regulasi baru.

Pembalap Williams, Carlos Sainz Jr., menegaskan perlunya perubahan segera.

“Kami sudah memperingatkan mereka (FIA dan Komisi F1) terkait hal ini (potensi bahaya regulasi baru),” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa kecelakaan serupa berpotensi lebih fatal di sirkuit jalan raya seperti Baku atau Singapura.

Stella juga menekankan urgensi tindakan dari otoritas terkait. 

“(Perbaikan regulasi) Harus menjadi agenda prioritas," katanya.

"Kami memiliki tanggung jawab untuk menetapkan tindakan, dalam sudut pandang keselamatan, yang harus diimplementasikan," imbuhnya.

Menanggapi insiden tersebut, FIA memastikan akan meninjau ulang regulasi sebelum seri berikutnya di Miami. Dalam pernyataannya, FIA menyebut bahwa sejumlah pertemuan telah dijadwalkan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan aturan demi keselamatan.

Di tengah insiden tersebut, pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli, berhasil meraih kemenangan dan mencetak sejarah sebagai pembalap termuda yang memimpin klasemen dunia. Ia finis di depan Oscar Piastri di posisi kedua dan Charles Leclerc di posisi ketiga.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#regulasi #formula 1 #Suzuka #jepang #oliver bearman #f1