Lando Norris dan Max Verstappen Kompak Keluhkan Sistem Baterai yang Ganggu Duel di F1 GP Suzuka Jepang

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Senin, 30 Maret 2026 | 12:21 WIB
Lando Norris mengkritik balapan F1 di Suzuka akibat sistem baterai yang sulit dikontrol. (F1)
Lando Norris mengkritik balapan F1 di Suzuka akibat sistem baterai yang sulit dikontrol. (F1)

RADARBANYUWANGI.ID - Pembalap McLaren, Lando Norris mengungkapkan kekecewaannya terhadap kualitas balapan Formula 1 (F1) di Sirkuit Suzuka, Jepang, pada Minggu (29/3/2026). Meski menunjukkan kemajuan bersama tim McLaren, Norris menilai dinamika balapan saat ini belum mencerminkan esensi kompetisi yang sesungguhnya.

Norris finis di posisi kelima, sementara rekan setimnya tampil impresif. Namun, hasil tersebut tidak mampu menutupi masalah mendasar yang ia rasakan di lintasan, khususnya terkait sistem manajemen energi pada mobil.

“Sejujurnya, dalam beberapa situasi saya bahkan tidak ingin menyalip Lewis. Baterai saya tiba-tiba terpakai, padahal saya tidak ingin, dan saya tidak bisa mengontrolnya,” ujar Norris, merujuk duel dengan Lewis Hamilton, dikutip Motorsport.

Ia menjelaskan bahwa fenomena “yo-yo”, di mana pembalap saling menyalip lalu langsung tersalip kembali, yang menjadi semakin sering terjadi. Hal ini dipicu oleh penggunaan energi baterai yang tidak efisien dan sulit dikendalikan oleh pembalap.

“Saya menyalip, lalu baterai habis, dan dia langsung melewati saya lagi. Ini bukan balapan, ini seperti yo-yo,” tambahnya.

Menurut Norris, masalah utama terletak pada kurangnya kontrol pembalap terhadap unit tenaga. Dalam situasi overtake mode, ketika mobil berada dalam jarak satu detik dari lawan, sistem justru bekerja di luar kendali optimal pembalap.

Insiden serupa terjadi saat Norris menyalip Hamilton di chicane terakhir, tetapi langsung dibalas di lintasan lurus utama karena baterainya terkuras.

“Tidak ada yang bisa saya lakukan. Pembalap seharusnya punya kendali penuh, tapi saat ini kami terlalu bergantung pada sistem,” tegasnya.

Pandangan tersebut juga diamini oleh juara dunia bertahan, Max Verstappen dari tim Red Bull Racing. Ia menilai karakteristik Suzuka memperparah masalah ini.

“Anda harus sangat hati-hati menggunakan baterai. Masalahnya, ada lintasan lurus panjang, lalu hanya satu chicane, kemudian lurus panjang lagi,” jelas Verstappen.

Kondisi tersebut membuat pembalap kesulitan mengisi ulang energi secara efektif. Jika energi digunakan di satu bagian lintasan, maka hampir tidak ada kesempatan untuk mengisi ulang sebelum bagian berikutnya.

Akibatnya, peluang menyalip menjadi semakin terbatas, bahkan di titik-titik yang biasanya memungkinkan. Hal ini juga berdampak pada tim lain seperti Ferrari yang turut terlibat dalam duel energi ini.

Norris berharap FIA dapat segera mengevaluasi situasi tersebut.

“Balapan mungkin terlihat bagus di televisi, tetapi dari dalam mobil, rasanya tidak seotentik yang seharusnya,” pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Motorsport.com
max verstappen formula 1 Suzuka baterai jepang lando norris f1