Max Verstappen Pertimbangkan Tinggalkan F1, Kritik Regulasi Mesin Baru yang “Anti-Driving”

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 30 Maret 2026 | 12:26 WIB
Max Verstappen mempertimbangkan masa depannya di Formula 1. (F1)
Max Verstappen mempertimbangkan masa depannya di Formula 1. (F1)

RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap Red Bull, Max Verstappen, membuka kemungkinan mengevaluasi masa depannya di ajang Formula 1 (F1) setelah finis di posisi kedelapan pada Grand Prix Jepang 2026, Minggu (29/3/2026). Pernyataan itu muncul di tengah ketidakpuasannya terhadap regulasi mesin baru musim ini.

Dalam wawancara usai balapan di Suzuka bersama BBC Radio 5 Live, Verstappen secara terbuka mengungkapkan kegelisahannya. Ia menilai perubahan teknis justru mengurangi esensi balap yang selama ini ia nikmati.

“Saya sedang memikirkan segalanya di paddock ini. Apakah ini masih layak dijalani, atau saya lebih ingin berada di rumah bersama keluarga dan teman,” ujar Verstappen.

Pembalap asal Belanda itu menegaskan bahwa ketidakpuasannya bukan semata karena performa Red Bull yang belum dominan di awal musim 2026. Ia bahkan mengaku realistis dengan hasil finis di posisi ketujuh atau kedelapan.

“Saya bisa menerima finis P7 atau P8. Tapi ketika Anda tidak menikmati keseluruhan sistemnya, itu terasa tidak alami bagi seorang pembalap,” katanya.

Menurut Verstappen, regulasi mesin baru yang menuntut manajemen energi secara intensif membuat gaya balap terasa “anti-driving”. Sistem pengisian ulang energi beberapa kali dalam satu lap memaksa pembalap mengurangi kecepatan di momen krusial, sehingga duel di lintasan menjadi tidak murni.

Ia mencontohkan duel dengan Pierre Gasly dari Alpine, di mana aksi saling salip terjadi berulang akibat perbedaan daya baterai.

“Anda bisa menyalip, tapi lalu disalip kembali di lintasan lurus berikutnya. Itulah cerita balapan hari ini,” jelasnya.

Verstappen, juara dunia empat kali berturut-turut pada 2021–2024, memulai musim 2026 dengan kurang meyakinkan. Ia finis keenam di Australia dan gagal menyelesaikan balapan di China sebelum akhirnya hanya meraih posisi kedelapan di Jepang.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa uang bukan lagi motivasi utama dalam kariernya.

“Ini selalu tentang passion. Saya ingin menikmati balapan dan bersenang-senang. Saat ini, itu tidak benar-benar saya rasakan,” ungkapnya.

Di tengah ketidakpastian tersebut, Verstappen membuka peluang untuk mengeksplorasi ajang balap lain, termasuk kategori GT3. Ia bahkan berencana mengikuti balapan ketahanan Nurburgring 24 Hours tahun ini.

“Saya punya banyak proyek lain yang saya sukai. Bahkan jika berhenti dari sini, saya tetap akan menikmati hidup dan balapan di tempat lain,” katanya.

Verstappen juga memberi sinyal bahwa perubahan regulasi bisa memengaruhi keputusannya bertahan di F1.

“Mereka tahu apa yang harus dilakukan,” ujarnya singkat, merujuk pada otoritas F1.

Para petinggi F1 dijadwalkan bertemu sebelum seri berikutnya di Miami untuk membahas kemungkinan revisi aturan, khususnya agar pembalap dapat memacu mobil secara maksimal dalam sesi kualifikasi tanpa dibatasi manajemen energi.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : BBC
regulasi max verstappen formula 1 f1